Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Bukan serakah hanya menggantung harapan tinggi


__ADS_3

Ze hendak bangkit dari duduknya namun terhenti oleh seruan Hui tu.


"Tunggu dulu." cegah Hui tu


"Ada apa?" tanya Ze


"Tolong pindahkan aku dulu." pinta Hui tu


"Kemana?" tanya Ze dengan kening berkerut


"Letakkan aku di atas batu yang terdekat dengan kolam air suci ini. Tempat kau biasa bertapa saat di dalam batu dimensi ini." jawab Hui tu


"kenapa harus pindah dan harus di tempat itu?" tanya Ze bingung.


"Karena seluruh energi alam di dalam dimensi ini terpusat di sana. Itu akan mempercepat proses penyerapan energi yang berguna untuk mempercepat selesainya tapa yang akan aku jalani.


Aku masih belum bisa tenang membiarkan gadis sebodoh dirimu itu sendiri di tengah tengah orang licik tanpa aku di sisimu." jelas Hui tu membuat Ze kesal sekaligus kesal.


"Baiklah akan aku pindahkan." jawab Ze lalu mengangkat pelan telur segel tempat roh Hui tu tersegel itu dan meletakkan kembali di tempat yang dimaksud Hui tu.


"Sudah sekarang aku akan mengerjakan pembuatan pil dan racunku dulu. Ayo Cece bantu aku ambil pil penguat roh dan berikan padaku saat aku kehabisan energi nanti saat proses pembuatan pil dan racun." ucap Ze


"Gadis bodoh ingat untuk tak berurusan dengan pemuda bernama Li gui itu." peringatan dari Hui tu


"Baiklah kakek Hui tu. Mulai saat ini aku akan mengabaikan dan menghindari pemuda bernama Li gui itu." jawab Ze sambil berjalan ke arah tungku obatnya berada.


"Itu baru gadis baik." puji Hui tu


Ze memindahkan tungku obatnya dan meletakkannya di tengah batu datar di dekat Hui tu. Cece meletakkan semua bahan-bahan yang dibutuhkan Ze untuk membuat pilnya di dekat tungku obat.


Ze segera duduk bersila menghadap tungku obat miliknya dan mulai konsentrasi pada proses pembuatan pilnya.


Ze mulai mengarahkan tangannya ke arah tungku dan api di bawah tungku mulai menyala. Setelah nyala api stabil Ze segera memasukkan beberapa bahan yang di butuhkan untuk obat yang ingin di buatnya.


Sementara Ze membuat obat Cece terus di sisinya membantu memberikan pil penguat roh padanya saat di lihat Ze mulai kehabisan energi serta membantu mengelap kerungat di wajah Ze.


Selang beberapa lama pil-pil dalam tungku mulai terbentuk dan saat Ze merasa semua telah jadi dia menarik tangannya yang di arahkan pada tungku.


Api pada bawah tungku segera padam dan Ze segera membuka tutup tungku obat itu. Saat tungku terbuka aroma harum obat mulai tercium begitu pekat membuat Cece segera mendekat.


"Itu baik untuk perkembangan kekuatannya menyerap energi yang terlepas pada uap yang keluar dari tungku itu." jelas Hui tu menyadari Ze memperhatikan Cece yang hanya terdiam di dekat tungku obat.


"Oh" jawab Ze singkat

__ADS_1


"Pil milikmu itu harum sekali. Apa jenis pil yang kau buat sebenarnya?" tanya Hui tu


"Hanya dua belas butir pil regenerasi tingkat istimewa mendekati level surga." jawab Ze santai membuat Hui tu geram.


"Ceh dasar gadis sombong kau itu." ucap geram Hui tu


"Apa yang salah dari kata-kataku itu?" tanya Ze santai


"Aku memang hanya berhasil membuat dua belas butir dalam waktu selama ini. Padahal aku menambahkan air suci di dalam resepnya." jelas Ze


"Pil regenerasi adalah pil langka yang hanya alkemis tingkat 4 ke atas yang bisa membuatnya itupun sangat jarang berhasil.


