
"Mengapa aku menuliskan nama ini?" gumam gadis itu saat melihat tanah yang dia tidak sengaja gores dengan ranting membentuk sebuah nama "Jin hu" itulah nama yang dia toreh. Ya memang benar, gadis yang saat ini sedang kehilangan ingatan itu adalah Ze.
Ze memegang kepalanya yang terasa sakit saat dia berusaha mengingat tentang dirinya. Karena merasa jika berusaha mengingat adalah hal yang sangat menyakitkan dan membuat dia menderita sakit kepala yang semakin parah, Ze memutuskan untuk berbaring saja.
"sebaiknya aku mencoba perlahan saja untuk bisa mengingat apa saja tentang diriku yang terlupakan. Jika aku memaksakan diri seperti ini, aku akan semakin menderita sakit kepala yang menyakitkan ini." gumam Ze lalu kembali membaringkan dirinya di atas dedaunan kering yang menjadi tempat dia berbaring selama dia tidak sadarkan diri sebelum ini.
Di luar gua Liyang sudah menunggu kedatangan Ruri sang adik untuk membahas masalah gadis yang dia anggap sebagai pengganti kekasih hatinya yang telah tiada itu.
"Kakak...!" panggil Ruri.
"Ada apa kak? Mengapa kakak mengatakan kebohongan kepada gadis itu?" tanya Ruri.
"Jangan katakan bahwa kau ingin menghidupkan kembali sosok Duoduo pada diri gadis itu." tebak Ruri dan Liyang masih terdiam.
"Sadarlah kak Liyang. Itu adalah hal yang mustahil untuk terjadi. Mereka adalah orang yang berbeda satu sama lain. Sikap, sifat dan pola pikir mereka pastinya juga berbeda. Ingat baik-baik satu hal ini. Duoduo sudah mati dan tidak akan bisa hadir kembali di dunia ini." jelas Ruri memberi pengertian kepada Liyang kakaknya itu.
"Tidak... Jangan sekali-sekali kau berani mengatakan bahwa Duoduoku sudah mati. Dia masih ada dan sekarang dia sudah kembali dari alam sana untuk hidup bersama dengan aku kekasih hatinya." bantah Liyang dengan wajah penuh amarah.
"Tapi....! " belum sempat Ruri meneruskan Kata-kata yang akan dia katakan, Liyang sudah memutuskan untuk menyudahi pembahasan mengenai Ze yang dia anggap sebagai reinkarnasi dari kekasih hatinya yang sengaja datang untuk kembali hidup bersama dengan dirinya.
"Sudah jangan kau katakan apa pun tentang identitas dia dan tentang kematian Duoduo. Yang perlu kau tahu adalah dia akan menjadi Duoduo dan akan selalu menjadi Duoduo untuk selamanya." putus Liyang lalu pergi dari sana meninggalkan Ruri yang sedang merasa kasihan dengan gadis yang harus hidup di dunia yang berbeda dari asalnya.
"Apakah kau tidak memikirkan tindakan apa yang akan dilakukan oleh ayah dan ibu kita saat tahu kau ingin hidup bersama dengan seorang manusia biasa kak? Tidakkah kau sadar jika ras kita dan gadis itu berbeda,yang berarti kalian tidak sepantasnya untuk bersama? Karena itu melawan tatanan alam yang semestinya?" gumam Ruri dengan wajah sendunya memikirkan nasib dari gadis berbeda ras dengan mereka yang dia dan kakaknya selamatkan beberapa hari lalu.
Flashback on
Saat Ze mematahkan plakat emas pemberian dari king Pheonix miliknya, tanpa sengaja Ze ternyata mematahkan plakat yang membuka gerbang menuju ke 9 negeri ajaib dan tubuhnya terlempar ke dalam salah satu gerbang yang ternyata adalah negeri naga dimana negeri itu adalah tempat yang hanya dihuni oleh seluruh ras naga.
Ze terlempar masuk ke dalam negeri naga dengan keadaan yang sangat lemah karena energi dari tubuhnya terserap saat mematahkan plakat emas.
