Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Kembali ke kerajaan api penyucian


__ADS_3

Permaisuri pertama menunjuk gadis itu dan perutnya lalu dadanya. Membuat Ze menebak jika gadis itu adalah putrinya.


"Dia putrimu?" tanya Ze dan permaisuri pertama mengangguk.


"Putri kandung?" tanya Jin hu dan lagi-lagi permaisuri pertama mengangguk lalu memeluk gadis itu.


Ze dan Jin hu saling pandang karena sama-sama terkejut dan heran mendapat 1 berita baru.


Mereka masih ingin bertanya tapi, keadaan kedua ibu dan anak itu tidak memungkinkan untuk ditanya-tanya dulu.


"Kita sudah memasuki hutan Fujian. Kemana kita akan membawa mereka?" tanya Jin hu.


"Kita ke gua yu saja. Mereka dapat tinggal di sana dan aman dari hujan dan terik mata hari selama di hutan Fujian ini. Gua yu juga dekat dengan sumber air jadi itu tempat paling tepat." jelas Ze.


"Hm ya itu tempat paling tepat untuk sementara. Hanya beberapa hari sebelum kita menyelesaikan segala hal yang berurusan dengan permaisuri saat ini." saut Jin hu.


Horse dragon fly mendarat tepat di depan gua yu dan mereka semua turun dari kereta.


"Bersihkan tubuh kalian di sungai sebelah sana tidak jauh dari gua ini." ucap Ze sambil menunjuk arah sungai.


"Ah untuk pakaian ganti aku rasa pakaian milik Hui tu akan cocok untuk mereka yah walau sedikit kebesaran. Tunggu di sini aku akan mengambilkan pakaian ganti untuk kalian." ucap Ze lalu kembali masuk ke dalam kereta.


Ze mengambil pakaian milik Hui tu dari dalam batu dimensi karena tubuhnya yang kecil, tentu pakaiannya akan sangat kecil untuk dikenakan oleh kedua ibu dan anak itu.


"Ambil dan kenakan ini untuk sementara sebelum aku mencarikan pakaian yang sesuai untukmu. Dari pada kalian mengenakan pakaian lusuh dan kotor itu. Aku akan keluar hutan sebentar untuk membeli semua keperluan kalian selama kalian berada di sini." ucap Ze menyodorkan pakaian pada mereka dan mereka segera menerima pakaian yang di berikan oleh Ze.


"Mandilah dulu hutan ini sangat aman jadi kalian tidak perlu khawatir. Aku akan keluar dari hutan ini dulu sebentar sekalian mencari makan buat kita." ucap Ze.


"Ayo aku juga akan ikut denganmu ke luar hutan. Di sini aman dan tidak ada yang akan bisa masuk ke dalam hutan ini. Jadi tidak perlu aku menjaga mereka bukan." ucap Jin hu.


"Baiklah ayo." ucap Ze.


Mereka keluar hutan menggunakan kereta. Sampai di luar Ze memilih pergi ke pasar desa terdekat untuk membeli pakaian dan juga beberapa keperluan sehari-hari lain terutama bahan makanan.

__ADS_1


"Aku fikir ini akan cukup untuk mereka selama beberapa hari kedepan." ucap Ze saat mereka sudah berada di atas kereta lagi dan akan kembali ke hutan Fujian.


"Makan ini dulu. Aku yakin kalian pasti sudah sangat lapar." ucap Ze dan mereka segera menerima bungkusan makanan yang di tawarkan Ze.


"Setelah kalian selesai makan aku akan mengobati lidah kalian agar kalian sudah dapat berlatih mengucapkan kata hingga saat kami menjemput kalian, kalian sudah mampu berbicara fasih." jelas Ze.


Setelah mereka selesai makan Ze duduk bersila di depan mereka. Menatap keduanya dan kembali memeriksa nadi mereka bergantian untuk memastikan kondisi mereka.


"Tidak ada masalah lain. Itu artinya kita hanya butuh pil regenerasi untuk menyembuhkan lidah kalian." ucap Ze.


"Ambil masing-masing satu pil lalu telan pil itu untuk menumbuhkan lidah kalian." ucap Ze dan mereka mulai meraih pil di tangan Ze lalu menelannya sesuai ucapan Ze.


