
"Ah aku tahu. Aku akan menemui ayah dan membujuknya untuk membiarkan kakak pergi bertapa di negeri hewan roh Suci. Jika aku membujuk ayah pasti akan luluh. Setelah itu, aku dapat menggunakan alasan adik kecil membutuhkan banyak daun yiyang agar kakak mau menerima perintah ayah untuk pergi bertapa." gumam Ruri dengan wajah bahagia karena telah menemukan cara untuk dapat mengalihkan perhatian kakaknya dari Ze yang sudah dia anggap sebagai adik kecil kesayangannya.
Setelah itu Ruri bergegas mencari ramuan untuk membantu pemulihan Ze agar dapat segera dia bantu untuk kembali ke dunia asalnya. Sebenarnya Ruri masih ingin lebih lama bersama dengan Ze. Tapi, dia tidak ingin gadis yang dia anggap adik kecilnya itu semakin menderita.
Karena Ruri masih sangat percaya bahwa Ze dapat kehilangan energi dalam waktu singkat meski sudah diberikan aliran tenaga dalam dan juga daun Yiyang, karena tubuh Ze tidak dapat beradaptasi atau menyesuaikan diri dengan aliran energi di negri naga yang sangat jauh berbeda dari dunia asalnya.
Maka dari itu, Ruri merelakan adik kecilnya itu pergi lebih cepat dari negeri naga tempat dia tinggal. Lagi pula dia masih dapat menemui adiknya itu di dunia manusia pikir Ruri.
Keesokan harinya, Ruri benar-benar menepati janjinya pada Ze. Dia membawa Ze ke tempat yang dia sebutkan akan membuat Ze suka dengan tempat itu dan akan merasa senang berada di sana. Benar saja, baru saja Ze menginjakkan kakinya di tempat itu, dia sudah dibuat terkagum-kagum dengan tempat itu.
"Wah kak Ruri. Di sini begitu indah dan aroma di tempat ini sangat menyenangkan." ucap Ze takjub melihat hamparan berbagai macam jenis bunga layaknya kebun bunga yang sangat indah.
Tidak hanya indah saja, bunga-bunga di sana juga mengeluarkan aroma yang sangat menyenangkan.
"Ya itu karena ada bunga zhenjingji di antara tanaman yang tumbuh indah di depan sana." saut Ruri menjelaskan.
"Bunga zhenjingji?" beo Ze.
"Ya bunga zhenjingji. Bunga zhenjingji ini adalah bunga yang memiliki aroma yang dapat menenangkan hati dan pikiran siapa pun mahluk yang menghirup aroma dari tanaman itu.-jawab Ruri.
" Di sini adalah tempat paling tepat untuk siapa saja yang sedang membutuhkan ketenangan."tambah Ruri membuat Ze mengangguk setuju dengan ucapan kakak angkatnya itu.
"Hm memang benar. Aroma ini sangat menenangkan hati." saut Ze membenarkan kata-kata kakak angkatnya itu.
Saat mereka sedang berbincang-bincang, tiba-tiba ada suara yang sangat mereka kenali menyapa mereka berdua. Mendengar suara itu, Ze berpura-pura kembali melemah dan Ruri segera paham dengan tujuan Ze.
"Adik, Duoduo, kalian di sini rupanya. Aku sudah mencari kalian dari tadi." seru Liyang dari kejauhan dan mereka berdua menoleh ke arah datangnya suara.
__ADS_1
"Oh kak Liyang, aku sengaja membawa dia ke tempat ini untuk membuat dia tenang dan nyaman. Dia tentu saja bosan terus menerus berada di dalam gua." ucap Ruri memberi alasan pada kakaknya itu.
"Hm kau melakukan apa yang seharusnya. Kau sungguh seorang tabib yang hebat yang selalu tahu apa yang dibutuhkan oleh pasien mu." saut Liyang sambil mengangguk setuju.
"Ada apa kakak mencari kami?" tanya Ruri.
"Tidak, aku hanya mencari untuk melihat perkembangan dari kesehatan Duoduo saja." jawab Liyang.
"Sebaiknya kita jangan mengganggu dia yang sedang menenangkan diri dengan percakapan kita. kita berbicara di sana saja." saran Ruri.
"Baik ayo. " saut Liyang dan mereka berdua berjalan ketempat yang di maksud oleh Ruri. Tidak mengganggu ketenangan Ze tapi juga masih dapat memantau Ze dari tempat mereka berbicara.