Kepala Ze sempat terbentur batu besar hingga mengeluarkan banyak darah. Tapi karena efek dari bunga kelahiran yang Ze makan saat di lembah kematian, luka di kepala dan seluruh tubuh Ze sembuh seketika. Namun, Ze tetap tidak sadarkan diri karena energi yang hampir habis terkuras.
"Kakak Liyang....! Ada yang sedang terluka di bawah sana." seru Ruri yang sedang terbang bersama Liyang kakaknya dalam wujud asli mereka yaitu wujud seekor naga. Dia tidak sengaja melihat tubuh Ze yang tengah terbaring di rerumputan tidak sadarkan diri.
"ya kau benar. Ayo kita turun dan melihat siapa yang sedang terluka dan apa yang terjadi padanya." saut Liyang yang juga melihat sosok gadis yang terbaring di atas rerumputan itu.
Mereka segera turun dan menghampiri Ze setelah mereka berdua berubah wujud menjadi manusia. Liyang terkejut melihat ternyata wajah gadis yang dia dan adiknya ingin selamatkan itu adalah wajah yang menyerupai wajah gadis yang sangat dia rindukan selama bertahun-tahun lamanya.
__ADS_1
"Duoduo?" gumam Liyang.
"Ada banyak darah di sekitar sini dan pakaian gadis ini juga dipenuhi oleh darah. Tapi..... " belum sempat Ruri menyelesaikan kalimatnya, Liyang sudah memotong dengan pertanyaan.
"Tapi? Tapi apa? Dia kenapa? apakah dia terluka parah? Jika tubuhnya tidak terluka dan darah ini bukan dari tubuhnya mengapa dia tidak sadarkan diri?" tanya beruntun Liyang tidak sadar karena khawatir.
"Pertanyaa yang mana yang harus aku jawab?" tanya Ruri heran dengan sikap kakaknya yang seolah sangat mengenal gadis yang mereka temukan itu sehingga sangat mengkhawatirkan keadaan gadis itu.
"Maaf, aku hanya ingin tahu." ucap Liyang sedikit malu dengan kelakuannya.
"Sebaiknya kita membawa tubuh gadis ini ke tempat yang aman terlebih dahulu sebelum yang lain melihat dan mengetahui keberadaannya. Dari yang aku lihat, dia bukan berasal dari ras naga. Dia hanya seorang manusia biasa yang entah mengapa dapat terbaring tidak berdaya di negeri para naga ini." saran Ruri.
"Ya kau benar. Dia akan dalam bahaya jika ras naga lain atau bahkan ayah menemukan dia yang bukan ras naga berada di negeri naga ini." saut Liyang membenarkan ucapan adiknya itu.
Mereka akhirnya membawa tubuh Ze ke dalam sebuah gua dan memeriksa keadaannya. Karena, Ruri ternyata adalah naga dengan bakat menyembuhkan atau dalam bahasa manusia dia seperti tabib.
"Tidak ada luka sedikit pun pada tubuh gadis itu. Tapi, energi dalam tubuhnya hampir terkuras habis. Kita harus mengalirkan tenaga dalam kita pada tubuh gadis itu jika ingin dia baik-baik saja." ucap Ruri setelah memeriksa keadaan Ze.
Mereka berdua akhirnya memutuskan untuk mengalirkan tenaga dalam mereka ke tubuh Ze untuk menambah energi pada Ze. Setelah dirasa cukup, mereka berdua beristirahat karena energi yang mereka salurkan ternyata cukup banyak dan membuat mereka kelelahan.
"Lalu, bagaimana cara kita menyelamatkan Duoduo?" tanya Liyang tanpa sadar menyebutkan nama kekasihnya.
"Duoduo?" beo Ruri.
"Bukan apa-apa. Apa yang dibutuhkan untuk menyelamatkan gadis itu?" tanya Liyang.
"Daun yiyang." jawab Ruri.
"Daun yiyang?" beo Liyang tidak paham.
