Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
hilang ingatan 3


__ADS_3

"Semoga keberuntungan gadis itu besar untuk dapat hidup normal lebih lama. Jika tidak, aku bisa setengah mati mencari daun yiyang untuk dirinya. Karena daun yiyang itu adalah daun langka di negeri naga ini." gumam Ruri lalu mulai mencari daun yiyang setelah sebelumnya dia telah berubah kembali menjadi wujud manusia.


Ruri mulai mencari daun yiyang di setiap batang pohon dan di setiap dinding gua juga tebing. Setelah cukup lama mencari daun yiyang untuk Ze, akhirnya Ruri dapat menemukan keberadaan daun yiyang di dalam sebuah gua yang ternyata di dalam sana saat ini tengah ada seekor naga yang sedang bertapa.


"Aku harus mengambil daun yiyang itu dengan sangat hati-hati jika tidak ingin berhadapan dengan paman gouru yang sedang bertapa di dalam sana." gumam Ruri lalu melangkah dengan sangat pelan mendekati di mana tanaman yiyang itu tumbuh merambat.


Ruri melangkah sepelan mungkin, sebisa mungkin Ruri tidak ingin ada satu suara pun yang akan timbul pada setiap langkah dan setiap gerakannya.


"Huft... berhasil juga." ucap Ruri saat dia telah berada di luar gua setelah berhasil memetik beberapa lembar daun yiyang yang dia cari.


"Sebaiknya aku segera kembali ke gua untuk memberikan daun yiyang ini pada gadis itu. Aku juga tentu tidak ingin ketahuan oleh paman gouru bahwa aku memetik daun yiyang yang dia jaga. Aku dapat menebak jika paman tidak akan mau berbagi daun yiyang pada siapapun dan dia akan mengamuk saat tahu daun yiyang miliknya ada yang memetiknya."gumam Ruri lalu segera pergi dari tempat itu.


Ruri segera masuk ke dalam gua saat dia telah kembali berubah menjadi wujud manusia. Di dalam gua Ze sedang termenung seperti sedang memikirkan sesuatu.


"Kau sudah bangun rupanya." ucap Ruri membuyarkan lamunan Ze.


"Apakah kau merasakan sesuatu yang tidak nyaman pada tubuhmu?" tanya Ruri.


"Tidak. Aku hanya merasakan jika tubuhku ini begitu lemah, tidak bertenaga sama sekali." jawab Ze.


"Hal itu juga yang sedang aku pikirkan tentang dirimu. Bagaimana bisa kau kehabisan banyak energi setiap saat. Walaupun sudah berkali-kali aku juga kakak Liyang sudah memberikan aliran energi pada tubuhmu, energi itu akan berangsur-angsur berkurang seperti ada yang menghisap energi dari dalam tubuhmu." ucap Ruri.


"Apakah hal seperti ini sudah pernah terjadi sebelumnya?" tanya Ze ingin tahu.


"Seingat aku, hal seperti itu tidak pernah terjadi. Itulah yang membuat aku semakin tidak paham apa yang menjadi penyebab terkuras nya energi dari dalam tubuhmu." jawab Ruri.


"Saat kami menemukan dirimu pertama kali waktu itu, saat itu kau tidak sadarkan diri, di sekitar tubuhmu juga di seluruh pakaian yang kau kenakan saat itu, ada banyak darah dengan aroma dirimu yang artinya darah itu berasal dari tubuhmu. Tapi, ada satu hal aneh yang sampai saat ini aku juga kak Liyang tidak dapat menemukan jawabannya."jelas Ruri.


"Apa itu?" tanya Ze.


"Eh tapi tunggu dulu. Aku juga ingin menanyakan beberapa hal pada dirimu." ucap Ze membuat Ruri mengernyitkan alisnya karena penasaran dengan apa yang akan ditanyakan Ze padanya.


"Apa yang ingin kau tanyakan padaku?" tanya Ruri.

__ADS_1


"Jika memang benar aku adalah calon istri dari kakakmu itu, lalu mengapa kau mengatakan jika kau baru pertama kali bertemu dengan diriku? Apa yang kau maksud dengan darah beraroma diriku apakah ada cara untuk mengetahui jejak darah?" tanya Ze membuat Ruri tidak mampu berkata apa-apa. Ruri tidak ingin berbohong pada gadis lemah yang dia rawat itu. Tapi, dia juga takut membayangkan kemurkaan dari kakaknya jika tahu dirinya membongkar kebohongan kakaknya itu.


"Mengenai itu...." belum sempat Ruri menyelesaikan kalimat yang akan dia ucapkan, tiba-tiba suara kakaknya Liyang menginterupsi ucapannya itu.


"Tentu saja dia tidak mengenali dirimu Duoduo. Kita menjalin hubungan dengan sembunyi-sembunyi tanpa sepengetahuan keluarga kita masing-masing. Tentu saja rencana pernikahan kita juga kita rencanakan dengan diam-diam tanpa seorang pun yang tahu." ucap Liyang yang tiba-tiba saja datang dari luar dan langsung menginterupsi ucapan adiknya itu yang dia dapat tebak bahwa adiknya itu ingin membongkar kebohongan yang dia ceritakan pada gadis yang dia anggap sebagai kekasih yang datang kembali untuk menemani dirinya.


