
"Hanya untuk hal seperti itu mereka tega mengorbankan banyak nyawa?" tanya warga tadi dengan nada tidak percaya.
"Jika keserakahan sudah menguasai hati seseorang maka mereka tidak akan memiliki belas kasih lagi. Jangankan orang lain, orang terdekat bahkan keluarga sendiri dapat di tumbalkan." jelas Ze.
Setelah cukup jauh berjalan Hong nama pria yang mengantar mereka menunjuk sebuah bangunan besar sebagai kuil tempat sekte api suci berada.
"Itu dia kuil tempat sekte api suci berada." ucap Hong sambil menunjuk bangunan yang di maksud.
"Hm baiklah. Kau pulanglah lebih dulu. Tidak akan aman bagimu jika ikut masuk." ucap Ze dan Hong mengangguk setuju.
"Baik putri. Saya pergi kalau begitu. Berhati-hatilah putri." ucap Hong.
"Hm." jawab Ze singkat.
Hong pergi dari sana dan Ze memutuskan untuk masuk melalui tembok belakang di bantu ular api dan ceri emas.
Ze sengaja mengeluarkan mereka lebih awal agar saat di butuhkan mereka sudah ada. Tentu tanpa harus membongkar rahasia batu dimensinya.
"Sebaiknya kita lewat tembok ini saja masuknya." ucap Ze.
"Kakak ipar!" panggil Huo nan.
"Hm?" saut Ze.
"Aku tahu kakak ipar ini hebat. Tapi, apa kita akan terbang untuk bisa naik ke atas sana?" tanya Huo nan.
"Kau ini tidak dapat berfikir dengan benar." gerutu Ze.
"Bukankan masih ada ular api dan Cece yang dapat membantu kita?" ucap Ze.
"Oh iya aku lupa dengan itu." saut Huo nan.
Ze kemudian memanggil Ular api dan ceri emas keluar dari batu dimensi. Dengan segera mereka keluar dari dalam batu dimensi.
"Ular api, Cece tolong bantu aku dan mereka melewati tembok ini." pinta Ze.
Ular api lagi-lagi mengangguk mengiyakan setiap permintaan Ze.
"Ba ba ba." ucap Cece.
"Kakak iparku yang baik hati biarkan aku ikut Cece saja." pinta Huo nan.
__ADS_1
"Itulah sebabnya aku memanggil Cece. Aku tahu kau takut pada ular apiku." saut Ze menerbitkan senyum di bibir Huo nan.
"Kakak ipar memang yang terbaik." seru Huo nan senang.
"Jangan terlalu berisik kita sedang menyelinap jika kau lupa." tegur Ze.
"Oh astaga maafkan aku kakak ipar. Aku sungguh lupa akan hal itu." ucap Huo nan menyesal.
"Dasar ceroboh." tegur Jin hu.
"Sudahlah ayo kita naik ke atas tembok dan masuk perlahan. Ingat untuk menelan pil penyamaran sebelum masuk." ucap Ze dan mereka segera menelan pil yang dimaksud Ze segera.
Huo nan memanjat sulur dari Ceri emas sedang Ze dan Jin hu hanya berdiri santai di punggung ular api yang ternyata juga dapat terbang karena kultivasinya sudah sangat tinggi.
"Ular api tunggu kami di sana (menunjuk tempat mereka tadi sebelum memanjat tembok) aku akan memanggil kalian saat aku dalam kesulitan dan aku harap kalian dapat segera datang." ucap Ze .
"Ba ba ba" ucap Cece .
"Ayo kita masuk ke dalam." ajak Ze pada Jin hu dan Huo nan.
Mereka masuk ke dalam bangunan dengan hati-hati sambil mengamati sekitar secara teliti. Saat akan memasuki bagian dalam kuil Ze heran karena sangat sepi.
"Tidak ada penjagaan sama sekali di sini." ucap Ze.
"Tetap waspada kita tidak tahu pasti yang sedang terjadi di tempat ini." ucap Jin hu.
"Hm kakak Jin hu memang benar." saut Ze membenarkan.
"Ayo kita masuk tapi tetap harus waspada akan sekitar." ajak Ze dan mereka mulai memasuki bangunan yang disebut sebagai kuil oleh pengikut sekte api suci.
"Ada suara teriakan di arah sana." ucap Jin hu menunjuk ke arah datangnya suara.