Dengan banyak bahan dan usaha hanya kadang menghasilkan 1 hingga 2 butir pil tingkat mendekati tinggi saja jika berhasil.


Saat ini kau membuat pil regenerasi tingkat istimewa mendekati level surga dan bukan hanya itu jumlah yang kau dapat jauh lebih banyak dengan jumlah bahan yang sama.


Saat mereka para master alkemis mendengar kau menyebut 12 butir pil tingkat istimewa level mendekati surga dan kau bilang hanya mereka akan memuntahkan roh mereka dan ma*i karena marah.


Bahkan untuk yang sudah di kubur mungkin akan bangkit hanya untuk mengutukmu karena kesombongan yang kau miliki itu." jelas Hui tu geram


"Apa bedanya pil istimewa level menekati surga dengan pil tinggi itu?" tanya Ze polos.


"Ceh kau gadis bodoh. Andai aku tak melihat langsung kau membuat obat itu aku akan ragu kau seorang alkemis.


kalau menggunakan perbandingan tingkat di bawah itu 1 koin emas dan di atasnya itu 1000 koin emas." helas Hui tu


"Wah berarti jika aku menjual sebutir pil ini aku akan kaya." potong Ze


"Iya sangat kaya. Apa kau masih ingin mendengar penjelasan tentang tingkatan pil atau tidak." ucap Hui tu kesal


"He he iya maaf silahkan lanjutkan kakek." jawab Ze


"Tingkatnya itu mulai dari tingkat


rendah


tengah


mendekati tinggi


tinggi


tinggi level atas

__ADS_1


tinggi level istimewa


istimewa


istimewa level atas


istimewa mendekati surga


surga


dan terakhir dan hampir tak pernah ada yang berhasil mencapainya yaitu tingkat misteri.


Sekarang kau paham berapa jauh perbedaanmu dan mereka bukan?" jelas Hui tu dan bertanya pada Ze.


"Hm cukup jauh juga ya. kalau begitu aku harus lebih banyak berlatih untuk mengejar jarak 2 tingkatan itu." jawab Ze membuat Hui tu makin kesal di buatnya.


"Tuk, au sakit! mengapa kau melemparku dengan batu huh?" tanya Ze kesal


"Andai aku ini masih hidup aku akan mati berdiri karena kesal padamu. Aku meminta kau membandingkan dengan pil tingkat mendekati tinggi agar kau bersukur dengan pil buatanmu.


Ini malah kau mengincar level Misteri yang sangat sulit itu." jawab Hui tu ketus


"Untuk apa membandingkan diri dengan yang ada di level bawah itu hanya akan membuat aku jalan di tempat saja.


Aku hanya ingin terus maju dan naik hingga puncak. Lagian hanya sangat sulitkan bukan mustahil? Jadi, apa salahnya aku berniat mencapainya." jawab Ze


"Baiklah terserah kau saja dasar serakah." jawab Hui tu


"Bukan serakah hanya menggantung harapan tinggi." protes Ze


"Baiklah saatnya membuat hadiah untuk orang yang mengajarkan aku sakitnya terluka dan tak berdayanya aku saat terluka." ucap Ze


Hui tu tak lagi menanggapi perkataan Ze karena masih kesal pada Ze. Sedangkan Cece masih sibuk menyerap energi dari hasil pembuatan pil.


Ze sangan serius dan hati-hati dalam mencampur ramuan racun yang di buatnya.


"ah selesai juga." seru ze girang melihat semua racun dan pil buatannya.


"mana bubuk halusinasinya?" tanya Hui tu


"Siapa bilang aku membuat bubuk halusinasi?" tanya Ze balik


"Tadi kau bilang begitu." ucap Hui tu kesal

__ADS_1


__ADS_2