
"Sediakan apa yang dibutuhkan Putri Ze!" seru Raja Ruo penuh semangat karena penasaran ingin melihat apa yang ingin di lakukan Ze.
"Baik Yang Mulia Raja...!" saut 2 orang prajurit yang memang berada di dalam sana untuk siap sedia saat dibutuhkan.
Tidak lama setelah itu, semua bahan yang dibutuhkan oleh Ze telah tersedia di depan semua orang yang hadir di dalam ruang sidang itu. Ze segera berjalan menghampiri bahan- bahan dan alat untuk membuat penyaringan air sederhana itu.
Ze melihat dan memeriksa seluruh bahan dan alat yang telah di sediakan itu dan tersenyum lalu mengangguk puas.
"Ya semua telah tersedia." ucap Ze.
"Kalian berdua bantu aku di sini." ucap Ze menatap pada dua orang dari beberapa prajurit yang baru masuk tadi membawa bahan-bahan dan alat yang dia minta tadi.
"Baik putri." saut kedua orang prajurit itu sambil menunduk hormat.
"Maaf putri, tapi biarkan panglima ini yang membantu putri." ucap panglima Xiu yang sangat penasaran ingin melihat langsung benarkah air keruh dan bau dapat berubah jernih seketika itu juga.
"Anda dapat membantu jika anda ingin panglima." ucap Ze.
"Ah kalian tolong sediakan air kotor dan bawa ke sini. Jika bisa air serupa dengan yang ada di desa itu." ucap Ze.
"Kebetulan sekali jika itu yang putri inginkan. Karena kemarin ada utusan yang membawa kesini contoh air yang mereka ambil langsung dari sumur warga di desa Huizi itu." ucap panglima Xiu.
"Bagus kalau benar seperti itu bawa kemari air itu." ucap Ze semangat.
"Ambil dan bawa ke sini contoh air dari desa Huizi yang kemarin tiba itu." ucap panglima Xiu pada prajurit yang masih berada di dalam ruang sidang itu.
"Baik panglima Xiu." saut 2 prajurit yang di hentikan oleh Ze untuk keluar tadi.
Jin hu melangkah mendekati Ze dan berdiri tepat di sebelah Ze. Dia merangkul pinggang Ze karena kesal dan cemburu kekasihnya itu ditatap kagum oleh pejabat muda di ruangan itu.
"Biar aku yang membantumu." ucap Jin hu.
Banyak mata yang menatap tidak percaya Jin hu merangkul seorang gadis di depan banyak orang. Karena dari informasi yang meraka ketahui, Jin hu sangat anti menyentuh gadis.
__ADS_1
"Ah aku hampir lupa memberi tahu jika putri Ze ini adalah calon istri dari Jin hu. Calon permaisuri tunggal dari istana atas awan milik Jin hu." ucap Raja Ruo membuat semua yang hadir terbelalak.
Banyak mata menatap kagum dan juga iri pada Ze dan juga Jin hu. Mereka yang tua tentu menginginkan menantu sehebat Jin hu dan juga sejenius Ze. Sedang pejabat muda tentu menginginkan pasangan seperti Ze yang cantik juga jenius. Tapi sayang orang jenius dan hebat itu justru akan saling melengkapi berdua tidak ada jalan bagi mereka untuk memiliki salah satunya sebagai menantu atau pasangan.
Jin hu beruntung mendapat calon istri cantik dan juga sangat jenius dan Ze juga beruntung mendapat Jin hu yang begitu hebat dan memiliki istana yang walau kecil namun memiliki sumberdaya dan kekayaan melimpah.
"Baik sekarang tolong buat lubang yang pas untuk bambu itu masuki di dinding bawah wadah air itu." ucap Ze dan Jin hu segera melakukannya.
"Masukkan sebagian sabuk itu dan rapikan di dasar wadah itu." ucap Ze setelah Jin hu selesai membuat lubang dan menancapkan bambu pada lubang tersebut. Jin hu dan panglima Xiu segera melakukan sesuai instruksi dari Ze.
"Masukkan arang-arang itu dan tebar secara merata." ucap Ze dan kedua orang itu segera melakukannya.
"Sudah." ucap Jin hu.
