Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Yang sebenarnya terjadi 3


__ADS_3

"Kakak sebaiknya pergi saja, tidak perlu mengkhawatirkan aku. Aku akan baik-baik saja di gua ini meski seorang diri." saran Ze.


"Tapi, bagaimana aku dapat meninggalkan dirimu sendiri di saat kondisimu saat ini masih belum stabil secara keseluruhan?" ucap Ruri yang masih tidak tega untuk meninggalkan Ze sendiri di gua itu.


"Kau juga masih harus meminum ramuan untuk masa pemulihan kondisi fisikmu bukan." tambah Ruri.


"Bukankah persediaan ramuan obat yang kakak buat untukku sudah sangat banyak? Kakak tidak boleh mengabaikan tanggung jawab kakak sebagai seorang anak dan juga sebagai seorang pangeran negeri naga ini." bujuk Ze berusaha meyakinkan kakak angkatnya itu agar menjalankan tugasnya tanpa harus menjadikan dirinya beban pikiran.


"Baiklah, Kau menang. Aku akan pergi dan segera mengurus segala masalah yang telah terjadi di sana. Sesegera mungkin aku akan kembali. Sebaiknya selama kakak pergi, kamu tidak pernah melewatkan waktu untuk meminum obatmu itu." pasrah Ruri pada akhirnya.


Karena, walau bagaimana itu memang sudah merupakan tanggung jawab baginya untuk menjaga keamanan dan kedamaian negeri naga. Karena dia adalah pangeran dari Kerajaan inti dari negeri naga.


Saat ini kakaknya Liyang sedang bertapa dan tidak dapat diganggu jadi dia satu-satunya harapan untuk saat ini.


"Kak, apakah aku dapat menanyakan sesuatu pada kakak sebelum kakak pergi?" tanya Ze.


"Tentu apa yang ingin kau tanyakan?" jawab Ruri sekaligus menanyakan apa yang ingin diketahui oleh adik angkatnya itu.


"Bukankah setiap penghuni dari negeri ajaib tidak boleh saling mengganggu dan mereka tidak berhubungan satu sama lain?" tanya Ze.

__ADS_1


"Ya memang benar." jawab Ruri.


"Lalu mengapa kalian bertapa di negeri lain untuk meningkatkan pencapaian kalian?" tanya Ze mengutarakan rasa penasarannya.


"Dalam sembilan negeri ajaib, negeri hewan roh Suci adalah tempat untuk seluruh hewan roh Suci seperti, ras kami yaitu naga, ras Phoenix, dan terakhir ras merak, untuk meningkatkan kultivasi. hanya yang sudah memasuki tingkat tertentu yang dapat memasuki negeri hewan roh Suci."jelas Ruri.


"Jadi, negeri hewan roh Suci tidak memiliki penghuni asli?" tanya Ze.


"Penghuni asli dari negeri hewan roh Suci tentu ada. Mereka adalah bangsa king Phoenix dan naga Suci. sedangkan untuk area, seluruh area dapat dua ras itu masuki tapi, untuk naga biasa seperti kami, Phoenix api dan yang lain, serta ras merak, kami memiliki area tertentu yang tidak boleh kami lewati."jelas Ruri.


"oh, baiklah aku paham sekarang." ucap Ze.


"Baiklah." Ze pasrah meminum obat yang sangat kuat dengan rasa pahitnya itu. Demi untuk dapat kembali ke dunia dia berasal untuk mencari jati dirinya yang sesungguhnya.


"Akh... pahit... " keluh Ze sambil menjulurkan lidah dan mengipasi lidahnya.


"Ambil buah ini untuk menghilangkan rasa pahit pada mulutmu." ucap Ruri tersenyum sambil mengulurkan tangan yang mengapit satu buah kecil berwarna merah menyerupai ceri dengan jari telunjuk dan ibu jarinya.


Ze segera meraih dan memasukkan buah itu ke dalam mulutnya lalu segera mengunyah nya. Ze tersenyum saat merasakan bahwa buah tersebut sungguh menghilangkan rasa pahit di dalam mulutnya.

__ADS_1


"Sangat manis kak. Mengapa kau tidak memberikan buah ini sebelumnya? Aku harus terus menahan rasa pahit yang tertinggal di mulutku selama ini." keluh Ze.


"Buah tian ini tidak berbuah setiap saat. Hanya di musim-musim tertentu tanaman itu berbuah. Kebetulan sekarang waktunya berbuah dan waktu aku lewat tadi aku lihat ada beberapa buah tian yang sudah masak. Aku memetiknya untukmu agar dapat kau makan setiap kali kau selesai meminum obatmu."jelas Ruri.


"Sekarang tidak ada alasan lagi kau untuk menolak meminum obatmu." tambah Ruri.


"Ya." jawab Ze senang.


"Baiklah, kakak harus pergi. Jaga dirimu baik-baik dan jangan lewatkan waktu meminum obatmu." ucap Ruri pamit pada Ze.


Ze mengangguk sambil tersenyum pada kakak angkatnya itu. Ruri lalu melangkah pergi meninggalkan Ze sendiri di dalam gua.


Hai para pembaca novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"


jangan lupa dukungan yang berupa vote, like dan komen untuk author.


Jangan lupa juga batas waktu lomba vote novel yang berhadiah pulsa masing-masing @25k untuk 5 orang pemenang yang memberikan vote terbanyak tinggal 3 hari lagi ya. Hari senin jam 12.00 akan di akhiri sekaligus akan ada pengumuman pemenangnya.

__ADS_1


salam hangat dari author


__ADS_2