Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kembali bersandiwara


__ADS_3

Ze berpura pura kesakitan dan tidak menyadari jika mereka telah mengepung dirinya saat ini.


"akh pinggangku sakitnya akh. huh dasar atap sialan mengapa me.buat aku tergelincir. Sudah...... (ze berpura pura baru menyadari kerumunan orang yang menatap dengan marah padanya) oh hai semua aku mengganggu ya he he (ze menyengir polos).


Maaf aku hanya jalan jalan dan penasaran manjat eh terpeleset dan jatuh mengganggu kalian.


Silahkan di lanjut akh saya pemisi pulang tidak mengganggu lagi." ze berpura pura kesusahan untuk bangkit berdiri.


"Akh pinggangku ah oh salitnya bisakah kalian membantu aku?" ucap ze


"Bawa dia kesini." titah yang berbaju merah


"Baik ketua" jawab mereka kompak dan segera memapah tubuh ze ke arah ketua mereka itu.


"Tatap mata aku" ucapnya dan tanpa ragu ze segera menatapnya


"jawab aku kau siapa?" tanyanya sambil mengangkat tangannya mengarah ke wajah ze tapi tak sampai menyentuhnya.


"Aku Putri Ze lan dari kerajaan Fanrong tapi aku lebih suka di panggil ze." jawab ze dengan datar tanpa ekspresi seolah orang yang telah di kuasai fikirannya.


"Mengapa kau ada di sini" tanyanya lagi masih pada posisi tadi


"aku tak sengaja melihat rombongan bertopeng saat masuk kemari dan penasaran maka aku mengikuti kalian hingga memanjat dan terjatuh." jawab ze

__ADS_1


"Mengapa aku tak merasakan tanda tanda keberadaanmu?" tanyanya lagi


"Ada pil yang entah apa namanya pemberian seseorang dia bilang berguna saat aku bersembunyi maka aku telan tadi saat menyadari ada rombongan mendekat di gerbang desa." jawab ze


"Dia aman bawa dia kepada hewan suci kesayangan sang Dewa." ucap sang ketua dia menyebut iblis sembahannya sebagai dewa agar pengikutnya bisa percaya dan tunduk padanya.


Ze sungguh di bawa kedepan sangkar burung yang di maksud hui tu tadi mengetahui itu ze senang tapi berusaha memasang wajah datar dan tatapan kosong.


Sementara itu sang pemimpin terbang ke atas atap di mana ze tergelincir tadi untuk memastikan jika ze hanya sendiri atau memiliki rekan lainnya.


Setelah memastikan bahwa tak ada orang lain di atas sana dia menghampiri ze. Diambilnya segelas air lalu di taruh di depan sangkar.


Ze melihat ada asap hitam samar keluar dari bawah kaki kiri burung naik hingga tampak seolah keluar dari mulut burung dan masuk ke dalam gelas itu.


"Minum saja air itu jika mereka menyuruhmu meminumnya. Aku telah memasukkan kantung kecil di mulutmu sehingga air itu akan tertampung di sana.


"Baik terima kasih." ucap ze


"Minumlah air di gelas ini hingga habis." titahnya dan di lakukan ze tanpa protes lagi.


Dia menggores lengan ze dengan belati kecil dan ze menahan perih dengan terus berusaha tanpa ekspresi. Tak sulit bagi ze berpura pura dan luka sekecil itu hal biasa bagi ze mengingat pelatihannya di zamannya.


Mereka meninggalkan ze di sana saat merasa jika ze aman untuk di biarkan.

__ADS_1


"Mari lanjutkan upacara persembahan kita. Biarkan dia di sini saja setelah usai kita baru membawa dia ke kurungan." ucap sang ketua


"Baik ketua" jawab mereka kompak


"Bawa kesini ibu dari bayi ini dan minumkan air suci untuk menyucikan tubuhnya sebelum bertemu dewa." ucap sang ketua


Air suci yang di maksud justru obat per***sang agar dia kembali bisa berhubungan dengan pria yang telah di siapkan untuk kembali hamil agar mereka tak kekurangan tumbal.


Setelah meminum air pemberian mereka wanita itu mulai memerah wajahnya dan napasnya mulai memburu.


"Bawa dia ke tempat dewa dan biarkan dia melayani dewa agar menerima berkahnya lagi." ucap sang pemimpin meyakinkan.


Wanita tadi di bawa kesebuah bangunan terpisah di sebelah bangunan besar tadi.


Sedang jin hu dan yang lain sudah kembali di tempat pengintaian mereka di atas atap bersiap melakukan tugas menunggu kode dari ze.


jangan lupa vote like dan komentnya oke


selamat membaca


semoga harimu menyenangkan


terima kasih

__ADS_1


author


😊😊😊😊😊


__ADS_2