Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
mulai menyingkirkan gulma 4


__ADS_3

Ze bahkan mengenakan pakaian pria membuatnya nampak seperti pria kecil yang tampan. Tapi para prajurit itu tahu dia adalah seorang gadis karena Raja Ruo mengatakan pada mereka bahwa yang akan datang hanya ada 2 orang dan mereka sepasang pria dan wanita muda.


Mereka adalah Jin hu dan calon istrinya putri Ze. Mereka sangat mengenali Jin hu sehingga mereka dapat menebak jika Ze yang berpakaian pria adalah gadis yang dimaksud Raja mereka.


"Itu Rombongan mereka." bisik Jin hu pada Ze dan diangguki Ze. Mereka semua bersiap menunggu aba-aba dari Jin hu untuk menyergap rombongan mentri Yun. Jin hu mengangkat tangan tanda bahwa seluruh prajurit itu sudah harus siap menyerang saat tangan Jin hu terayun ke bawah.


"Hm saatnya Beraksi." ucap Ze sambil tersenyum seperti biasa saat dia akan menyiksa seseorang. Senyum yang selalu ditakuti oleh Huo nan dan dua pengawal yang selalu bersamanya sebelum ini. Ze lalu memasang penutup wajah seperti ninja yang hanya memperlihatkan matanya saja.


Jin hu mengayunkan tangannya yang sedang terangkat ke arah bawah dan mereka semua keluar dari persembunyian menyergap langsung rombongan mentri Yun.


"Hap duk duk duk." suara kaki yang mendarat di tanah karena sebagian besar dari mereka termasuk Ze dan Jin hu bersembunyi di atas pohon.


"Ada penyerangan...!" seru pengawal yang mengawal rombongan mentri Yun.


"Lindungi mentri....!" seru pengawal lainnya dan semua prajurit yang ada di rombongan itu segera mengelilingi kereta mentri Yun untuk mencegah penyerang melukai mentri Yun yang ada di dalam kereta.


Jin hu mengangkat tangan dan seluruh anggotanya segera mengeluarkan pedang mereka masing-masing. Jin hu memajukan tangannya dan semua mulai menerjang rombongan mentri Yun dengan serangan serentak.


"Serbu.....!" seru beberapa orang dari para prajurit Zhong cheng lalu berlari ke arah rombongan mentri Yun yang menjadi target utama mereka hari ini.


"Hiat....! Trang tring trang tring." sesaat sesudahnya hanya ada suara bising dari besi tajam yang saling membentur satu sama lain yang terdengar serta seruan dan pekikan pilu orang-orang yang terkena tebasan dan hunusan pedang.


Prajurit dan pengawal dari mentri Yun satu per satu telah gugur dalam pertarungan itu. Ze dan Jin hu tidak hanya tinggal diam menjadi penonton di pinggir saja. Mereka juga turun tangan melawan dua orang pengawal rahasia mentri Yun yang memiliki kultivasi lebih tinggi dari yang lainnya.


Ze tersenyum di balik topengnya merasa senang mendapat lawan yang cukup kuat kali ini. Ze hanya santai menanggapi serangan bertubi-tubi dari lawannya itu. Ze bahkan hanya menangkis serangan tanpa menyerang sedikit pun seolah sengaja mempermainkan lawannya itu.


"Apa hanya sampai di situ saja kemampuan yang kau miliki sebagai seorang pengawal rahasia?" tanya Ze dengan nada mengejeknya.


"Apa maksudmu?" tanya balik lawan Ze geram merasa di hina.


"Sungguh kau sudah mempermalukan nama pengawal rahasia yang ada selama ini. Hanya dengan kemampuan seperti ini dan kau sudah menjadi pengawal rahasia." ucap Ze sinis sengaja memanas manasi lawannya agar tersulut emosi.


Jin hu sudah dari tadi menyelesaikan lawannya dengan beberapa serangan saja dan kini target utamanya adalah mentri Yun.

__ADS_1


"Jangan sombong kau pria kecil....!" Seru lawan Ze dan mempercepat gerakan serangannya terhadap Ze.


Di dalam keretanya mentri Yun dan dua orang kaki tangan kepercayaannya itu tengah ketakutan. Mereka tidak memiliki kultivasi yang tinggi karena selama ini mereka hanya bergelud dalam urusan istana dan urusannya dengan permaisuri dan ayahnya.


"Ada apa di luar sana? Mengapa sangat berisik?" tanya Mentri Yun pada anak buahnya itu.