"Masukkan lagi sebagian sabuk itu dan susun rapi di atas arang." ucap Ze dan dua orang pria itu melakukannya tanpa tanya dan protes.
"Sudah." ucap Jin hu.
"Masukkan kerikil-kerikil itu lalu susun rapi dan di atasnya masukkan dan susun sebagian sabuk lagi." ucap Ze dan segera Jin hu dan panglima Xiu laksanakan.
"Simpan saja di sana." ucap Ze sambil menunjuk tempat yang dia maksud.
"Baik putri." saut mereka dan segera menaruh wadah berisi air kotor itu.
"Sudah." ucap Jin hu lagi saat selesai menyusun sabuk dalam wadah penyaringan yang mereka sedang buat.
"Hm sekarang masukkan pasir-pasir itu lalu rapikan dan terakhir sisa sabuk itu." ucap Ze.
"Sudah selesai." ucap Jin hu dan Ze tersenyum puas melihat hasil kerja sama antara Jin hu dan panglima Xiu.
"Bisa sediakan meja untuk tempat wadah penyaringan ini dan sebuah wadah lagi untuk tempat air hasil saringan airnya nanti?" pinta Ze.
"Baik putri Ze." jawab prajurit yang di tanyai Ze.
__ADS_1
Setelah semua yang dibutuhkan Ze telah siap dan wadah penyaringan telah di letakkan di atas meja, Ze meminta 2 orang prajurit itu menuang air kotor tadi ke dalam wadah penyaringan.
Semua orang merasa puas mendengar berbagai penuturan dari Ze tentang berbagai langkah penanganan masalah yang tengah mereka bahas.
Mereka juga sangat takjub melihat air yang sangat keruh yang berubah menjadi jernih seketika.
"Wow ajaib." seru panglima Xiu takjub melihat air jernih perlahan keluar dari bilah bambu yang tertancap pada wadah penyaringan itu.
"Itu sungguh sebuah keajaiban." seru mentri Bing melihat air jernih itu juga.
Sementara semua orang menatap kagum ke arah Ze, beberapa orang justru menatap tidak suka dengan jeberhasilan Ze meyakinkan yang lain.
Sidang pejabat tinggi istana selesai dengan Ze sebagai bintang yang di kagumi hampir semua peserta sidang.
Ze melihat peluang menyingkirkan mentri Yun terlebih dulu sehingga dia membisikkan pada Jin hu agar menyampaikan pada Raja Ruo untuk mengutus mentri Yun yang mengawasi secara langsung tugas pembuatan penyaringan air di desa yang di maksud dalam 1 hari. Karena Ze yakin dapat membuat setidaknya 3 topeng dalam batas waktu itu di dalam batu dimensinya.
"Aku meminta mentri Yun dan tentu orang yang bisa dia percaya untuk mengawasi langsung proses pembuatan penyaringan air di desa itu." ucap Raja Ruo dan lagi-lagi menggunakan kata meminta.
"Mentri ini akan melakukannya Yang mulia tidak perlu meminta cukup memberi perintah." saut metri Yun sambil tertunduk.
"Baik Mentri Yun dan orang-orangnya dapat pergi besok pagi untuk mengawasi langsung pelaksanaan pembuatan penyaringan di desa itu." ucap Raja Ruo.
"Baik Yang mulia Raja." saut Raja Ruo.
"Apa masih ada yang perlu dibahas lagi?" tanya kasim yang tadi bersuara mewakili Raja Ruo lagi.
"Karena sudah tidak ada kita akhiri sidang hari ini." ucapnya lagi.
Ze dan Jin hu segera keluar untuk bisa melihat siapa saja yang ikut dengan rombongan mentri Qin dan mentri Yun di luar sana.
"Cukup banyak juga pengikutnya." ucap Ze dan Jin hu mengangguk mengiyakan.
"Sudahlah ayo kita kembali saja biarkan Xi an dan Fu kin yang mengawasi mereka saja. Aku sudah hafal wajah mentri Yun dan 2 orang kepercayaannya itu. Cukup mereka saja yang di buat pengganti." ucap Ze dan mereka segera pergi dari sana.
__ADS_1
Jangan lupa terus dukung Author dengan memberikan Vote like dan koment.