
"Tentu, kau mungkin salah mendengar sesuatu sebagai suaraku. Kau sungguh sudah terobsesi padaku rupanya, hingga selalu mendengar suaraku walaupun aku sedang terdiam." ucap Jin hu sambil tersenyum menggoda. Jin hu sengaja menggoda Ze agar berhenti bertanya lagi.
Mereka memutuskan untuk mempercepat perjalanan menuju negri Doucang karena tidak ingin berurusan dengan orang kuat yang berada di dekat mereka saat ini. Dalam hati masing-masing mereka berharap jika orang kuat itu bukan mengikuti atau pun mengincar mereka berdua.
Saat ini mereka sedang konsentrasi mengamati pergerakan orang yang tadi mereka hindari, apakah masih tetap berada di sekitar mereka atau sudah tidak lagi bersama dengan mereka.
"Awas Ze...!" seru Jin hu sambil memeluk dan membawa tubuh Ze keluar dari kereta. Sedangkan Huo nan yang duduk di depan pintu kereta hanya bisa pasrah terlempar karena tendangan dari Jin hu.
"Duar" kereta yang Ze dan Jin hu tumpangi tiba-tiba meledak saat mereka sudah di luar kereta itu. Ternyata orang yang mengikuti mereka mengerahkan tenaga dalam dengan energi yang sangat kuat ke arah mereka dan beruntung Jin hu menyadari itu sehingga dia mampu menyelamatkan Ze, Huo nan dan dirinya sendiri dari serangan orang tadi.
"Aduh...!" pekik Huo nan kesakitan karena tendangan Jin hu dan terjatuh dari ketinggian kereta.
"Hati-hati..! orang ini mengincar kita." ucap Jin hu khawatir.
Mereka kini fokus pada keberadaan orang itu. Yang sedang menatap mereka dengan tajam. Orang itu adalah pria bertubuh tinggi besar berwajah tampan namun terkesan dingin.
Pria itu menyeringai lalu mengibaskan tangannya ke arah Ze dan Jin hu membuat mereka terhempas jauh hingga membentur pada batang pohon.
"Ze...!" seru Jin hu yang melihat Ze terhempas. Jin hu mengkhawatirkan keadaan Ze tanpa perduli bahwa dirinya juga terhempas dan terluka.
"Tidak ada gunanya kita menghindari orang ini. Sebaiknya kita mencoba untuk melawan dari pada kita mati konyol tanpa sempat melawan." ucap Ze yang sudah membaik setelah menelan pil pemulihan dan juga memberikan pada Jin hu.
Jin hu dan Huo nan mengangguk mengiyakan ucapan Ze yang mereka juga anggap benar. Mereka mengeluarkan senjata andalan mereka termasuk racun. Melihat Ze, Jin hu dan Huo nan mengeluarkan pedang dan belati, pria tadi mengumpulkan energinya pada tangan lalu merubahnya menjadi berbentuk pedang. Ze, Jin hu dan Huo nan maju bersama untuk menyerang pria asing itu.
"Hia........!" seru mereka dan akhirnya perkelahian terjadi.
"Trang tring trang tring." suara senjata mereka saling berbenturan.
__ADS_1
Ze, Jin hu dan Huo nan menyerang dengan kecepatan tinggi namun, orang yang mereka serang itu tidak kewalahan sama sekali dengan serangan mereka bertiga.
"Buk buk buk." Ze, Jin hu dan Huo nan menerima tendangan dari lawan mereka itu.
"Duak duak duak bruk bruk bruk." mereka terhempas membentur batang pohon dan tersungkur ke tanah.
"Ze....!" seru Jin hu khawatir akan keadaan Ze yang terkena serangan yang juga dia terima.
"Uhuk uhuk uhuk." Mereka bertiga terbatuk memegang dadanya yang sakit terkena tendangan tadi.
"Aku tidak apa-apa. Ayo..!" seru Ze dan mereka kembali menyerang orang asing itu.
"Tring trang tring trang." senjata mereka bertiga kembali berbenturan dengan orang asing itu.
