
Setelah keempat kelompok itu berhasil menumbangkan semua anggota dari para pemberontak yang berpencar di sekitar hutan, mereka akhirnya sudah tiba di gua tempat dimana markas dari para pemberontak itu berada.
Ze dan ketiga orang yang juga memimpin pasukan penyerang saling memberi kode dengan tangan lalu mulai mendekati gua tempat para pemberontak yang tersisa berada saat ini.
Mereka mendekat secara perlahan dan saat di depan gua Ze menyarankan cukup 2 kelompok saja yang masuk dan 2 kelompok lain berjaga di luar untuk menghindari kemungkinan jebakan dari pihak lawan sehingga menyebabkan mereka dapat terkepung dan kalah.
"Cukup 2 kelompok dari kita saja yang masuk." ucap pelan Ze.
"Mengapa harus 2 kelompok saja?" tanya Raja Ruo.
"Untuk berjaga dari kemungkinan serangan tidak terduga dari lawan yang muncul dari belakang." jawab Ze.
"kita tidak bisa memastikan jika tidak akan ada jebakan bukan?" lanjut Ze bertanya.
"Hm masuk akal. Baik aku setuju dengan usulan dari putri." putus Raja Ruo.
"Biar kelompok aku dan panglima Besar Lin Xu yang masuk ke dalam gua untuk menyerang terlebih dahulu." lanjut Raja Ruo memutuskan untuk maju.
"Baik kami akan bersembunyi untuk menghindari kemungkinan jika memang ada jebakan agar mereka tidak tahu kita memiliki alternatif lain untuk berjaga dari setiap kemungkinan buruk yang akan ada. " jelas Ze.
Kelompok Raja Ruo dan panglima Besar Lin xu masuk ke dalam gua, sedangkan kelompok Ze dan Jin hu bersembunyi di dekat gua itu.
Saat kelompok Raja Ruo masuk ada beberapa orang yang sedang bersantai di dalam gua itu. Panglima besar Lin xu maju dengan langkah cepat menyerbu para pemberontak yang tersisa di dalam sana.
Mereka yang berada di dalam gua itu terkejut dengan kedatangan para prajurit yang dipimpin oleh Raja Ruo dan panglima besar Lin xu langsung.
Tidak lama setelah itu terjadi perkelahian tidak seimbang dengan jumlah pemberontak lebih sedikit. Salah satu dari mereka membakar sesuatu namun tidak ada yang memperhatikan dan tidak lama setelah itu terdengar suara langkah kaki yang melangkah dengan cepat. Dari suara mereka jumlah yang datang itu cukup banyak.
__ADS_1
Ternyata semenjak permaisuri pertama di ambil oleh Ze dan Jin hu, kelompok mereka terbagi menjadi dua. Satu di markas pertama dan satu lagi di gua tempat permaisuri pertama di sekap sebelumnya.
Mereka mencurigai jika itu orang suruhan dari Raja Ruo yang telah mengambil permaisuri pertama dari mereka dan mulai menyusun rencana untuk menjebak mereka jika suatu saat rombongan Raja Ruo datang menyerang.
Ze dan Jin hu di luar melihat rombongan orang berpakaian sama dengan pemberontak mulai bersiap untuk menyerang kelompok yang ingin mengepung kelompok Raja Ruo.
"Beruntung kau memiliki kemampuan sebagai pengatur strategi perang. Jika tidak, maka kita akan terhimpit oleh serangan dari kelompok para pemberontak itu." ucap Jin hu.
"Berhenti menggoda aku dan segera masuk selamatkan Raja Ruo beserta rombongan di dalam gua sana. Mereka tentu dalam kesulitan karena terkepung saat ini." tegur Ze dan Jin hu segera masuk bersama semua anggota prajurit yang tersisa.
Ze memutuskan untuk tinggal di luar gua karena merasakan ada sesuatu yang aneh di sekitar sana. Jin hu masuk di saat kelompok Raja Ruo sudah mulai terdesak dengan kepungan dari para pemberontak.
Kelompok Jin hu segera membantu melawan kelompok para pemberontak yang mengepung kelompok Raja Ruo. Setelah beberapa saat berperang, sekarang akhirnya kelompok para pemberontak yang mulai tersudut dan perlahan kalah.
"Guru tidak terluka?" tanya Jin hu segera saat telah berada di samping gurunya itu.
"Ya berkat kau yang segera masuk ke dalam sini menyelamatkan kami, aku dan yang lain baik-baik saja. Ini berkat putri Ze yang jenius juga." jawab Raja Ruo sembari memuji. Raja Ruo mengernyit heran saat menyadari bahwa ada yang kurang dari mereka.
"Dia mengatakan akan memeriksa sesuatu di luar untuk memastikan jika tidak ada hal yang mencurigakan yang dapat menyebabkan kekacauan lagi." jelas Jin hu.
"Hm putri sungguh seorang yang teliti." puji Raja Ruo dan yang lain ikut mengangguk setuju dengan ucapan Raja Ruo tentang Ze.
"Bukankah itu kakak sepupu dari permaisuri yang saat ini?" tanya Jin hu saat melihat seorang yang dia kenal wajahnya sedang terbaring kaku tidak lagi bernyawa di antara mayat para pemberontak itu.
"Ya benar, sudah semakin jelas jika keluarga Hong adalah dalang dari para pemberontak ini." jawab Raja Ruo geram mengingat tentang apa yang telah dilakukan oleh keluarga itu pada keluarganya.
"Sekarang saatnya mereka menerima apa yang dikatakan balas dendam." ucap Raja Ruo geram.
__ADS_1
Mereka semua keluar dari gua itu. Saat keluar mereka dikejutkan dengan pertempuran antara beberapa hewan roh melawan kumpulan serigala dan Ze ikut serta dalam perkelahian itu.
Flashback on
"Masuklah bersama dengan yang lain." ucap Ze.
"Kau tidak akan masuk ke dalam gua bersamaku?" tanya Jin hu saat melihat Ze tidak melangkah ke arah yang sama dengan dia.
"Tidak, aku akan di sini untuk berjaga dan memeriksa sesuatu di sekitar sini." jawab Ze.
"Tenang tidak ada yang berbahaya di sini aku hanya ingin memastikan saja." lanjut Ze menjelaskan saat melihat wajah khawatir Jin hu.
"Masuklah segera, aku takut jika kau terlambat Raja Ruo dan yang lain akan celak di dalam sana." ucap Ze dan Jin hu segera mengecup singkat keningnya.
"Hati-hati." ucap Jin hu lalu masuk ke dalam gua.
Saat Jin hu bersama dengan yang lain masuk ke dalam gua, Ze mengeluarkan peluit dari serigala dan segera meniup peluit itu.
"Beruntung saat itu kak Jin hu mengembalikan peluit ini padaku. Jika tidak, aku tidak yakin akan menggunakan alasan apa untuk meminta peluit ini dari dia. " ucap Ze sambil tersenyum senang.
Saat para pemberontak yang mengepung Raja Ruo datang, Ze merasakan kehadiran dari kekuatan yang menyerupai kehadiran dari hewan roh dan itu dalam jumlah yang cukup besar. Untuk berjaga dari kemungkinan yang dia rasakan itu benar, maka Ze memangil para serigala yang telah berjanji akan membantu dia kapan pun itu agar segera datang.
Hai readers novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih banyak karena sudah memberikan waktu luang kalian untuk membaca dan mendukung novel kesayangan kita ini.
__ADS_1
Jangan lupa terus baca dan dukung novel kesayangan kita dengan terus memberikan vote, like dan komen kalian.
salam hangat dari author