Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Duoduo masih hidup?


__ADS_3

"Sudahlah mungkin ini benda berharga dan harus aku yang memilikinya. Sebaiknya aku fokus pada orang-orang yang sedang mengincar nyawaku itu. Oh apakah aku salah menyebutkan. Mereka hewan roh, harusnya aku menyebutkan hewan-hewan yang sedang mengincar nyawaku itu." gumam Ze kesal.


Ze menggumamkan kekesalannya dengan cibiran khas dia dan tatapan mata sinis nya. Dia lalu kembali dalam posisi waspada karena melihat seorang prajurit lagi mendekat ke arahnya.


"Mengantarkan nyawa kalian hm. Biarkan aku akan menyembelih kalian semua layaknya hewan ternak." gumam Ze dengan senyuman devil nya.


"Cari dengan teliti..... " seru seorang pria yang tampaknya adalah ketua dari para prajurit itu.


"Jangan sampai gadis itu lolos atau kita semua tidak akan bisa lolos dari amukan putri Luoyang nanti." serunya lagi.


Prajurit yang melangkah ke arah Ze sudah semakin mendekat dan saat Ze akan menangkap prajurit itu, suara seruan seorang prajurit membuat para prajurit itu pergi dari tempat itu.


"Semuanya ayo kembali dulu. Tuan Liyang dan tuan Ruri sudah dekat dan akan kesini." seru seseorang dari arah luar hutan.


"Bagaimana ketua?" tanya seorang prajurit lain pada sang ketua.


"Putri Luoyang tidak ingin kedua tuan itu terutama tuan Liyang tahu mengenai penyerangan ini. Sebaiknya kita kembali dulu sebelum kedua tuan itu tahu dan kita semua akan tinggal nama dan tanpa sejarah." ucap sang ketua dan mereka semua akhirnya keluar dari hutan di sekitar gua itu dengan segera karena takut kedapatan sedang mengincar nyawa Ze.


"Huft untung mereka semua sudah pergi. Aku dengar mereka menyebutkan bahwa kak Ruri dan kakaknya itu sudah dekat. Sebaiknya aku segera kembali ke dalam gua. Jika pemuda naga bernama Liyang itu tahu aku diincar oleh beberapa orang hari ini, dia akan memantau aku terus. Tentu aku semakin sulit untuk keluar dari tempat ini nantinya." gumam Ze panik dan segera melangkah cepat ke arah gua.


Ze segera berbaring saat berada di dalam gua dan tepat saat Ze berbaring, kedua kakak beradik itu masuk ke dalam gua. Ze segera berpura-pura masih tertidur pulas saat mereka mendekat ke arah dia berbaring.


"Dia masih tidur." ucap Liyang saat melihat Ze yang masih berbaring di atas dedaunan kering.


"Biarkan saja dia istirahat sedikit lebih lama. Itu baik untuknya menghemat energi yang sering terkuras tanpa sebab yang jelas. Saat ini persediaan daun yiyang untuknya mulai semakin menipis jadi lebih baik dia tidak banyak bergerak dulu." ucap Ruri.


"Kau tidak perlu khawatir lagi mengenai daun yiyang untuknya sekarang ini. Ayah telah menghapus hukuman untukku dan sekarang aku sudah memiliki kunci untuk memasuki kawasan tapa ras naga di dalam negeri hewan roh Suci kapanpun aku mau." Ucap Liyang.


"Sekarang aku akan ke sana untuk mengambilkan daun yiyang untuk persediaan beberapa hari. Karena setelah ini, aku harus melakukan tapa untuk menghindari ayah marah dan kembali memberikan hukuman serta yang paling utama tidak ingin aku terima adalah jika ayah kembali melarang aku untuk memasuki kawasan tapa ras naga di dalam negeri hewan roh Suci."jelas Liyang membuat Ruri sedikit merasa bersalah pada kakaknya itu.