Dari jauh mereka bertiga mengamati di sebuah ruangan tampak banyak orang-orang mondar mandir dengan wajah takut. Mereka yakin jika mereka adalah anggota sekte api suci itu.
"Mengapa mereka sangat sibuk dan terlihat ketakutan?" tanya Huo nan.
"Entah aku juga heran. Tapi, ada kemungkinan jika itu berhubungan dengan matinya seluruh parasit yang mengirim energi inti kehidupan para warga untuk ratu mereka." jawab Ze.
"Ayo aku ada ide. Tapi sebelumnya kita harus pastikan dulu kalau sang ratu parasit ada di sana sebelum beraksi." ucap Ze.
"Ada apa kakak ipar? Apa yang akan terjadi kalau di sana bukan tempat ratu parasit berada?" tanya Huo nan.
__ADS_1
"Selama sang ratu parasit perantara perjanjian sekte ini dengan iblis masih hidup, mereka akan memiliki kekuatan dari sang iblis sekutunya. Tentu mereka akan sangat kuat dan tidak bisa mati dengan mudah. Kemungkinan besar kita akan kalah." jawab Ze menjelaskan.
"Berbahaya kalau seperti itu." ucap Huo nan.
"Ayo kita cari tahu dulu sebelum membuat rencana!" ajak Ze.
Mereka memutar arah berjalan keluar dari bangunan itu. Ze memanggil ular api dan mereka menaiki punggung ular api agar dapat mengintip dari atas. Rasa penasaran Huo nan mengalahkan rasa takutnya terhadap ular api sehingga dia juga ikut naik dan mengintip.
"Aku yakin itu adalah inang pertamanya." ucap Ze saat melihat seorang pria tengah berbaring di dipan dengan mata terbelalak dan mulut menganga.
Dari tubuh pria itu terdengar suara jeritan pilu yang di yakini Ze adalah suara dari sang ratu parasit yang merasakan kematian dari anak-anaknya. Anak-anaknya adalah ulat-ulat putih halus yang berhasil Ze bantu keluarkan dari tubuh warga desa Shang.
"Ular api tolong turunkan kami." pinta Ze dan ular api segera menutunkan kepalanya hingga menyentuh tanah.
Ze dan yang lain segera turun dari punggung ular api.
"Kalian bersama ular api buatlah kekacauan agar mereka semua keluar dari sana. Aku akan mengeluarkan secara paksa sang ratu parasit itu dan membinasakannya. Jika para pengikut aliran sesat itu sudah melemah itu artinya aku sudah berhasil memusnahkan sang ratu dari para larva parasit itu." jelas Ze.
"Apakah kau akan menyakiti tubuh dari inangnya kakak ipar?" tanya Huo nan.
"Inangnya itu sudah mati sejak lama. Ratu dari parasit itu hanya menggunakannya sebagai wadah dan saat tubuh itu sudah benar-benar tidak mampu menampungnya lagi dia akan berpindah pada tubuh baru yang dia inginkan." jelas Ze.
"Baiklah kami akan membuat kekacauan sekarang juga." ucap Jin hu.
"Iya ayo kakak kedua." ajak Huo nan.
"Aku mohon berhati-hatilah." pinta Jin hu dan Ze mengangguk sambil tersenyum. Jin hu mencium sekilas kening Ze lalu melangkah ke arah depan atau teras dari kuil itu untuk membuat onar di ikuti oleh Huo nan di sampingnya dan Ular api di belakang mereka.
"Hai sekte sesat keluar kalian kesini...!" seru Huo nan.
"Duar bruk." ular api menghantamkan ekornya ke arah bangunan kecil di dekatnya yang terlihat seperti tempat ritual hingga hancur.
Tidak lama setelah itu sekumpulan orang keluar dari dalam bangunan tempat Ze akan melancarkan aksinya.
"Siapa kalian?" tanya seseorang dengan nada marah.
"Kalian tidak perlu tahu siapa kami. Kami akan memberantas sekte sesat kalian itu." jawab Huo nan santai.
"Dasar manusia rendah yang tidak sayang dengan nyawa!" Seru seorang di antara mereka dan perkelahian sengit akhirnya terjadi.
Jangan lupa setelah membaca sempatkan
__ADS_1
untuk mem vote, like dan koment karena itu semua geratis
jika ada dan iklas tip juga boleh😉