
Meski sangat kesal dan telah terbakar api cemburu mendengar sebutan sayang antara ze dan jin hu di depannya yang dengan santai keluar dari mulut mereka tanpa ada rasa canggung itu li gui masih tetap tak mau mundur.
Li gui tetap saja berusaha agar bisa lebih akrab dengan ze dan terus mencari perhatian ze dengan terus bertanya banyak hal pada ze.
Tak tanggung tanggung kini Li gui malah ikut bergabung duduk bersama mereka dengan meja mereka tanpa permisi membuat jin hu semakin termakan api cemburu.
Jin hu kini tengah mengepalkan tinju menahan amarah yang sudah mencapai ubun ubunnya.
Bahkan kini wajah jin hu terlihat berwarna merah padam akibat menahan amarahnya itu.
Sedang Ze yang memang kurang peka dengan perubahan raut wajah jin hu saat ini hanya bersikap santai saja menerima kehadiran li gui dan tetap menanggapi pertanyaan li gui dengan jawaban walau hanya jawaban singkat dan tak mengalihkan fokusnya pada santapan malamnya.
"Kau dari mana ze ze hingga ada di tempat sejauh ini dari kota?" tanya li gui menggunakan nama panggilan khusus pada ze dan jin hu kini telah siap meledakkan amarahnya.
"ze ze huh? Dasar pria ini tak dengar apa jika ze memanggil sayang padaku dan dia masih memanggil akrab padanya. apakah dia sengaja mencari masalah dengan ku ini huh?" batin jin hu sambil menatap tajam ke arah li gui.
Sedangkan di meja yang sama dengan mereka saat ini Rui huo nan, wen yuan dan liu yu hanya mampu terdiam saja.
Mereka asik menjadi penonton dari kejadian ang sangat amat langka di mana saat ini wajah jin hu tengah di tekuk dan merah padam tanda tersulut emosinya karena cemburu.
Mereka entah ingin tertawa karena lucu melihat seorang yang dingin dan kejam bisa merasa cemburu atau turut kesal pada li gui yang datang tanpa permisi ikut bergabung dengan mereka.
"lembah kematian." jawab ze
"Apa yang kau lakukan di tempat seberbaya itu?" tanya li gui dengan wajah berkerut heran
"Mencari obat penawar" ze terus saja menjawab dengan datar dan singkat
"siapa sebenarnya yang sedang terluka itu hingga kau sendiri yang harus turun tangan pergi ke tempat yang sangat berbahaya seperti lembah kematian di hutan angker itu?" tanya li gui penasaran
__ADS_1
"Aku" ze terus saja menjawab singkat sambil terus nelanjutkan makannya.
Sebenarnya jin hu sangat cemburu saat ini dan sangat marah mendengar panggilan khusus dari li gui pada ze seolah menunjukkan jika dirinya dan ze sangat dekat.
Ze juga tak protes dengan panggilan itu. Namun, melihat sikap santai dan jawaban singkat dari ze pada setiap pertanyaan yang li gui lemparkan membuat jin hu sedikit merasa legah.
"sakit apa? apakah sangat parah hingga obatnya harus dari lembah kematian? kenapa ze ze bisa sakit? Kenapa ze ze harus pergi sendiri ke tempat berbahaya itu jika memang sedang terluka?" tanya li gui beruntun tampak seperti panik.
"kau ini bertanya seperti sedang menyelidiki orang yang bersalah saja." gerutu ze.
"Maaf. aku hanya khawatir mendengar jika ze ze sakit hingga harus mencari obat di lembah kematian yang selain terkenal menyeramkan dan berbahaya juga terkenal dengan obat yang langka untuk penyakit parah." jelas li gui
"Hoam" Ze menguap
"kau sudah mengantuk sayang?" tanya jin hu saat melihat ze menguap
"Hm" hanya di jawab deheman dan anggukan oleh ze karena terlalu mengantuk.
Ze tertidur begitu saja. semenjak ze terluka dia sering tertidur di mana saja saat mulai kelah dan mengantuk.
"Ze ze? Ze ze?" panggil li gui melihat ze sudah menyandarkan kepalanya di bahu jin hu
"Maaf tuan aku rasa calon istriku ini sudah tertidur karena kelelahan. Semenjak sakit dia suka tertidur begitu saja. " ucap jin hu menekankan kata calon istri agar saingan cintanya itu sadar di mana posisinya.
Ada nada bangga dan mengejek dari bicaranya itu. Seolah berkata dia milikku dan kau jangan bermimpi bisa merebutnya.
"Calon istri?" beo li gui dengan mata membulat tak percaya
"Ya kami akan segera melangsungkan pernikahan setelah segala urusan kami selesai." jawab jin hu dengan bangga
__ADS_1
"Bukankah dia baru saja berpisah bagaimana mungkin sudah memperoleh calon suami?" tanya li gui dengan nada pelan seperti berguman tapi jin hu masih dapat mendengarnya.
"Ya memang dia baru saja berpisah dengan bekas tunangannya itu. Tapi, apa salahnya jika kami menjalin hubungan? toh kami sama-sama bebas dan merasa cocok. lagi pula bibi mei yin, nenek luo yin dan kakek jeong nam sudah menyetujui hubungan kami ini." jawab jin hu membuat li gui terbelalak
"Bahkan kakek dan nenek sudah setuju?" beonya tak percaya dengan pendengarannya.
"Ya kau benar. Maaf tapi aku harus membawa calon istriku ini ke tempat yang lebih nyaman untuk berbaring.
Aku takut jika tubuhnya akan terasa kurang nyaman saat bangun jika terlalu lama tertidur dengan posisi ini." ucap jin hu masih menekankan kata calon istri lalu mengangkat tubuh ze dengan perlahan agar tak mengusik tidurnya.
Li gui hanya mampu memandang tak suka dengan pemandangan di mana ze di angkat ala bridal stile oleh jin hu yang perlahan menjauh.
"Aku yakin jika mereka belum cukup mengenal satu sama lain bahkan mungkin mereka hanya di jodohkan.
Aku yakin dapat merebut perhatian dan hati ze zeku darinya. karena aku lebih dulu suka dan lebih mengenal ze ze." ucap li gui penuh tekad lalu pergi dari meja itu kembali ke rombongannya yang di tinggalkannya tadi.
Jin hu membawa Ze ke kamar yang telah di siapkan untuk mereka di ikuti ke 3 rekannya itu.
"kamar kalian ada di sebelah sana (menunjuk dengan dagu) kamar no 11 dan 23 terpisah jauh karena hanya itu yang tersisa." ucap jin hu dan mereka ber 3 hanya mengangguk lalu pergi ke kamar mereka.
Seorang pelayan membantu jin hu membuka pintu kamar dan menyiapkan tempat untuk ze tidur.
"Apakah tak ada bak mandi di dalam kamar ini?" tanya jin hu karena kamar itu tidak terdapat pembatas yang tersedia seperti kamar penginapan yang biasa di pesannya.
"Maaf tuan di sini hanya desa kecil hingga penginapan yang ada cukup sederhana. para tamu mandi di belakang sana di tepi sungai." jawab pelayan
"Aku ingin kalian sediakan sekat dan bak mandi serta isi dengan air untuk besok pagi. Akan aku bayar sewa kamar ini jadi 20 x lipat.
Kami butuh mandi besok pagi dan aku tak ingin istriku mandi di tempat terbuka srperti itu." ucap jin hu
__ADS_1
"Baik akan kami sediakan besok pagi." jawab pelayan dengan mata berbinar.