Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
mulai menyingkirkan gulma 5


__ADS_3

Jin hu hanya tersenyum melihat ulah jahil dari Ze. Ya bagi Jin hu kekejaman yang Ze lakukan saat ini hanya sebuah kejahilan saja. Sedangkan para prajurit yang melihat betapa sadisnya Ze mempermainkan musuhnya, kini sedang bergidik ngeri dan berjanji di dalam hati tidak akan pernah mau menyinggung dua orang itu.


Karena mereka melihat senyum Jin hu saat Ze berbuat sadis, mereka tentu menilai jika Jin hu sama sadisnya atau bahkan jauh lebih sadis dibanding dengan Ze saat ini.


"Me mengapa kau tertawa?" tanya mentri Yun semakin ketakutan melihat tawa mengerikan dari Ze.


"Kau fikir untuk apa kau ada di tempat ini hm? Kau bisa sampai di tempat ini atas perintah Raja Ruo bukan? Kami pun sama kamu ke tempat ini untuk dibasmi dan kami ke tempat ini untuk menyingkirkan gulma, penghianat, atau apa sebaiknya aku sebutkan tentang dirimu? Ha aku tahu kaki tangan Raja Hong." ucap Ze membuat mentri Yun terbelalak.


"Ja jadi Ya yang mulia Raja tahu semua yang terjadi?" tanya Mentri Yun terbata dengan keringat semakin deras membanjiri sekujur tubuhnya.


Dia sangat takut saat ini, tapi bukan takut akan kematiannya lagi. Dia takut jika seluruh keluarganya akan menderita gara-gara perbuatannya berkhianat pada Raja yang dia harusnya junjung dan hormati.


Pada zaman itu penghianat adalah yang paling dibenci. Hukum seorang yang berkhianat pada Raja mereka adalah hukum mati untuknya dan juga seluruh keluarganya tanpa terkecuali.


"Tentu beliau tahu tentang penghianatan yang kau dan mentri Qin lakukan dan oh aku lupa tuan Qu dan tuan Zu juga ikut andil dalam kerjasama kalian dalam melawan Raja Ruo secara diam-diam." ucap Ze sinis.


"A aku mo mohon ampuni keluargaku karena mereka tidak tahu apa-apa tentang kebusukanku ini sshh." ucap mentri Yun pelan sambil sesekali meringis pedih.


"Itu bukan tergantung dari diriku soal keluargamu selamat atau tidak. Aku hanya pelakasana tugas saja. Lagi pula, kau berhianat bukan pada diriku bukan?" ucap Ze.


"Saatnya kau tamat karena kami harus segera mengurus semua agar tidak ada yang curiga hingga kami menuntaskan kalian semuanya." ucap Ze lalu.


"Jleb... Akh..!" belati Ze menusuk dalam dada kiri mentri Yun hingga membuat mentri Yun terpekik dan perlahan menghembuskan napas terakhir dengan mata melotot.


"Kumpulkan semua jazad dari mereka segera dan kalian bertiga segera pasang ini di wajah kalian lalu ganti pakaian kalian dengan pakaian mereka di atas kereta." ucap Ze sambil memberikan topeng buatannya pada 3 prajurit terpilih untuk mengantikan 3 gulma yang mampu di tuntaskan.


Setelah semua jenasah terkumpul, Ze meneteskan cairan peleburnya dan seketika mayat-mayat yang saling menumpuk itu menghilang dari pandangan mereka semua membuat para prajurit terbelalak takjub akan kemampuan Ze.


Setelah beberapa saat mereka selesai dengan penyamaran beberapa orang prajurit biasa yang di utus oleh Raja Ruo yang di suruh menunggu di luar hutan sudah di panggil untuk masuk ke dalam hutan.


"Hm masih ada yang kurang. Tapi apa ya?" gumam Ze setelah melihat 3 orang sudah menggunakan paras dan pakaian dari mentri Yun dan 2 rekannya itu.

__ADS_1


Ze meneliti dari atas hingga bawah ke 3 orang itu hingga tatapannya terfokus pada perut mereka dan bersorak bahagia.


"Yeay aku tahu apa yang kurang dari kalian bertiga. Aku memang jenius." sorak Ze girang dan Jin hu serta yang lain yang melihat tingkah kekanakan Ze ini senyum-senyum menahan diri untuk tidak tertawa.


"kalian ambil 3 gulungan kain." ucap Ze pada prajurit di sampingnya.


"Baik Putri Ze...!" seru prajurit itu lalu segera pergi mencari apa yang Ze pinta.