"Ya kita harus menemukan daun yiyang untuk menyelamatkan gadis itu." jawab Ruri.
"Di negeri hewan roh Suci, di setiap gua tapa, ada banyak tumbuh memenuhi dinding gua tumbuhan yiyang itu. Sayang sekali, aku untuk beberapa bulan ini di larang untuk memasuki negeri hewan roh Suci." ucap Liyang sangat menyesal.
"Sudahlah, sebaiknya kita mencari perlahan daun yiyang itu. Setidaknya keadaan gadis itu sudah lebih baik. Aku akan merawat gadis itu sambil mencari daun yiyang itu untuk dirinya." ucap Ruri.
"Hm aku juga akan berusaha untuk menemukan daun yiyang itu dengan cara apa pun." saut Liyang.
__ADS_1
Mereka berdua merawat Ze dengan sabar dan setiap hari akan mengalirkan energi atau tenaga dalam mereka pada tubuh Ze. Hingga beberapa hari melakukan hal sama, dan terus mencari daun yiyang, Ze akhirnya sadar namun tidak ingat apa pun termasuk jati dirinya.
Flashback off
"Sudahlah.Sebaiknya aku rawat saja dulu gadis itu dan memikirkan bagaimana cara untuk membebaskan dia dari jeratan cinta buta kak Liyang dan kemurkaan ayah nantinya. Dia tentu memiliki keluarga di dunia asalnya yang sudah pasti mencari dirinya." putus Ruri lalu pergi dari tempat itu.
"Aku akan mencari daun yiyang untuk menambah energi gadis itu. Entah mengapa walaupun tubuh gadis itu tidak terluka sedikitpun, tetapi energi kehidupan dari dalam tubuhnya sangat kurang. Bahkan sebuah keajaiban untuk dirinya yang bertubuh lemah itu dapat bertahan hidup dengan keadaan seperti sekarang ini." gumam Ruri sambil terus berjalan.
Tidak lama setelah lelah mencari di dinding tebing dan di hutan, Ruri berhenti sejenak dengan wajah kesal karena yang dia cari tidak dia dapatkan.
"Nampaknya aku harus pergi ke puncak tertinggi dari negeri naga ini untuk mendapatkan daun yiyang itu. seandainya pencapaian yang aku miliki sudah cukup untuk memasuki negeri hewan roh Suci, tentu aku tidak akan sulit untuk mendapatkan daun yiyang untuk gadis itu. Karena, kata kakak pertama di setiap gua tapa di sana pasti akan ada tumbuh tumbuhan yiyang." gumam Ruri kesal.
Ruri kemudian memejamkan mata dan menyatukan kedua telapak tangannya di depan dadanya. Setelah itu, tiba-tiba asap putih keluar dari penyatuan telapak tangan itu dan menutupi seluruh tubuh Ruri.
Setelah itu, seekor naga besar keluar dari kepulan asap tebal itu. Ya Ruri adalah seekor naga yang dapat berubah menjadi manusia begitu juga dengan seluruh mahluk yang hidup di negeri Naga itu.
Seluruh ras naga yang tinggal di negeri naga akan dapat berpindah ke negeri hewan roh Suci saat pencapaian yang mereka raih memenuhi syarat untuk itu.
Ruri yang berwujud naga segera terbang menuju ke arah puncak gunung tertinggi yang ada di negeri naga.
"Huft aku harus mulai mencari dari sebelah mana dulu?" tanya Ruri pada dirinya sendiri.
"Semoga keberuntungan gadis itu besar untuk dapat hidup normal lebih lama. Jika tidak, aku bisa setengah mati mencari daun yiyang untuk dirinya. Karena daun yiyang itu adalah daun langka di negeri naga ini." gumam Ruri lalu mulai mencari daun yiyang setelah sebelumnya dia telah berubah kembali menjadi wujud manusia.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan pada novel ini.
jangan lupa untuk tetap terus memberikan dukungan kalian untuk novel kesayangan kita ini dengan banyak memberikan
vote, like dan komen
salam hangat dari author
selamat membaca
__ADS_1