Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Mencari informasi


__ADS_3

"Mengapa mereka harus masuk ke dalam ruangan lain saat meracik ramuan dan mengapa harus menutup pintunya?" tanya Rong yuo pada Huo nan.


"Oh itu karena kakak ipar Ze tidak suka diganggu siapapun saat meracik. Cukup orang yang ditugaskan membantu dan dirinya yang melihat proses peracikannya dia tidak suka diawasi saat meracik." jawab Huo nan.


"Oh begitu." saut Rong yuo mengangguk paham.


Jin hu segera mengikat tangan, kaki dan juga menutupi mata dari pria yang tengah terbaring kaku tak dapat bergerak itu dengan sangat kuat.


Ze masuk ke dalam batu dimensi kebih dulu memperingati penghuni di dalam sana agar tidak menyebut batu dimensi atau apapun yang berhubungan dengan itu selama pria yang menjadi tahanan mereka berada di dalam batu dimensi.


Setelah selesai memberi peringatan pada penghuni batu dimensi terutama Hui tu yang memang hanya dia yang bisa berbicara fasih, Ze segera keluar dari batu dimensi menghampiri Jin hu.


"Sudah selesai?" tanya Ze.


"Ya sudah aman." jawab Jin hu.


"Hm baik buat dia terlentang agar aku dapat memaksanya menelan pil ini." perintah Ze dan Jin hu segera melaksanakannya.


Ze membuka paksa mulut orang yang tidak dia ketahui namanya sama sekali itu lalu memasukkan pil kedalamnya. Ze menotok beberapa bagian di leher orang itu dan pil segera tertelan.


"Ap hmmm mmm mmm." Saat pria itu hendak bersuara Ze segera memasukkan kain ke dalam mulutnya dan Jin hu segera mengangkat tubuh pria itu lalu membawanya masuk ke batu dimensi.


"Huh aman sudah. Aku akan meracik ramuan untuk memperlancar aliran darah buat pangeran Rong yuo dulu baru kita keluar." ucap Ze.


"Ya baik aku akan menung...." Jin hu tidak jadi meneruskan kalimatnya saat melihat Hui tu yang tengah bertapa di atas batu tapa.


"Siapa pria itu?" tanya Jin hu.


"Oh itu adalah Hui tu yang mendapatkan tubuh baru setelah dia berhasil melepaskan diri dari segel telurnya." jawab Ze.


"Mengapa pencapaiannya sangat rendah? Dia bahkan hanya sedikit di atas pencapaianmu?" tanya Jin hu.


"Itu karena tubuh yang dia dapatkan bukanlah seorang yang memiliki kultivasi. Jadi dia harus melatih dulu tubuh barunya agar kuat dan baru mulai bisa menyatukan kekuatan aslinya dengan tubuh itu." jawab Ze sambil meracik ramuan untuk pangeran Rong yuo.


"Ada satu hal yang harus kita urus juga." ucap Jin hu tiba-tiba teringat akan satu masalah yang mungkin akan terjadi jika tidak ditangani dengan benar.


"Apa itu?" tanya Ze.


"Aku sangat yakin jika nanti pasti akan ada rekan dari pria ini yang akan datang memeriksanya. Saat teman pria ini datang dan tidak menemukan dirinya, maka atasannya pasti akan curiga." jelas Jin hu.


"Kak Jin hu benar. Aku hampir melupakan satu itu." saut Ze membenarkan seraya berfikir.

__ADS_1


Ze tiba-tiba tersenyum bahagia sambil menatap dengan mata berbinar Hui tu yang sedang duduk bertapa.


"Ah aku ada ide!" seru Ze penuh semangat membuat Jin hu menatapnya penasaran. Bahkan Hui tu kini kembali membuka matanya karena terganggu dengan seruan Ze.


"Mengapa kau sangat suka berisik?" tegur Hui tu kesal.


"Aku mendapat ide yang sangat bagus untuk mengatasi masalah si penyusup ini." ucap Ze penuh semangat mengabaikan gerutuan Hui tu.


"Apa itu?" tanya Jin hu penasaran.


"Hm itu dia." jawab Ze sambil menunjuk Hui tu dengan dagunya.


"Ada apa dengan dia?" tanya Jin hu tidak paham maksud Ze.


"Ada apa dengan diriku?" tanya Hui tu hampir bersamaan dengan Jin hu yang juga sama tidak fahamnya dengan maksud Ze.