Setelah 3 gulungan kain tiba Ze lalu memberikannya pada 3 orang berwajah mentri Qin dan juga 2 rekannya itu lalu menyuruh mereka memasukkan gulungan itu dalam baju dan merapikan di perut agar dapat terlihat seperti perut besar seperti perut berlemak dari 3 orang yang sudah tiada itu.


"Ambil ini lalu masukkan ke dalam pakaian kalian. Letakkan di bagian perut lalu rapikan menyerupai perut berlemak 3 orang tadi." ucap Ze dan mereka segera menurutinya.


"Hm sempurna semuanya silahkan pada posisi masing-masing mana para prajurit yang di utus Raja Ruo?" ucap Ze dan seseorang datang melapor.


"Mereka baru dipanggil putri dan sebentar lagi akan tiba." ucap prajurit itu sambil menunduk hormat.


"Hm baiklah kalian bertiga naik ke atas kereta dan kalian ber 4 naik ke atas kuda. Ingat status palsu kalian selama di sana dan kalian baru boleh kembali setelah ada panggilan dari Raja Ruo." ucap Ze dan mereka segera menaiki kereta yang sudah sedikit di perbaiki dan 4 orang yang menyamar menjadi pengawal sudah siap di atas kuda mereka masing-masing.


Setelah beberapa orang prajurit biasa utusan dari Raja Ruo datang, rombongan mentri Yun palsu segera berangkat menuju desa yang menjadi tujuan mentri Yun sebelumnya.


Ze dan Jin hu sudah tiba di istana dan langsung ke tempat Raja Ruo karena seorang kasim sudah menunggu mereka atas perintah Raja Ruo untuk meminta mereka menemui Raja Ruo di ruangannya saat Ze dan Jin hu kembali.


"Hormat hamba Yang mulia tuan Jin dan putri Ze." sapanya sambil menunduk hormat.


"Hm ada apa?" tanya Jin hu.


"Yang Mulia Raja Ruo menunggu Yang mulia tuan Jin dan putri Ze di dalam ruangannya." jawab kasim itu.


"Hm baiklah tunjukkan jalannya." ucap Jin hu.


Mereka mengikuti langkah kasim itu menuju ruang di ujung koridor yang ternyata adalah perpustakaan istana.

__ADS_1


"Yang mulia tuan Jin dan putri Ze sudah tiba Yang mulia Raja...!" lapor penjaga pada Raja Ruo.


"Biarkan mereka masuk ke dalam sini." ucap Raja Ruo dan pintu segera dibuka oleh penjaga itu.


Jin hu dan Ze segera masuk ke dalam dan Raja Ruo segera menyambut kedatangan mereka berdua dengan senyum bahagia terukir di wajahnya.


"Salam Yang mulia Raja...!" ucap Ze.


"Salam Guru...!" ucap Jin hu sambil menunduk.


"Kemarilah." panggil Raja Ruo.


"Bagai mana dengan tugas kalian?" tanya Raja Ruo semangat.


"Semua berjalan sesuai rencana Guru." jawab Jin hu.


"Ha ha ha ha bagus bagus bagus." seru Raja Ruo sambil tertawa girang.


"Kalian memang paling bisa diandalkan." puji Raja Ruo.


"Bagaimana ke adaan Rong yuo? Aku tidak mengunjunginya beberapa hari ini karena kesibukanku." tanya Raja Ruo.


"Pangeran masih merasa tertekan Yang mulia." ucap Ze sambil memberi kode pada Raja Ruo jika ada yang tengah menguping pembicaraan mereka saat ini.


"Aku sungguh tidak menduga jika usaha kita memulihkan dirinya akan gagal dan berakibat pada Rong yuo putraku yang semakin tertekan." ucap Raja Ruo yang paham dengan maksud dari lirikan Ze itu.


"Sebaiknya Yang mulia menjenguknya dan menghiburnya. Karena saat ini dukungan dari Yang mulia adalah satu-satunya cara untuk mengurangi rasa tertekan yang dia rasakan saat ini." ucap Ze.


Hai para Readers setia Ze di mana pun berada.πŸ˜€πŸ˜€πŸ˜€


Terima kasih πŸ™ atas dukungan kalian dengan Vote like dan koment yah walau kadang ada yang rada julid sih😞😞😞

__ADS_1


Dukung terus dan tingkatkan dukungan kalian jika masih ingin up sebanyak kemarinπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


salam hangat Author dan Ze


__ADS_2