
putri Nam jian li dan An ruo lan segera di bawa ke kediaman mentri Nam. Setelah di tangani tabib Ruo lan di kirim kembali ke kediaman tuan An.
Nam jian li merupakan putri ke 2 mentri Nam dari istri tertuanya dan merupakan kebanggaan klan Nam mereka.
Karena putri jian li memiliki tingkat kultivasi diatas saudaranya termasuk saudara tertuanya.
Bahkan para sepupu dan pamannya masih banyak yang di bawahnya. Sehingga kakek dan kakek buyutnya sangat memanjakannya dan selalu memberikan apapun untuk membantu peningkatan kultivasinya.
Tapi, karena sifat sombong dan angkuhnya banyak dari sepupu dan paman serta bibinya yang tak menyukainya.
Kepulangan putri jian li dalam keadaan terluka membuat gempar kediaman Nam. Terlebih saat mereka tau jika tangan kanan putri jian li terputus.
Ada beragam tanggapan dalam keluarga Nam. Ada yang begitu geram pada pelaku yang mencelakai putri nam jian li, ada yang hanya penasaran siapa yang di singgung putri nam jian li, dan bahkan ada yang bersukur dan berterima kasih dalam hatinya pada orang yang telah mematahkan kesombongannya.
"Astaga putriku!" seru rui si sia ibu kandung Nam jian li.
"Apa yang terjadi padanya hah?" tanya si sia pada para pengawal karena putri jian li tak sadarkan diri.
"Maaf nyonya putri jian li menyinggung orang yang tak seharusnya di singgungnya." jawab seorang pengawal.
"Siapa yang berani memutuskan tangan putriku seorang mentri di kekaisaran ini huh?" tanya mentri nam.
__ADS_1
"Ampun tuan dia adalah yang mulia tuan jin hu dari istana atas awan." jawab pengawal itu lagi.
Saat nama jin hu di sebutkan wajah mentri Nam memucat dan kemarahannya berganti menjadi penasaran dengan apa yang di lakukan putrinya ini.
Karena bisa saja klan Nam nya akan ikut terlibat jika jin hu murka pada mereka.
"Apa yang di lakukan putri yang membuat yang mulia tuan jin hu murka?" tanyanya pelan
"Ada apa dengan mu suamiku? (bagi istri sah akan memanggil suamiku dan selir tuanku) Kenapa kau malah bertanya apa yang di lakukan putrimu bukannya marah pada orang yang melikainya?" protes si sia tak terima.
"plak" tamparan mendarat di pipi si sia membuatnya terbelalak.
"Kau pikir siapa orang yang di singgung putri bodohmu itu huh?" geram mentri Nam tak lagi menyebut putri kita.
"Karena kau terlalu memanjakan putrimu itu jadi tak tau diri. Dia berani mengusik orang yang bahkan kaisar kita tak berani menyinggungnya.
Rakyat istana awan saja tak bisa di singgung apa lagi tuannya. Putrimu yang bodoh ini tak hanya membuat dirinya tak berguna lagi tapi juga ingin memusnahkan klan Nam kita." jelas mentri Nam membuat si sia terkejut.
"Apa yang kau lakukan Nam ji kuo?" tanya tetua Nam.
"kakek syukurlah kau telah selesai dengan tapamu. Lihat jian li dia terluka parah." Adu di sia.
__ADS_1
"Siapa yang melakukan ini pada cucu tersayangku?" Bentak tetua Nam murka.
"Itu adalah yang mulia tuan jin hu dari istana awan." jawab mentri nam.
"kenapa bisa dia menyinggung orang angkuh itu huh?" geram tetua nam
"Maaf tetua putri mencoba memegang lengan yang mulia tuan jin hu." jawab pengawal yang membawa putri jian li pulang.
"Kurang ajar jin hu itu. Bukankah dia masih dalam tingkat 8 dan belum menembus tingkat 9?" tanyanya ragu.
"Dari yang aku tau memang begitu." jawab mentri Nam
"Maka kita akan ke sana dan meminta pertanggung jawaban." putus tetua nam sombong.
"Apakah kakek telah menembus tingkat 9?" tanya mentri nam giarang.
"hm. Di mana jin hu itu sekarang?" tanya tetua Nam
"Lapor tetua dia ada di penginapan fu rong di Desa xi lian." jawab pengawal.
"Tapi apa yang akan kita minta sebagai imbalan?" tanya mentri nam
__ADS_1
"Menikahi jian li dan harta di istana awan." jawab tetua nam membuat mentri nam girang.