"sret sret jleb." Ze dan Huo nan mendapatkan tebasan pedang pada lengan dan dada mereka sedangkan Jin hu harus terhunus pedang dari kumpulan energi itu.
"Kak Jin hu....!" seru Ze.
"kakak kedua..!" seru Huo nan.
Mereka segera menghampiri Jin hu yang terluka parah akibat terhunus pedang yang berasal dari energi orang asing yang menjadi lawan mereka itu.
"Siapa kau ini? Mengapa kau menyerang kami tanpa sebab?" tanya Huo nan yang tidak tahan melihat Jin hu terluka parah.
"Ha ha ha ha ha." orang itu hanya tertawa dia terdiam sejenak lalu mulai menjawab pertanyaan dari Huo nan.
"Apakah harus ada alasan yang tepat untuk aku menghabisi orang lain?" ucap pria asing itu.
__ADS_1
"Karena kalian akan mati, untuk tidak membiarkan kalian mati penasaran aku akan membongkar sebuah rahasia." ucap pria itu lagi.
"Aku adalah Raja terkuat di wilayah Timur ini. Tapi, seorang peramal mengatakan jika akan ada sepasang kekasih yang akan dengan mudah menghancurkan aku dan kekuasaan yang aku miliki. Mereka adalah seorang pangeran yang terbuang yang justru menjadi Raja yang dikagumi dengan seorang gadis jenius yang berasal dari dunia lain." lanjutnya menjelaskan.
"Aku menemukan dirimu (menunjuk Jin hu yang terbaring lemah dalam pelukan Ze) sang pangeran terbuang yang menjadi Raja dari istana atas awan yang di kagumi oleh banyak orang. Selama ini aku selalu mengamati perkembangan pencapaian yang kau dapat. Jika kau tidak kuat maka kau aman, tapi belakangan ini kau justru menjadi semakin kuat jadi aku harus menghabisi dirimu. Dengan mengawasi dirimu juga aku akan menemukan pasangan yang dimaksud peramal itu." jelasnya lagi membuat Ze terkejut namun berusaha sekuat mungkin menutupi keterkejutan dirinya.
"Siapa yang kau maksud dengan gadis dari dunia lain itu?" tanya Huo nan.
"Tentu saja gadis yang berada di dekatmu. Apakah ada gadis dari dunia ini yang berotak cerdas dan serba bisa? Maka dia bukan gadis biasa." jawab pria itu dan tanpa pria itu sadari, Ze sudah meneteskan darahnya pada mulut Jin hu dengan mengiris ujung telunjuknya sedangkan Jin hu yang merasakan tetesan darah pada mulutnya terkejut dan merasa bersalah karena Ze harus melukai dirinya sendiri demi dirinya.
"Apa yang harus aku lakukan saat ini? Orang ini sangat kuat, kami akan mati konyol jika melawan dengan kekuatan kami saja. Dia hanya sedang bermain-main melawan kami sehingga kami masih hidup saat ini." batin Ze.
"Kini sudah saatnya kalian semua mati di tanganku." ucap pria itu lalu mengumpulkan energi pada telapak tangannya.
Tubuh ketiga orang itu terasa kaku akibat tekanan dari pria asing itu. Ze semakin kuat memutar otak untuk mencari jalan keluar dari masalah di depannya itu.
"Haaaaaa" seru pria asing itu lalu mengarahkan energi yang terkumpul di telapak tangannya ke arah tiga orang itu.
Kumpulan energi yang terkumpul itu mendekat pada Ze dan yang lain. Ze segera maju ke depan dua orang itu lalu mengeluarkan sebuah plakat emas dan segera mematahkan plakat emas itu. Tiba-tiba cahaya yang sangat terang keluar dari plakat emas yang Ze patahkan itu membuat pria asing itu terhempas jauh.
Hai pembaca setia Ze
maaf atas keterlambatan up novel ini
jangan lupa dukungan kalian dengan
vote, like dan komen kalian
__ADS_1
salam hangat dari author dan Ze.