"kondisi dia masih sama seperti sebelumnya. Energi di dalam tubuhnya masih terus menerus berkurang seperti terisap oleh sesuatu yang membuat tubuhnya melemah. Dia masih membutuhkan daun yiyang dalam jumlah yang sangat banyak untuk dapat mempertahankan kondisi tubuhnya agar tetap stabil."jelas Ruri saat mereka berdua sudah lumayan menjauh dari tempat Ze saat ini.
"Bukankah itu artinya dia seharusnya tetap di tempatnya agar energi di dalam tubuhnya tidak terkuras lebih banyak lagi?" tanya Liyang.
"Sebenarnya memang benar kalau dia butuh lebih banyak istirahat untuk menyeimbangkan kondisinya saat ini. Tapi, tidak hanya pada kondisi tubuhnya saja yang harus kita perhatikan, kita juga harus memikirkan tentang perasaan nyaman dan pikiran yang tenang untuk dia agar peluang pemulihannya juga dapat lebih besar."jawab Ruri.
"Ya kau memang benar. Kita tidak bisa hanya memikirkan kondisi tubuhnya saja. Tapi, kita juga harus bisa membuat dia tenang dan bahagia untuk proses pemulihan yang lengkap." saut Liyang membenarkan penuturan adiknya.
"Tapi, ada satu hal yang menjadi kendala kita untuk tetap bisa mempertahankan kondisi tubuhnya untuk tetap stabil." ucap Ruri membuat Liyang mengerutkan alisnya.
"Kendala?" beo Liyang khawatir dengan apa yang dimaksud Ruri sang adik tentang kendala tersebut.
"Ya ada satu kendala besar bagi kita untuk tetap menjaga kondisi dia tetap stabil." jawab Ruri.
"Apa yang kau maksud menjadi kendala besar itu?" tanya Liyang penasaran.
__ADS_1
"Karena energi di dalam tubuhnya terus saja berkurang drastis setiap saat, kita tidak akan mampu untuk terus memberi energi dengan tenaga dalam kita." ucap Ruri.
"Ya itu adalah kendala yang sangat besar dan kita sulit untuk memecahkan itu." saut Liyang berubah sendu karena tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menangani masalah kekurangan energi pada tubuh Ze, gadis yang dia anggap sebagai kekasihnya yang kembali dari kematian untuk hidup bersama dengan dirinya.
"Sebenarnya aku memiliki satu jalan keluar dari masalah ini. Tapi, ada kendala lain lagi yang juga membuat jalan keluar yang satu itu juga sulit." ucap Ruri membuat Liyang menatapnya dengan penuh harap.
"Apa itu? Aku akan mengusahakan apa pun untuk kesembuhan Duoduo." ucap Liyang penuh semangat.
"Kemarin aku berhasil mendapatkan daun yiyang untuk dia dan setelah dia memakannya, energi di tubuhnya meningkat. Lamanya energi itu bertahan di dalam tubuhnya juga jauh lebih lama dari energi yang kita alirkan dengan tenaga dalam." jawab Ruri.
"Oh syukurlah kalau begitu kita memiliki jalan keluar dari masalah itu bukan? Lalu, di mana letak masalah yang kau maksud?" tanya Liyang heran.
"Tentu masalahnya ada pada jumlah daun yiyang yang kita miliki. Jumlah yang aku dapat sangat sedikit dan sekarang tinggal sisa setengah dari jumlah yang aku berhasil dapatkan." jawab Ruri.
"Di mana lagi kita dapat menemukan daun yiyang dalam jumlah yang banyak untuk kita berikan padanya untuk terus dapat menstabilkan kondisi tubuhnya?" tanya Ruri sambil memasang wajah sendu.
Sebenarnya dia sengaja menyebutkan itu pada kakaknya agar saat ayah mereka memberikan ijin untuk memasuki kawasan tapa mereka di negeri hewan roh Suci, kakaknya Liyang bisa menerima itu dengan senang hati demi untuk mendapatkan daun yiyang kapan pun dan sebanyak apapun yang mereka butuhkan.
Hai reader setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"
Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan.
Jangan lupa untuk terus tetap mendukung karya author ini dengan memberikan banyak vote, like dan komen
selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan
__ADS_1
Terima kasih
author