Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
alasan kemalangan desa youshan


__ADS_3

setelah semua penduduk yang selamat di tolong dan di obati maka ze kembali pada para pelaku penyekapan para penduduk.


"Sebaiknya kita apakan mereka ini?" tanya ze seolah berfikir sambil tersenyum misterius


"oh astaga mengapa putri harus tersenyum aku lebih ingin dia marah saja dari pada tersenyum mengerikan seperti itu." gumam wen yuan dan terdengar oleh telinga Rui huo nan


"Mengapa kau memilih kakak ipar marah dari pada dia tersenyum? Bukankah menyeramkan jika seorang wanita marah?" tanya Rui huo nan berbisik.


"Anda tak tau saja pangeran, jika purtri ze tersenyum seperti itu maka bencana besar bagi hidup seseorang." jawab liu yu tiba tiba karena tak sengaja mendengar pertanyaan Rui huo nan


"Oh ya?" tanya Rui huo nan tak yakin


"Itu sangat benar. Senyum putri ze akan terlihat lebih menyeramkan dari pada amarah tuan jin hu jika anda sudah pernah menyaksikannya beraksi layaknya iblis." jawab wen yuan bergidik ngeri mengingat beberapa kejadian tentang para musuh ze.


Mereka akhirnya diam menyaksikan aksi ze saat ini yang tengah tersenyum menatap pada tujuh orang wanita terikat di depannya.


"Yang mampu menceritakan tentang awal kejadian yang menimpa desa ini silahkan maju ke tempat ini." ucap ze dan seorang pria paruh baya maju ke depan ze.


"Hormat hamba yang mulia." ucap pria itu sambil sedikit membungkukkan tubuhnya.

__ADS_1


"Panggil putri ze saja jangan yang mulia kau tak perlu membungkuk hormat padaku yang jauh lebih muda darimu." tegur ze


"Baik putri ze tapi anda adalah salah satu penyelamat kami maka wajar jika kami menghormatimu." jawab pria tadi


"Terserahlah siapa namamu dan ceritakan yang kau tau." ucap ze


"Hamba qu ao tian kepala desa youshan ini." jawab ao tian


"oh kepala desa sebaiknya kita duduk saja kakiku akan keram jika harus berdiri mendengarkan ceritamu." ucap ze lalu duduk di kursi kayu bersama jin hu.


"mengapa kau tetap berdiri? jangan sungkan duduk saja di kursi itu (menunjuk kursi kayu di depannya) leherku bisa sakit melihat ke atas terus menerus." tegur ze dan ao tian segera duduk di lantai panggung.


"Duduk di kursimu jika tak ingin istriku ini kesal apakah kau ingin penyelamatmu kesal?" ucap jin hu dan ao tian segera duduk di kursinya.


"Nah sekarang kau bisa bercerita. eh huo nan tusuk lagi jarum pada lengan mereka. Evek racunnya akan segera habis." ucap ze


"Baik kakak ipar" jawab huo nan


Melihat Rui huo nan melakukan tugasnya ze kembali fikus pada kepala desa.

__ADS_1


"Ceritalah." titah ze


"Itu berawal dari penduduk desa kami yang mulai sering kehilangan bayi secara misterius beberapa bulan belakangan ini.


Bayi bayi itu hilang dari dalam rumah yang terkunci pada malam hari tanpa ada tanda tanda penyusup masuk.


Sudah banyak upaya yang di usahakan seperti melakukan jaga malam dan memanggil pengusir hantu tapi tetap saja penduduk kami kehilangan bayi setiap bulannya.


Hingga suatu hari ada seorang wanita cantik datang mengaku sebagai seorang pendeta hebat. Dia mengatakan jika desa kami di kutuk hingga memerlukan upacara suci untuk mematahkan kutukan itu.


Tanpa fikir panjang kami semua memintanya melakukan ritualnya di desa kami." jelas kepala desa


"Apakah wanita yang mengaku pendeta itu adalah yang jadi ketua mereka yang berbaju merah pekat itu?" tanya Rui huo nan


"Iya anda sangat benar pangeran." jawab kepala desa.


"Mengapa kalian bisa sangat mudah percaya pada orang asing?" tanya Rui huo nan.


"Kami telah putus asa karena segala usaha kami mencegah penculikan bayi sia sia. Bahkan kami mengundang pengusir hantu sebelum itu dan hasilnya nihil." jawab kepala desa

__ADS_1


__ADS_2