
"Aku dapat melihat jika semua orang merasa keberatan aku berada di dalam sini. Sebaiknya aku menunggu di luar saja Yang mulia." ucap Ze.
"Tidak ada yang dapat mengusir penyelamat diriku dari ruangan ini. Kami juga membutuhkan putri Ze untuk menyampaikan pendapat untuk mengatasi banjir di desa Juoju sama seperti di kerajaan milik kaisar Liang itu." jelas Raja Ruo dan sudah banyak dari mereka mengangguk setuju.
"Maaf jika panglima ini lancang bertanya pada yang mulia Raja. Tapi, apakah benar jika putri ini adalah yang memecahkan masalah banjir di salah satu desa di kerajaan Doucan?" tanya panglima yang tadi angkat suara tentang penolakan secara halus kehadiran Ze dalam ruang sidang.
"Apakah kau meragukan aku panglima Sin?" tanya Raja Ruo dengan nada tidak suka.
"Bu bukan seperti itu Yang mulia Raja. Pa panglima ini hanya ingin memastikan saja." jawab panglima Sin gugup dengan menunduk dan keringat sudah membasahi wajahnya karena takut jika telah menyinggung Rajanya itu.
"Siapa lagi yang masih merasa keberatan dengan kehadiran putri Ze di ruangan ini?" tanya Raja Ruo dan tidak satu pun lagi dari mereka yang berani bersuara kontra lagi tentang Ze di dalam ruang sidang itu.
"Hm karena sudah tidak ada lagi yang merasa keberatan, mari kita mulai sidang untuk membahas masalah yang tengah terjadi di beberapa desa yang terletak di perbatasan kerajaan ini." ucap Raja Ruo sambil mengangguk senang.
Akhirnya sidang pembahasan masalah banjir dan berbagai masalah di beberapa wilayah kerajaan dimulai. Ze mengusulkan hal yang hampir serupa pada masalah banjir di desa juoju dengan saat memecahkan masalah banjir saat di istana kaisar Liang. Karena permasalahan dari dua tempat itu hampir sama.
"Aku kira cara penanganan banjir di desa Juoju ini bisa di samakan dengan masalah banjir di kerajaan Doucan. Sebaiknya di buat parit-parit yang akan mengalirkan air ke sungai dan tidak lupa menggali pasir dan memindahkannya dari tengah sungai kedalam kantung-kantung besar dan menyusunnya di tepian sungai untuk mencegah pengikisan tanah tepi sungai dan itu harus selesai sebelum musim penghujan tiba." jelas Ze.
"Tentu kita memerlukan tenaga tambahan untuk dapat menyelesaikan semua sebelum musim penghujan di mulai. Karena, sebentar lagi musim hujan akan tiba, tentu kita memerlukan tenaga tambahan yang sangat besar jumlahnya untuk menyelesaikannya." ucap mentri Qin dan semua mata mulai menatap ke arahnya.
"Ya tentu kita membutuhkan itu." jawab Ze santai.
"Tapi di mana kita akan mendapatkan tenaga dalam jumlah besar dan dalam waktu yang begitu singkat?" tanya mentri Qin.
"Tidak mungkin kita akan mengerahkan seluruh prajurit di sini untuk membantu di sana bukan? karena itu akan mengancam ke amanan istana. Jika waktu dan tenaga tidak cukup sama saja dengan usaha yang terbuang sia-sia karena galian itu akan tertimbun kembali dengan air bah." ucap metri Qin yang masih tetap tidak suka dengan Ze.
__ADS_1
Dia berusaha mencari celah agar dapat membuat ucapan Ze terdengar seperti omong kosong belaka. Beberapa orang mulai saling berbisik lagi dan kembali meragukan Ze.
"Hanya seekor anak ayam sudah berlagak menjadi pheonix di istana ini. Huh gadis kecil sepertimu belum saatnya unjuk gigi di hadapanku. Aku akan membuat dirimu keluar dari ruangan ini dengan tertunduk malu." batin Mentri Qin sambil tersenyum sinis menatap Ze.
Raja Ruo mulai geram mendengar penuturan mentri Qin yang mencoba menjatuhkan Ze di hadapan semua orang di ruangan itu. Namun Raja Ruo berusaha menahan emosi melihat wajah tenang Ze yang menandakan bahwa Ze masih dapat mengatasi situasi yang ada.
"kurang ajar mentri Qin berusaha mematahkan usulan putri Ze. Aku dapat menduga jika tujuannya adalah agar putri Ze malu dan aku terlihat seperti sebuah lelucon karena mengundang putri Ze ke sini." batin Raja Ruo.