"Bukankah tubuh Hui tu hampir sama dengan pria ini?" tanya Ze membuat Jin hu melihat secara bergantian antara tubuh Hui tu dan tubuh pria yang dia ikat tadi dan mulai mengangguk setuju.


"Iya kau memang benar. Tubuh mereka hampir sama dan bukankah Dia akan menggunakan penutup wajah sehingga semua aman sekarang." saut Jin hu.


"Maksud kalian aku harus menyamar menjadi orang ini untuk berjaga-jaga jika temannya akan datang agar dia tidak tahu ataupun curiga?" tanya Hui tu dan Ze serta Jin hu mengangguk mengiyakan.


"Apa itu?" tanya mereka kompak.


"Pertama, jika dia adalah penyusup yang bertugas mengawasi tentu yang datang itu membutuhkan informasi darinya bukan?" tanya Hui tu dan kedua orang itu kembali kompak mengangguk.


"Tentu kita harus pastikan dulu warna suara kami setidaknya harus ada kemiripannya." jelas Hui tu.


"Ya benar." saut Ze dan Jin hu kompak.


"Lalu, kita harus tahu juga bagaimana cara mereka berkomunikasi serta cara pemberian informasinya seperti apa." jelas Hui tu.


"Kalau masalah itu aku ada cara untuk cari tahu." ucap Ze tersenyum misterius menatap pria yang sedang meronta berusaha lepas dari ikatan Jin hu.


Ze melepaskan kain dari mulut pria itu dan pria itu mulai berteriak-teriak.


"Siapa kalian?" tanyanya dengan nada tinggi.


"Lepaskan aku!" serunya.


"Mengapa kalian menyekapku?" tanyanya dan tak ada jawaban dari 3 orang yang sedang mengamatinya itu.

__ADS_1


"Tolong....!" serunya.


"Tok." Ze menotok pria itu hingga mematung kembali.


"Terlalu berisik. Jika kau masih terus berteriak-teriak aku akan membuatmu menjadi santapan hewan liar." ancam Ze.


"Tok." Ze kembali menotok pria itu.


"Apa yang kalian inginkan dariku?" tanya pria itu dengan nada lebih pelan.


"Informasi." jawab Ze.


"Mustahil kau akan mendapatkan itu dariku." ucap pria itu sarkas.


Ze melihat gelagat mencurigakan dari pria tadi dan segera menotoknya lagi. Ze mengiris bibir bawah pria tadi dan mendapatkan pil kecil tertanam di dalamnya.


"Apa itu?" tanya Jin hu.


"Hanya racun biasa saja aku sudah mengotori tanganku hanya untuk hal tidak beguna ini." ucap Ze.


Ze menabur pil yang sudah dia haluskan pada luka pria tadi dan seketika darahnya berhenti mengalir.


"Kau fikir bisa mati hanya dengan pil murahan ini? Untuk saat ini, seribu butirpun tak akan bisa membuatmu menemui Raja neraka." ucap Ze sarkas.


Ze kembali menotok pria tadi saat pria tadi membuka mulut ingin berbicara Ze segera memasukkan pil kejujuran dalam mulutnya dan menotoknya agar pil segera tertelan.


"Apa lagi yang kau berikan padaku?" tanya pria itu panik.


"Tenang saja itu bukan racun. Pil itu hanya akan membuatmu menjawab jujur setiap pertanyaanku." jawab Ze.


"Bukankah kau sudah memberi dia pil penawar segala racun padanya?" tanya Jin hu.


"Ya benar. Lalu apa? Pil ini bukanlah racun yang akan melukai tubuh. Pil ini hanya mempengaruhi otak untuk membuat pemilik tubuh terpaksa menjawab jujur setiap pertanyaan." jawab Ze menjelaskan.


"Pil penawar segala racun hanya akan bereaksi pada benda asing dalam tubuh yang mempengaruhi kesehatan tubuh atau melukai tubuh. Jadi tidak akan bereaksi pada pil kejujuran milikku ini." helas Ze lagi.


"Oh baiklah aku mengerti sekarang. Aku rasa warna suara orang ini sama dengan Hui tu. Jadi aman untuk itu." saut Jin hu.


jangan lupa dukung author dan juga tentunya aksi dari Ze dengan jangan bosan untuk


Vote, like dan koment

__ADS_1


__ADS_2