"Mengapa harus diam-diam?" tanya Ze masih tetap tidak dapat menerima apa yang pemuda di depannya itu katakan tentangnya.


"Karena perbedaan ras kita berdua, sudah pasti tidak akan ada yang menyetujui hubungan kita berdua." jawab Liyang.


"Perbedaan ras?" beo Ze heran dan bingung dengan maksud dari jawaban Liyang.


"Ya kita berdua berbeda ras." jawab Liyang.


"Karena kau lupa, maka aku akan menjelaskan kembali ke pada dirimu tentang hubungan kita ini." lanjut Liyang.


"Kita berdua bertemu saat aku sedang keluar dari sembilan negeri ajaib dan berkeliling melihat-lihat untuk mempelajari segala sesuatu tentang manusia dan tempat yang mereka huni." jelas Liyang sambil mengamati ekspresi wajah Ze.


" Tunggu dulu. Kau adalah seekor naga?"tanya Ze.


"Ya itulah yang membuat kita harus menyembunyikan hubungan kita berdua. Karena, aku adalah ras naga sedang kau adalah manusia." jawab Liyang.


"Jika memang aku dan kau saling menyayangi seperti yang kau katakan itu, mengapa kau mengatakan bahwa aku pergi dan lari dari pernikahan itu?" tanya Ze lagi karena masih tidak bisa menerima apa yang dikatakan oleh pria yang mengaku calon suaminya itu sebagai kenyataan.


"Saat kita akan mengadakan pernikahan, kau termakan hasutan mereka yang tidak menyukai hubungan kita berdua hingga kau pergi dari sisiku. Saat kau sadar bahwa aku tidak bersalah, kau kembali dan mengalami kecelakaan yang menyebabkan kau terluka dan melupakan semua tentang kita berdua."jawab Liyang.


Sebenarnya apa yang dikatakan oleh Liyang tidak semua bohong. Tapi, itu kisah tentang dirinya dengan Duoduo kekasih hatinya bukan tentang dia dan Ze. Sehingga, ekspresi pada wajah Liyang seolah orang yang mengatakan kebenaran.


"Tapi, aku tidak memiliki sedikit pun kesan tentang dirimu bahkan kau dan tempat ini sangat terasa asing bagiku." ucap Ze.


"Tidak mengapa. Kau harus banyak beristirahat untuk saat ini. Maka dari itu, kau tidak perlu memikirkan banyak hal dulu." ucap Ruri yang tidak nyaman mendengar kebohongan keluar dari mulut kakaknya itu.


Ruri jadi merasa bersalah pada gadis yang sedang terluka dan bingung itu. Dia sudah mantap akan membantu gadis itu keluar dari negeri naga. Karena, dia mulai memikirkan tentang kemungkinan penyebab energi pada tubuh Ze selalu terserap adalah karena tubuh Ze tidak cukup mampu beradaptasi dengan lingkungan dan energi yang berada di negri naga itu.

__ADS_1


"Aku harus bisa meyakinkan kakak untuk melepaskan gadis ini. Kasihan dia jika harus menderita hidup di Negeri yang sangat jauh berbeda dari negeri asalnya. Aku khawatir jika apa yang terjadi pada tubuh gadis ini, itu karena lingkungan di negeri naga sangat jauh berbeda terutama tentang perputaran energi dari negeri asal gadis ini." batin Ruri.


"Kak Liyang, kita harus bicara berdua. Ada hal yang ingin aku sampaikan pada kakak." ucap Ruri sedikit ragu.


"Baik ayo kita bicara di luar saja kalau seperti itu." Saut Liyang.


"Beristirahatlah karena tubuhmu masih sangat lemah, kau harus lebih banyak beristirahat." ucap Liyang lembut sambil mengelus lembut kepala Ze.


Sekelebat bayangan seorang pria tersenyum sambil mengusap lembut kepalanya kembali Ze lihat. Ze termenung memikirkan wajah samar pria yang dia lihat dalam ingatannya itu. Sangat jauh berbeda dengan pria yang saat ini berada di depannya dan mengakui dirinya sebagai calon istri.


"Makan daun yiyang itu sebelum kau beristirahat agar tubuhmu bisa sedikit lebih bertenaga. Cukup satu lembar saja yang kau makan. Karena, tidak akan baik bagi tubuhmu jika kau memakan lebih dari satu lembar." ucap Ruri sembari memberikan peringatan tentang daun yiyang pada Ze.


"Saat tubuhmu kembali terasa melemah, kau dapat memakan kembali satu lembar daun yiyang itu." lanjut Ruri dan Ze hanya mengangguk lalu memakan satu lembar daun yiyang pemberian dari Ruri itu.


Ruri dan Liyang tersenyum melihat Ze memakan daun yiyang itu lalu berbaring. Mereka berdua saling memberi kode untuk keluar dari gua untuk berbicara di luar.


Hai para pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas."


Mohon maaf atas keterlambatan up episode belakangan ini. Kesibukan author di luar novel sedang tidak memberikan author waktu cukup untuk up banyak dan tepat waktu.


Terima kasih atas pengertian kalian dan mohon tetap dukung novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas" ini dengan terus memberikan Vote, like dan komen kalian semua.


Salam hangat dari author


selamat membaca


Terima kasih


author

__ADS_1


__ADS_2