Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Kebusukan Luoyang terbongkar


__ADS_3

Ze mengamati kedatangan rombongan Luoyang yang datang untuk mencari dirinya. Ze tersenyum melihat mereka sudah semakin dekat dengan perangkap yang dia buat.


"Saatnya telah tiba. Satu.. dua.. tiga... " gumam Ze dan tepat pada hitungan ketiga, terdengar banyak teriakan dari para prajurit yang berjalan lebih dulu mendekati gua.


"Syut syut syut." suara tombak kayu yang ujungnya sudah dibuat runcing oleh Ze berterbangan menuju rombongan.


"Jleb jleb jleb." tepat menembus tubuh beberapa prajurit membuat mereka tersungkur dan mati seketika.


"Akh akh akh." suara pekikan mereka yang terkena tusukan tombak kayu.


"Yang mulia dan tuan putri sebaiknya mundur dulu. Sangat berbahaya di sini." ucap seorang pria bertubuh kekar yang masih sibuk menebas tombak kayu yang berdatangan ke arahnya.


"Dasar gadis ja*ang itu sungguh licik. Dia sudah tahu kita akan datang untuk membalas dendam atas kematian Gufu dan Julang sehingga sengaja membuat perangkap untuk menghabisi kita." ucap Luoyang geram.


Setelah cukup lama, tombak-tombak yang berterbangan dan meluncur ke arah mereka akhirnya habis. Mereka mulai maju lagi mendekati gua tempat Ze tinggal selama di negeri naga ini.


Tapi, langkah mereka saat ini jauh lebih berhati-hati karena mereka takut jika akan ada lagi jebakan yang menanti mereka. Benar saja, dalam beberapa langkah sudah ada kepulan asap yang mengepung mereka yang berjalan di barisan depan termasuk pria bertubuh kekar yang merupakan panglima dari istana milik ayah Luoyang.


"Akh akh akh tolong... tolong... tolong...!" pekik dan teriak kesakitan mereka memenuhi hutan itu.


Saat kepulan asap menghilang, terlihat tubuh-tubuh mereka tergeletak di tanah dengan keadaan mengering.

__ADS_1


"Apa yang terjadi pada mereka? Mengapa dalam sekejap tubuh mereka bisa mengering seperti ini." tanya ayah Luoyang.


Semua prajurit yang tersisa bergidik ngeri melihat itu. kini hanya ada tersisa beberapa prajurit, sang Raja, Luoyang dan seorang pemuda yang juga berpakaian layaknya bangsawan yang adalah kakak dari Luoyang.


"Ze berpindah tempat dengan cepat tapi, Tiba-tiba energinya berkurang lagi membuat dia melemah sehingga larinya juga melamban.


" Itu dia gadis jal*ng itu di sana...!"teriak antusias Luoyang melihat Ze berlari.


Ze segera menelan kembali pil roh miliknya lalu kembali hendak berlari. Tapi, sayangnya dia sudah terkepung oleh para prajurit. Akhirnya pertarungan tidak dapat dihindarkan lagi. Ze mengeluarkan dua buah belati dan bersiap untuk menerima serangan juga menyerang.


"Trang tring trang tring." suara benturan senjata mereka memenuhi penjuru hutan itu. Cukup lama terjadi pertarungan antara Ze melawan beberapa prajurit membuat energi Ze perlahan kembali terkuras banyak membuat dirinya melemah.


"Duak." Ze terkena tendangan dari kakak Luoyang dan terhempas ke tanah.


Melihat Ze tidak berdaya, Luoyang mengeluarkan pedangnya dan menghampiri Ze. Luoyang mengarahkan pedang hendak menghunus Ze dengan pedang itu. Saat pedang hampir mengenai tubuh Ze, Luoyang terhempas lebih dulu karena tendangan seseorang.


"Duak." Luoyang terkena tendangan.


"Akh...!" pekikan Luoyang dan dia tersungkur ke tanah.


Orang itu adalah Jin hu yang langsung memeluk tubuh Ze setelah menendang Luoyang jauh.

__ADS_1


Flashback off


Ruri menatap tajam ke arah Luoyang dan kelompoknya saat ini. Dia sungguh sangat geram saat ini.


"Aku sungguh tidak menduga kalau kau akan melakukan hal kotor seperti ini Luoyang." ucap Ruri.


"Di dia mem bunuh adik sepupuku kak Ruri." saut Luoyang berusaha membela diri.


"Mereka datang untuk menghabisi nyawanya bukan? Jadi, apa salahnya jika dia menghabisi nyawa mereka untuk melindungi diri?" tanya Ruri menatap tajam ke arah Luoyang.


"Jangan kamu fikir aku tidak tahu apa yang telah kau lakukan terhadap Duoduo. Saat ini dia masih hidup dan kau menjadikan dia sebagai budak para naga serakah bukan?" ucap Ruri membuat Luoyang membelalakkan mata tidak percaya bahwa apa yang dia lakukan sudah ketahuan.


"Apa?" suara yang sangat mereka kenali terdengar sangat marah.


"Kurang ajar kau Luoyang." teriak pria itu marah dan mengerahkan seluruh tenaga dalamnya ke arah Luoyang.


Hai para pembaca novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"


jangan lupa dukungan yang berupa vote, like dan komen untuk author.

__ADS_1


oh iya batas waktu lomba vote novel yang berhadiah pulsa masing-masing @25k untuk 5 orang pemenang yang beruntung tinggal hari ini dan besok ya. Besok senin jam 12.00 akan di akhiri sekaligus akan ada pengumuman pemenangnya.


salam hangat dari author


__ADS_2