"Itu bukanlah masalah yang terlalu sulit menurut aku. Kita pergunakan saja rakyat sekitar untuk menjadi sumber tenaga tambahan untuk membantu menggali parit dan sungai serta memindahkan pasir. Mereka tentu tidak akan menolak karena memperoleh keuntungan ganda nantinya." jelas Ze.
"Keuntungan ganda?" beo beberapa orang tidak paham.
"Tentu keuntungan ganda karena selain bisa mencegah bencana banjir di desa mereka, mereka juga mendapatkan penghasilan tambahan dari menjadi buruh gali di dalam pelaksanaan rencana pencegahan banjir itu." jelas Ze.
"Kalian tidak mungkin akan menggunakan tenaga mereka tanpa memberi mereka upah bukan?" tanya Ze penuh selidik.
Mendengar penuturan Ze, mereka semua mengangguk paham dan setuju. Mentri Qin merasa kesal dan marah mendapati jika pendapat dari Ze yang justru mendapat persetujuan.
"Baik jika semua sudah paham dan setuju dengan usulan dari putri Ze, maka aku akan meminta mentri Qin untuk mengawasi langsung menggantikan aku di sana untuk 1 minggu di sana memastikan semua aman dan berjalan sesuai rencana." Raja Ruo sengaja menggunakan kata meminta bukannya mengutus agar mentri Qin tidak memiliki jalan untuk menolak.
"Baik yang mulia." jawab mentri Qin pasrah.
Raja Ruo tersenyum puas karena semua berjalan sesuai rencana berkat Ze yang begitu pandai memecahkan masalah. Tidak hanya dapat menyingkirkan mentri Qin, masalah banjir juga dapat teratasi.
"10 hari dari sekarang kau dapat berangkat dari kota menuju ke desa Juoju itu." ucap Raja Ruo membuat banyak orang di sana heran dan bingung.
__ADS_1
"Maaf jika hamba lancang mempertanyakan keputusan Yang mulia Raja, tapi mengapa harus 10 hari mentri Qin baru berangkat Yang mulia?" tanya mentri Bing sambil menunduk hormat.
"Agar mentri Qin tidak perlu terlalu lama di sana." jawab Taja Ruo.
"10 hari itu artinya jika pekerjaan berjalan baik dan semua berusaha sekuat mungkin menjalankan tugasnya, saat mentri Qin tiba di sana pekerjaan sudah mencapai 60 persen hingga 70 persen selesai. 1 minggu di sana kemungkinan besar semua rampung. Saat mentri Qin kembali beliau sudah bisa melaporkan hasil kerja secara menyeluruh." jelas Ze.
"Masih ada yang mau bertanya atau menolak usulan dari putri Ze?" tanya Raja Ruo.
"Baik karena tidak ada lagi yang keberatan ataupun bertanya lagi, sekarang saatnya pembahasan masalah berikutnya." seru kasim yang berdiri di sebelah kiri Raja Ruo.
Ze juga memberi solusi jitu untuk mereka menghadapi krisis air bersih di daerah lain dengan mempraktekkan kepada mereka cara membuat penyaringan air tradisional yang dia peroleh di kehidupan yang sebelumnya dia jalani.
"Apa semua sumber air di desa itu mengeluarkan air hitam dan bau?" tanya Ze.
"Betul putri." jawab panglima Xiu.
"Aku dapat mengajari kalian merubah air kotor dan hitam menjadi jernih seketika." ucap Ze membuat beberapa orang menatap seolah ragu.
"Aku hanya butuh kalian sediakan sebuah wadah air yang cukup besar, sabut kelapa yang sudah di buang bagian kasar luarnya lalu diuraikan, arang dari tempurung kelapa,pasir serta kerikil yang sudah di bersihkan dan sebilah bambu kecil." ucap Ze.
"Sediakan apa yang dibutuhkan Putri Ze!" seru Raja Ruo penuh semangat karena penasaran ingin melihat apa yang ingin di lakukan Ze.
"Baik Yang Mulia Raja...!" saut 2 orang prajurit yang memang berada di dalam sana untuk siap sedia saat dibutuhkan.
Tidak lama setelah itu, semua bahan yang dibutuhkan oleh Ze telah tersedia di depan semua orang yang hadir di dalam ruang sidang itu. Ze segera berjalan menghampiri bahan- bahan dan alat untuk membuat penyaringan air sederhana itu.
__ADS_1
Ze melihat dan memeriksa seluruh bahan dan alat yang telah di sediakan itu dan tersenyum lalu mengangguk puas.
Jangan lupa selalu dukung Author dengan terus berikan Vote like dan koment