Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
pahit


__ADS_3

"Dia adalah gadis yang sedang cemburu. Itulah mengapa dia ingin menyingkirkan siapa saja yang dia anggap sebagai saingan cintanya termasuk diriku yang dia anggap telah merebut pria impiannya." jelas Ze sambil menatap lekat pada wajah kakak angkatnya memperhatikan reaksi yang sangat aneh menurut Ze.


"Ada apa dengan reaksi itu? Kakak sangat terkejut dan seolah menolak untuk percaya. Kekecewaan itu di wajah kakak, apakah itu artinya kakak menyukai gadis bernama putri Luoyang itu? Jika memang benar, wajar jika kakak kecewa dengan kebenaran yang baru saja dia dapatkan." batin Ze menatap simpati pada kakak angkatnya itu.


"Apa yang sedang kau pikirkan dengan otak mu ini hm?" tegur Ruri sambil menyentil pelan kening Ze.


"Tidak ada, aku hanya sedang memikirkan bagaimana reaksi dari Liyang saat tahu bahwa kekasih yang dia sayang itu masih hidup dan berakhir menjadi budak nafsu dari kelompok yang kejam dan brutal." jawab Ze mencoba mencari alasan tepat untuk lamunannya itu.


"Tentu dia akan merasa sangat bersalah karena tidak dapat melindungi orang yang dia sangat sayang. Kau tidak perlu untuk mengurus hal ini. Setelah kau berhasil keluar dari negeri naga ini, aku baru akan memberi tahu kakak. Aku akan membantu kakak mendapatkan kembali gadis yang sesungguhnya dia sayangi. Kau tidak perlu memusingkan segala yang terjadi di dalam negeri naga ini saat kau berhasil keluar nanti." ucap Ruri.


"Tugasmu adalah menemukan orang yang hadir di dalam ingatanmu setiap saat itu dan perlahan mengingat tentang masa lalu mu. Biarkan masalah di sini menjadi urusan kakakmu ini. Saat semua urusan di negeri naga ini selesai, kakak akan mengunjungi negeri atau dunia manusia untuk melihat seberapa kuat usaha adikku ini dalam menemukan jati dirinya."ucap Ruri dengan senyuman tersung*ing di bibirnya.


"Baiklah kak, jika itu yang menurut kakak baik, maka aku akan melakukannya sesuai dengan yang kakak inginkan. Aku akan berusaha sekuat mungkin untuk mendapatkan kembali segala sesuatu yang memang merupakan bagian dari diriku yang sesungguhnya." saut Ze.

__ADS_1


"Sebelum itu, kau harus pulih terlebih dahulu. Jika tidak, kau hanya akan berakhir terluka dan menyedihkan karena tidak memiliki kekuatan untuk bertahan hidup sebelum menemukan siapa dirimu yang sesungguhnya." ucap Ruri sambil menyentil pelan ujung hidung Ze gadis yang baru dia kenal dan sudah menjadi adik kesayangannya itu.


"Pasti." saut Ze dengan semangat.


"Maka minum obat ini untuk setidaknya menjaga agar kondisimu tetap stabil." ucap Ruri sambil menyerahkan semangkuk ramuan obat berwarna hitam pekat pada Ze membuat Ze mendengus kesal melihat obat yang rasa pahitnya itu dapat tertinggal di lidah dalam waktu cukup lama.


"Apakah ini harus?" tanya Ze berharap kakak angkatnya itu tidak memaksanya untuk meminum ramuan obat yang sangat pahit itu.


"Jika kau ingin segera kembali ke dunia tempat kau berasal, maka minum ini segera. Mengapa kau sangat enggan untuk meminum obat ini? Padahal ini sangat baik untuk memulihkan kondisi tubuhmu yang sangat lemah saat ini." ucap Ruri dengan wajahnya dia buat seolah-olah sedang marah.


"Huft....Baik, baiklah aku akan meminumnya." ucap Ze pasrah saat melihat wajah marah kakak angkatnya itu.


"Gleg gleg gleg." Ze menelan secara terpaksa cair pahit itu sambil menahan rasa ingin muntah akibat pahitnya obat buatan Ruri itu.

__ADS_1


"Akh kak kenapa obat buatan mu ini sangat pahit. Saking pahitnya aku ingin muntah saat meminumnya." keluh Ze.


"Namanya juga obat, pastinya tidak akan enak untuk diminum. Kalau obat itu enak rasanya, akan banyak yang tidak jera untuk mengabaikan kesehatan tubuh mereka." ucap Ruri sambil tersenyum dan menyentil pelan kening Ze.


"Aduh sakit kak." keluh Ze sambil mengelus pelan keningnya. Ruri hanya tersenyum dan menggelengkan kepala menanggapi keluhan adik angkatnya itu.


Hai pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas."


Ze sudah datang lagi untuk menemani hari kalian. Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan pada Ze.


salam hangat dari author dan Ze.

__ADS_1


Terima kasih


author


__ADS_2