Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kehebohan di kediaman An


__ADS_3

Sementara di keluarga An juga tengah gempar. Satu satunya yang masih di andalkan keturunan dari tuan An pulang dengan kondisi yang sangat tak berdaya.


"Ruo lan putriku...!" seru selir hui.


"Apa yang terjadi padanya?" tanya selir hui pada pengawal kediaman nam yang membawanya pulang.


"Dia telah menyinggung yang mulia tuan jin hu sehingga yang mulia tuan jin hu murka dan memotong tangannya." jelas pengawal tersebut membuat tuan an yang baru muncul menjadi pucat pasih.


"Bagaimana bisa dia menyinggung seorang seperti yang mulia tuan jin hu?" tanya tuan An geram.


"Tuanku, ini pasti hanya salah faham. ruo lan pasti tidak akan berani menyinggung seorang yang sekuat dan sekejam yang mulia tuan jin hu." selir hui mulai panik.


Setelah wei lan menjadi gundik dan tak di akui lagi di keluarga An, harapan satu- satunya yang dia miliki untuk bisa menjadi istri sah hanya ruo lan putrinya.


Akan tetapi, putrinya kini tidak hanya tak bisa di harapkan lagi, tapi juga telah menjadi tak berguna dengan tangan terputus.


"plak" tamparan mendarat di pipi selir hui.


"kau fikir yang mulia tuan jin hu akan sembarang menghukum orang hanya karena salah faham huh?" tanya tuan an geram


"kau betul -betul pembawa kes**lan untuk hidupku. Tak hanya melahirkan seorang Ja***g tak tau malu yang mencoreng muka keluarga An ku.

__ADS_1


kini putrimu satu lagi membuat keluarga An terancam musnah dengan menyinggung seorang seperti yang mulia tuan jin hu.


Kau dan putrimu lebih buruk dari Ze lan yanga tak berguna itu. Kau betul betul pembawa petaka." umpat tuan an meluapkan segala emosinya.


"Mengapa tuanku mengumpat seperti itu?" tanya gu***k milik tuan An bernama Guo lian sia.


"Gu***k guo sebaiknya jangan ikut campur. kau hanya seorang gu***k." tegur selir hui geram


"Mengapa kau membentak wanita hamil huh?" tegur seorang wanita tua. Dia adalah ibu dari An yi sun.


Pernyataan Guo liu mai membuat selir hui terbelalak.


"Guo lian sia tengah hamil sekarang. Mungkin benar kita harus menyingkirkan pembawa s**l dulu agar menerima berkah.


Ibu yakin kali ini pasti kau di berkati seorang putra. Kau harus menjaganya kali ini." jelas nyonya besar An.


Tuan An segera memeluk gu***k guo dan mencium keningnya.


"Sebaiknya kita mengesahkan gu***k guo sebagai nyonya sah keluarga An segera." saran nyonya tua An.


Guo lian sia adalah anggota dari keluarga besar milik nyonya besar An jadi wajar jika dia memihaknya.

__ADS_1


"Baik ibu segera akan aku laksanakan." jawab tuan An girang.


"Tuan apa yang kau katakan?" tanya selir hui dengan nada yang meninggi.


"Diam kau. kau tak pantas lagi menjadi calon nyonya An. apa lagi yang bisa kau andalkan untuk berdiri sebagai nyonya An huh?


Sebaiknya kau tak melakukan hal yang nekat lagi.


Jangan kau fikir aku tak tau menau mengenai apa yang kau lakukan pada mendiang putraku belasan tahun lalu.


Saat itu aku bisa mendiamkannya. Tapi jika terulang lagi, maka aku akan menghabisimu." Ancam tuan An pada selir hui.


Selir hui tertunduk takut ternyata tuan An tau apa yang dia lakukan pada putra dari mei yin. Dia tak tau lagi harus melakukan apa.


susah payah dia menyingkirkan Mei yin dan anaknya untuk menjadi istri sah tapi setelah mei yin berhasil di usir justru seorang gu***k yang menuai hasilnya.


"kediaman lian sia tak layak untuk seorang wanita hamil sebaiknya kau mengatur agar dia mendapatkan tempat yang kebih nyaman." saran nyonya besar An.


"Ibu benar." jawab Tuan An.


"Pelayan bawa semua barang selir hui kebekas kediaman milik mei yin dan bawa seluruh barang lian sia ketempat selir hui." perintah dari tuan An membuat selir hui membelalakkan mata.

__ADS_1


__ADS_2