
Wen yuan keluar dari ruangan tempat Ze dan Jin hu makan berdua. Di luar sudah ada Liu yu yang menunggunya.
"Bagaimana?" tanya Liu yu.
"Tuan memerintahkan kita untuk mempersiapkan segala sesuatu yang dibutuhkan untuk mengatasi masalah ini. Ritual sudah terlanjur berjalan dan tidak boleh berhenti. Saat ritual pagi sudah selesai tuan akan bergabung dengan kita dan kita dapat pergi menangani masalah ini bersama tuan." jawab Wen yuan.
"Sudah aku duga kalau tuan tidak akan meninggalkan ritual sakral terlebih itu berhubungan dengan putri Ze dan pernikahan mereka." ucap Liu yu.
"Ya kau benar sekali, semenjak bertemu dengan putri, tuan seolah rela untuk menjadi budak dari putri. Dia akan melakukan apapun demi putri. Jangankan masalah seperti ini, ada hal yang akan mengancam nyawanya pun tuan tidak akan meninggalkan putri." saut Wen yuan.
"Ayo kita persiapkan semua. Para prajurit juga sudah bersiap di depan gerbang." ajak Wen yuan.
Kembali pada Ze dan Jin hu berada, Ze setelah menyelesaikan makannya segera memakan daun yiyang dan memberikan Jin hu juga daun yiyang. Ze berpikir kalau masalah yang akan dihadapi Jin hu nanti akan membutuhkan energi yang akan membuat Jin hu lemah jika tidak memakan daun yiyang.
Ze yakin bahwa Jin hu tidak akan membatalkan puasanya walaupun tubuhnya lemas nanti. Jadi Ze berinisiatif memberikan Jin hu juga daun yiyang miliknya untuk Jin hu makan.
__ADS_1
"Ada masalah apa?" tanya Ze setelah semua ritual pagi itu selesai.
"Ada sedikit masalah di luar. Kau tenang saja di sini. Aku akan segera mengatasi masalah itu dan segera kembali." jawab Jin hu.
"Masalah apa?" tanya Ze.
"Negeri atas awan ini memiliki 3 lapisan tabir tidak terlihat yang melindungi kami dari apapun yang berniat buruk dari luar sana." jelas Jin hu.
"Tabir pertama melemah dan beberapa monster berhasil memasuki kawasan terluar dari negeri atas awan." ucap Jin hu melanjutkan penjelasannya.
"Aku akan ikut." putus Ze.
"Huft, baiklah." pasrah Jin hu karena dia tidak akan dapat mencegah Ze jika Ze menginginkan sesuatu.
"Aku akan berganti pakaian dulu. Aku akan menyusul ke gerbang saat selesai." ucap Ze lalu berlalu pergi meninggalkan Jin hu yang hanya dapat menghela napas karena khawatir jika Ze ikut serta dalam mengatasi masalah monster itu.
__ADS_1
Walaupun Ze saat ini jauh lebih kuat, tapi kekuatan para monster yang akan mereka hadapi ini tidak dapat dianggap remeh. Walaupun melemah, kekuatan pelindung dari tabir itu masih tidak dapat diterobos oleh mahluk dengan kemampuan rendah.
Tentu mereka yang dapat menerobos tabir itu adalah mereka yang kuat. Jin hu lebih khawatir lagi karena dia tahu bahwa yang mahluk itu incar adalah Ze. Tapi Jin hu tidak pernah bisa untuk mengatakan tidak akan keinginan Ze.
Ze tiba di depan gerbang dengan mengenakan pakaian yang biasanya dia kenakan di luar. Yaitu pakaian yang menyerupai pakaian pria yang dia rasa nyaman untuk digunakan saat bertarung.
Kali ini mereka tidak menaiki kereta karena mereka harus segera tiba di tempat para monster beraksi sesegera mungkin. Ze dan Jin hu menunggangi horse dragon bersama tanpa kereta.
"Apa yang menyebabkan tabir melemah tiba-tiba?" tanya Ze saat kuda roh yang mereka tunggangi berpacu dengan lincah.
"Kekuatan dari tabir itu adalah hati yang tulus, kebaikan dan keceriaan dari penduduk yang tinggal di dalamnya. Sedangkan yang dapat melemahkan nya adalah jika ada orang yang memiliki niat buruk terutama jika orang itu adalah penduduk asli." jawab Jin hu.
"Ternyata gadis bodoh itu adalah penyebabnya." gumam Ze.
"Apa yang baru saja kau katakan?" tanya Jin hu yang tidak sengaja mendengar sekilas gumaman Ze.
__ADS_1
"Aku tidak mengatakan apapun. Kau pasti salah dengar." elak Ze.
jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian untuk Ze ✌