Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
hukuman


__ADS_3

Mendengar kata bermain dan melihat senyum devil ze liu yu dan wen yuan bergidik ngeri. Sedang jin hu hanya tersenyum menyadari kekasihnya tengah asik dengan calon mainan barunya itu.


"Kok kalian gak bisa bersuara ya? oh pangeran Rui huo nan kau tidak mengikuti instruksi dariku huhu?" tanya ze kesal


"Apa yang salah kakak ipar?" tanya Rui huo nan balik


"Kau terlalu banyak memberi dosis racunnya hingga kepalanya pun kaku. Mana seru menghukum orang tanpa ada suara teriakan terdengar?" jawab ze


"Tapi kakak ipar...." Rui huo nan ingin protes namun ze mengancamnya


"Beri alasan lagi dan kau yang akan gantikan teriakan mereka." ancam ze dan Rui huo nan segera mundur.


Ze menotok beberapa bagian pada tubuh mereka dan sang ketua langsung mengeluarkan ancaman.


"Lepaskan kami! atau junjunganku akan memusnahkan kalian." ancamnya


"ha ha ha ha! kau kira aku akan takut huh? lagi pula kau hanya pion dari sang iblis untuk menyesatkan banyak orang. Saat ini kau sudah tak berguna lalu untuk apa menolongmu huh?" jawab ze

__ADS_1


"putri tolong lepaskan kami." ucap salah satu angguta pengikutnya


"melepas kalian heh? Jangan bermimpi di siang bolong kau! kalian ingin bebas tanpa hukuman saat kalian telah melakukan tindakan yang sangat kejam sebagai sesama manusia?


Saatnya hukuman dan rasakan kesengsaraan hidup dengan hukuman dariku. Tolong anak anak dan siapa saja yang tak sanggup melihat kekerasan di bawa pulang saja dulu." ucap ze dan sebagian orang sudah bubar menuju ke tempatnya masing masing untuk mengecek kediaman mereka.


"Sret sret sret" ze mengiris sedikit lengan mereka dan mulai meneteskan, menabur serta mengoles sesuatu pada luka mereka semua.


"Akh ah sakit akh to long sa khit akh" terlihat 3 orang yang di tetesi sesuatu telah merintih kesakitan.


"akh am phun puth ri akh sa kit akh" rintihan pilu mereka membuat beberapa orang bergidik ngeri mendengarnya.


"kalian benar ternyata kakak iparku itu lebih menyeramkan saat tersenyum. Aku tak akan mau menyinggungnya. Coba lihat kakak ke 2 ku itu! bukannya kesal kecewa atau resah malah tersenyum melihat istrinya berlaku kejam." bisik Rui huo nan pada wen yuan dan liu yu


"memang biasanya selalu seperti itu setiap putri berulah tuan hanya tersenyum bangga bahkan melindunginya.


Putri bebas melakukan apa saja termasuk menyinggung dan menyiksa orang meski tanpa salah.

__ADS_1


Apa lagi ini memang orang yang bersalah. anda tahu? mereka saat ini sedang jadi objek dari percobaan racun racikannya.


"akh ah pa nas to long" yang di tetesi racun belum selesai dengan rintihannya dan kini mereka yang di olesi sesuatu merintih kepanasan lalu perlahan luka mereka meleleh hingga memperlihatkan tulang mereka.


"oh reaksi racun ini lambat namun langsung melelehkan daging korban rupanya. Bagai mana jika di oles di luar luka?" gumam ze dan mengoles racun pada lengan mereka yang telah berhenti merintih.


"Hm mengapa mereka ber 3 tak merasakan apa pun? Rupanya racikan bubukku ga..." belum selesai gumaman ze tubuh 3 orang tadi perlahan mengurai seperti keluarga duo.


"akh sakit.....!" hanya ada rintihan dan teriakan terdengar di sana bahkan mereka yang di tabur sudah lenyap tak bersisa membuat orang orang menatap ngeri sekaligus takjub pada ze.


"Oh sayang lihatlah semua racun racukanku berhasil memperlihatkan hasil yang dahsyat." ucap ze pada jin hu melihat mereka yang di olesi di kulit tanpa luka masih juga melepuh dan meleleh dagingnya.


"Ya kau memang hebat sayangku." puji jin hu lalu mengecup sayang kening ze.


"Sekarang tuntaskan agar kita dapat melanjutkan perjalanan jembali ke gunung jiu li." ucap jin hu dan ze mengangguk lalu meneteskan sesuatu di luka ke 6 orang itu dan seketika teriakan mereka makin keras dan memilukan.


Perlahan tubuh mereka bergetar hebat lalu mengurai dengan cepat.

__ADS_1


__ADS_2