Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Biarkan ku tukar hidupnya dengan hidupku


__ADS_3

Mereka akhirnya memberitahukan pada ze tentang perjalanan menuju hutan keramat mengambil bunga kelahiran untuk menyembuhkannya.


"ya perjalanan. Kalian akan melakukan perjalanan menuju hutan angker mengambil bunga kelahiran." jawab tang hui bi.


"hutan angker ? bunga kelahiran ?" tanya ze semakin bingung.


"kondisimu saat ini jauh dari baik baik saja. Bahkan menstabilkan keadaan kamu seperti sekarang tidak mudah dan tak akan bertahan lama. kau mengalami luka luar dan dalam yang sangat parah bahkan mempengaruhi kultivasimu dan membuat rohmu terluka juga.


jika tak segera mendapatkan bunga kelahiran untuk memulihkan kondisimu maka kau akan lebih menderita lagi dan kemungkinan besar kau akan m**i.


bunga kelahiran hanya tumbuh di dalam kolam kehidupan yang ada di tengah lembah kematian di dalam hutan angker. Kau harus ikut serta karena bunga kehidupan akan layu segera setelah di petik." jawab ji liu ku.


"oh aku mengerti sekarang." ucap ze


Setelah selesai membahas masalah perjalanan ze menuju hutan keramat akhirnya ji liu ku pergi meracik ramuan untuk ze merendam dirinya.


Setelah rendaman obat telah siap jin hu mengangkat tubuh ze dan menaruhnya dalam kuali besar berisi ramuan agak panas terlihat dari uap yang keluar dari air rendaman itu.


"Akan terasa sakit saat kau berendam di dalamnya. Tapi, kau harus tahan karena itu memang reaksi dari ramuan itu.

__ADS_1


Yang artinya tubuhmu tengah menyerap manfaat dari ramuan itu dan itu pertanda baiknya." ucap ji liu ku


"Baik em aku harus memanggil anda dengan sebutan apa?" tanya ze bingung.


"Guru saja" jawab ji liu ku membuat ze bahagia.


"Baik terima kasih guru." ucap ze bahagia.


Saat pertama masuk ke dalam rendaman ze merasa nyaman lama kelamaan ze merasa tertusuk tusuk hingga ketulang hingga lama kelamaan terasa seluruh tubuhnya remuk.


"ish akh ah akh....!" rintihan ze perlahan jadi teriakan karena tak tahan dengan sakit yang di rasakannya.


Jeritan ze terhenti saat ramuan berubah menghitam dan perlahan ze mulai tak sadarkan diri.


"ze? ze?" panggil jin hu


"Biarkan saja dulu seperti itu dia hanya tertidur karena kelelahan menahan sakit. Angkat tubuhnya minta hua wei mengganti pakaiannya agar bisa nyaman dengan tidurnya." ucap ji liu ku dan segera di lakukan oleh jin hu.


Ze masih saja tertidur saat semua persiapan untuk perjalanannya telah siap sehingga jin hu memutuskan untuk membawanya tanpa membangunkannya karena tak tega mengganggu tidur ze.

__ADS_1


"Master ji aku akan membawa ze pergi sekarang juga. Biarkan dia tetap tertidur agar lebih bertenaga saat tiba di hutan angker." pamit jin hu


"Apa kau yakin akan tetap melakukan itu? mengobankan dirimu sendiri untuk menyelamatkan ze apakah sepadan untukmu?" tanya ji liu ku memastikan.


"aku yakin akan tetap melakukannya. semua sepadan saat ze baik baik saja. aku tak bisa hidup jika dia tak ada di sisiku lagi pula ini semua bisa terjadi karena aku telah ceroboh tak menjaganya dengan baik. maka biarkan aku tukar hidupnya dengan hidupku ini." jawab jin hu yakin


"Baiklah berhati hatilah di perjalananmu dan jaga tubuh ze dari udara dingin. Itu akan melemahkan tubuhnya dan jangan biarkan dia terlalu lelah." ucap ji liu ku dan jin hu mengangguk lalu membawa tubuh ze turun dari gunung menuju kereta miliknya.


"kakak ke 2!" panggil seseorang saat jin hu sudah keluar gerbang kediaman ji liu ku


"Dari mana kalian tau aku di sini?" tanya jin hu melihat Rui huo nan mendekat bersama wen yuan dan liu yu.


"kami mendengar jika kakak ipar terluka parah dari kakak pertama dan liu yu ingat jika master tang adalah guru dari ze dan sedang berada di gunung jiu li ini makanya kami segera ke sini dan benar saja kakak ke2 dan kakak ipar ada di atas." jawab rui huo nan


"Kakak ke 2 hendak kemana membawa kakak ipar?" tanya ruo huo nan.


"Ke utara tempat lembah kematian untuk mengambil obat untuknya." jawab jin hu singkat.


"Aku akan ikut" putus rui huo nan

__ADS_1


"aku juga" jawab wen yuan dan liu yu kompak.


__ADS_2