Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
penyerangan terhadap mei yin 3


__ADS_3

Sementara Liu yu dan Mei yin mengobati luka mereka dengan pil dan air suci pemberian Ze di dalam gua, liu tang ke di rumah milik mei yin mencoba menghentikan tasa gatal dan perih di matanya dengan membasuhnya air.


"akh...!" Rintih liu tang ke merasa tersiksa dengan matanya.


"kurang ajar br***ek lemah itu berani mengerjai aku. Jika aku menemukannya akan ku siksa dia sebelum mem***uhnya." ucap liu tang ke dengan geram.


Di dalam gua tempat ze


Jin hu masih saja siaga di dekat ze untuk melindunginya. Sedangkan Wen yuan setia menyediakan kebutuhan tuannya itu.


"Tampaknya tapa ze lancar dan stabil." gumam jin hu tersenyum melihat wajah tenang ze dalam tapanya.


"Kau bisa tenang sekarang ada aku di sisimu. Aku tak akan membiarkan siapa pun menindasmu lagi.


Kau tak perlu khawatir lagi untuk melakukan apa pun yang kau inginkan meski itu menyinggung orang.


Sudah cukup kau hidup terkekang. selama ini dalam hidupmu ada banyak aturan yang tak bisa kau langgar. Ada banyak orang tak boleh kau singgung.


Sekarang kau bagiku adalah aturan itu dan tak ada orang yang bisa menghentikan langkahmu.

__ADS_1


Aku menjadi kuat adalah untuk agar kau tak terkekang aturan apapun dan membantumu menyingkirkan siapa pun yang menyinggungmu tanpa perduli jika itu kau yang bersalah sekalipun." ujar jin hu sembari menatap lembut penuh cinta wajah Ze.


"kau sungguh luar biasa tuanku. orang di luar ingin gadisnya lemah lembut dan sopan. Sedang anda ingin gadis anda menjadi pembangkang dan penindas." batin wen yuan setelah tak sengaja mendengar pernyataan jin hu.


Di gua tempat Mei yin dan liu yu


"Sudah dari kemarin kita di sini dan kondisi kita telah pulih seperti biasa.


Apakah akan aman jika kita terus bersembunyi di dalam sini sebelum ze dan jin hu kembali?" tanya Mei yin pada liu yu.


"Aku rasa sudah saatnya kita mencari tempat lain nyonya.


Mereka belum ada pergerakan mungkin karena belum bisa menyingkirkan efek bubuk gatal pada matanya.


"kau benar sekali. sebaiknya kita pergi sejauh mungkin sebelum mereka menemukan kita." ucap Mei yi dan mereka bergegas keluar dari gua lalu berlari sejauh mungkin.


Liu tang ke telah berhasil menyingkirkan efek bubuk gatal di matanya dan kembali melanjutkan rencana menghabisi mei yin.


Kali ini dia jauh lebih semangat ingin menghabisi mei yin mengingat betapa menderitanya dirinya karena rasa perih dan gatal di matanya yang membuat matanya tampak bengkak dan merah.

__ADS_1


"Akhirnya rasa gatal dan perih yang menyiksa ini bisa berakhir juga. Aku akan membuat orang lemah itu membayar semua yang aku derita.


Suruh siapa mereka membuat aku seperti ini. Awalnya aku ingin dia m**i dengan mudah. Sekarang akan ku buat dia menderita sebelum dia m**i di tanganku." Ucap liu tang ke semangat lalu mulai mencari keberadaan mei yin.


Liu tang ke berfikir jika liu yu telah m**i karena racun jadi dia hanya menarget Mei yin sebagai tempat balas dendam atas apa yang telah di alaminya.


"Di mana mereka huh. Kenapa aku sama sekali tak bisa merasakan keberadaan mereka bahkan saat berdekatan kemarin." gumam liu tang ke heran.


Di lihatnya belati miliknya dan tetesan darah di daun tanaman di dekatnya.


"Berarti dia ada di dekat sini." gumamnya dan melihat sekeliling.


"Apakah itu gua?" gumamnya tersenyum jahat


Liu tang ke berjalan cepat menuju gua tempat mei yin dan liu yu sebelumnya bersembunyi.


"Bekas api yang masih hangat. Berarti dia masih di dekat sini." gumamnya lalu segera keluar dari sana.


Liu tang ke berlari dengan kekuatan penuh kearah mei yin dan liu yu berlari. Dia melihat jejak dan mengarahkan dirinya kearah yang benar.

__ADS_1


liu tang ke menyeringai melihat punggung liu yu dan Mei yin berlari. Segera di kejar mereka dan


"bruk bruk, akh akh uhuk uhuk uhuk" di hempaskan tubuh mei yin dan liu yu hingga membentur pohon dan terjatuh di tanah. Begitu keras benturan yang mereka terima hingga terbatuk darah.


__ADS_2