Setelah cukup lama menelan pil regenerasi itu, Ze meminta mereka membuka mulutnya lagi.


"Buka mulut kalian." ucap Ze dan mereka mengikutinya.


Ze mengeluarkan jarum dari kantongnya lalu menusuk lidah keduanya yang ternyata sudah tumbuh kembali.


"Hm baik tutup kembali mulut kalian." ucap Ze lalu mengerahkan tenaga dalam di telapak tangannya lalu mengarahkannya pada leher mereka lalu perlahan pindah ke atas hingga mulut mereka.


"Sekarang buka mulut kalian lagi." ucap Ze dan kembali mereka mengikuti perintah Ze.


Ze kembali menusukkan jarum tadi ke lidah mereka berdua.


"Akh." pekik keduanya membuat Ze tersenyum puas.


"Sekarang cobalah untuk mengucapkan sesuatu." ucap Ze dan permaisuri pertama membuka mulut berusaha berbicara.


"Si apa ka mu se be nar nya." tanyanya dengan terbata dan mulai menangis haru karena sudah bisa berbicara walau masih sulit.


"Aku saat ini sedang menangani penyakit putramu." ucap Ze.


"Rong yu o sa kit?" tanyanya lagi dengan huruf r terdengar samar.

__ADS_1


"iya Rong yuo dan saat kami menangani Rong yuo. kami mendapat informasi tentang permaisuri pertama yang belum mati tapi justru di sekap oleh mereka di tengah penanganan penyakit Pangeran Rong yuo.


Kami berinisiatif menyelamatkan anda saat mendengar kabar itu. Saat ini kami tidak bisa membawa anda kembali ke kerajaan api penyucian karena akan sangat berbahaya.


Biar kami membantu mengurus masalah pangeran Rong yuo dulu baru kalian bisa ikut dengan kami ke istana." jelas Ze.


"Maaf jika menyinggung. Aku ingin bertanya untuk memastikan satu hal. Apakah putri anda ini adalah putri kandung dari Raja Ruo?" tanya Ze.


"I ya a ku ha mil sa at me re ka men cu lik ku." jawab permaisuri pertama dengan ausah payah.


"Kami harus pergi untuk pengobatan pangeran Rong yuo dan untuk menyelesaikan masalah permaisuri saat ini agar kalian dapat segera memasuki istana dengan aman." ucap Ze.


"Terus berusaha latih kemampuan berbicara kalian. Terutama putri anda harus berlatih kebih kuat walau terasa menyiksa, putri harus berusaha agar dapat berbicara normal." saran Ze dan mereka berdua mengangguk paham.


"Ayo kita kembali saja ke kerajaan api penyucian sekarang agar dapat segera sampai. Kita masih harus menggunakan kecepatan normal bukan?" ucap Ze.


"Ya kasihan Horse dragon fly jika terus menggunakan kecepatan penuh." saut Jin hu.


"Berarti masih butuh beberapa hari agar kita dapat tiba di kerajaan api penyucian. Sebaiknya kita bergegas pergi saja." ucap Ze.


Mereka pergi dari hutan Fujian menuju kerajaan api penyucian meninggalkan permaisuri pertama beserta putrinya di sana agar aman dari orang-orang yang mengincar mereka.


Mereka berkereta selama 3 hari 3 malam hingga sampai di kerajaan api penyucian. Kedatangan mereka di sambut hangat oleh Raja Ruo dan permaisuri saat ini yang mengira jika Jin hu dan Ze berada di istana api penyucian hanya untuk mengobati penyakit dari Raja Ruo saja.


Ze memasang wajah datarnya menutupi kekesalan juga kebenciannya terhadap permaisuri saat ini.


"Sebaiknya kak Jin hu memberikan aku alasan agar dapat menghindari mereka sebelum aku lepas kendali dan membuat kekacauan karena melihat wajah mengesalkan permaisuri ular itu." bisik Ze.


"Tenang saja aku akan menjauhkan kau dengan permaisuri licik itu. Aku juga muak jika harus berhadapan dengan permaisuri licik itu." saut Jin hu juga berbisik.


Jangan lupa tetap dukung author dengan


Vote like dan komen agar Author tetap semangat memunculkan aksi Ze da Jin hu.

__ADS_1


__ADS_2