"Sepertinya ada penyerangan di luar sana tuanku." jawab anak buahnya itu.


"Bang..." suara dinding kereta yang terhantam tubuh salah satu prajurit dan menghancurkan dinding kereta itu.


"Akh..." pekik mentri Yun dan dua rekannya itu ketakutan.


Mendengar tuannya berteriak pengawal rahasia yang tengah bertarung dengan Ze menoleh ke arah kereta mentri Yun.


"Satu hal yang harusnya kau pelajari dan ingat namun terlambat untuk itu." ucap Ze lalu.


"Sret...Akh." belati Ze mengiris leher dari pria tadi.


"Bruk..." tubuh pria itu terkapar dan mengelepar-gelepar di tanah lalu perlahan menghembuskan napas terakhirnya.


Jin hu perlahan mendekat ke arah mentri Yun dan mentri Yun serta 2 rekannya itu tidak tahu mau berbuat apa karena mereka sudah di kepung dan seluruh pengawal dan prajurit telah tumbang semua.


"Si siapa kalian?" tanya Mentri Yun.


"Ja jangan mendekat ." serunya gugup sambil berlindung di balik tubuh kedua rekannya itu yang sedang gemetar ketakutan itu.


Jin hu dan yang lain masih tetap mendekat ke arah Mentri Yun. Mentri Yun yang ketakutan mendorong tubuh dua orang di depannya itu ke arah Jin hu.


"Kalian maju lindungi aku." serunya sambil mendorong tubuh ke dua orang itu.


"Aaaaaa." teriak histeris keduanya.


"Duak duak." suara tendangan mendarat pada tubuh kedua orang itu.

__ADS_1


"Akh duak duak bruk." pekik mereka karena tubuhnya membentur batang pohon dan tersungkur di tanah.


Mentri Yun melompat dari kereta dan berusaha lari sekencang-kencangnya berharap dapat lolos dari serangan Jin hu dan anggotanya itu.


Namun, naas baginya karena dia harus berhadapan dengan manusia tersadis yang ada di tempat itu. Ze menyeringai mendapat mainan baru yang dia anggap bahwa mainannya itu menyerahkan diri untuk di mainkan olehnya.


Jika tahu akan menghadapi sosok iblis bertubuh manusia cantik itu, mungkin mentri Yun akan meminta mati di tangan Jin hu saja sebelumnya.


"Akh..." pekik mentri Yun. Karena Ze menebas paha kanannya. Membuat mentri Yun terjatuh ke tanah.


Bukannya langsung menghabisi nyawa mentri Yun, Ze justru membiarkan dia tertatih berusaha berdiri dan berlari dengan pincang darinya.


"Akh..." pekik mentri Yun lagi dan tersungkur kembali ke tanah karena Ze lagi-lagi menebas pahanya dan kali ini paha kirinya yang menjadi sasaran serangan pedang dari Ze.


"Si siapa kau sebenarnya? Mengapa kau ingin membunuhku?" tanya mentri Yun ketakutan.


"Karena kau akan mati sebentar lagi, agar kau tidak mati dalam keadaan penasaran, maka lihatlah dan ingat aku baik-baik." ucap Ze lalu membuka penutup wajahnya.


"Ka kau putri Ze?" ucap mentri Yun terkejut.


"Me mengapa kau menyerang utusan Raja Ruo sedangkan kau adalah tamu kehormatan di istananya?" tanya Mentri Yun.


"Ha ha ha ha." tawa Ze pecah melihat wajah terkejut dan panik dari mentri Yun.


Jin hu hanya tersenyum melihat ulah jahil dari Ze. Ya bagi Jin hu kekejaman yang Ze lakukan saat ini hanya sebuah kejahilan saja. Sedangkan para prajurit yang melihat betapa sadisnya Ze mempermainkan musuhnya, kini sedang bergidik ngeri dan berjanji di dalam hati tidak akan pernah mau menyinggung dua orang itu.


Karena mereka melihat senyum Jin hu saat Ze berbuat sadis, mereka tentu menilai jika Jin hu sama sadisnya atau bahkan jauh lwbih sadis dibanding dengan Ze saat ini.


Jangan lupa terus dukung Authornya ya😉


Vote like dan komen dari kalian sangat berarti bagi kelangsungan cerita Ze selanjutnya.


salam hangat penuh cinta dari Author dan Jin hu😙

__ADS_1


Eh dari Jin hu salam hangat gak pake cinta deng. Takut Author diancem ama Ze pake ramuan jomblo seumur hidup😂😂😂😂


__ADS_2