"Kita masih membutuhkan daun yiyang untuknya dan untuk memperoleh daun yiyang dalam jumlah yang banyak satu-satunya jalan adalah memasuki negri hewan roh Suci. Saat ini kesehatan Duoduo adalah yang utama untukku. Maka aku harus mengikuti kemauan ayah dan berusaha bersikap penurut padanya demi Duoduo." tambah Liyang.


"Ya itu terserah kakak saja. Aku mendukung apa pun keputusan kakak jika itu adalah jalan terbaik untuk dapat menyelamatkan dia." Saut Ruri.

__ADS_1


"Aku akan pergi sekarang juga." pamit Liyang.


"Tolong jaga Duoduo untukku." pintanya sebelum pergi.


"Kalak tidak perlu risau mengenai dia. Aku pasti akan menjaga dan merawatnya dengan sebaik-baiknya dengan kemampuan terbaik yang aku mampu." saut Ruri.


Liyang hanya mengusap pelan kepala Ze lalu pergi dari tempat itu dengan berat hati. Sebenarnya Liyang ingin selalu berada di sisi gadis yang dia anggap sebagai reinkarnasi atau perwujudan kembali kekasihnya itu karena dia takut untuk kembali kehilangan sosok Duoduo. Tapi, dengan berat hati dia harus pergi demi kesembuhan Duoduonya.


"Bangun kau gadis nakal." ucap Ruri setelah yakin bahwa Liyang kakaknya sudah jauh dari tempat itu.


Ze bangun dan duduk menghadap kakak angkatnya itu sambil tersenyum.


"Kau dari mana sampai harus mengeluarkan keringat yang cukup banyak?" tanya Ruri.


"Aku tadi bersembunyi dari beberapa orang yang mengincar nyawaku." jawab Ze membuat Ruri menatap Ze dengan tatapan khawatir.


"Ada yang ingin membunuhmu?" tanya Ruri meyakinkan dirinya tidak salah mendengar.


"Iya dan itu atas perintah seorang gadis bernama putri Luoyang." jawab Ze.


"Coba kau sebutkan kembali siapa nama gadis yang memerintahkan mereka untuk menyerang mu!" pinta Ruri.


"Putri Luoyang." jawab Ze masih tidak paham dengan reaksi dari Ruri.


"Apakah kau tidak salah mendengar nama?" tanya Ruri mencoba untuk menyangkal apa yang dia dengar.


"Tidak sama sekali. Bahkan gadis itu juga ada di sini tadi. Dia gadis bertubuh tinggi mengenakan gaun serba putih dengan rambut hitam panjang kira-kira tingginya sampai di telingamu kak." Jelas Ze.


"Astaga... Huft...!" keluh Ruri.


"Mengapa Luoyang mengincar nyawamu? Dia adalah gadis baik dan lemah lembut. Dia itu bahkan tidak pernah menyakiti bahkan seekor semut pun. Bagaimana bisa dia ingin menyakiti dirimu yang tidak memiliki masalah dengan dirinya?" Ruri menolak untuk percaya bahwa gadis yang dia anggap sebagai gadis baik justru adalah gadis yang kejam.


"Kakak tidak percaya kepadaku?" tanya Ze.

__ADS_1


"Bukan tidak percaya kepadamu. Aku hanya tidak menyangka bahwa Luoyang dapat berbuat seperti itu. Aku percaya padamu karena kau tidak mungkin menuduh orang yang bahkan kau tidak kenal." jawab Ruri.


"Bahkan aku memperoleh satu berita dari mulut gadis bernama Luoyang itu yang kakak tidak akan percaya jika aku mengatakan itu." ucap Ze.


"Berita apa yang kau maksud?" tanya Ruri.


"Kekasih saudara kakak, si Liyang yang bernama Duoduo itu ternyata masih hidup dan sekarang berada di tangan ras naga yang kejam yang tergila-gila dengan manusia katanya." jelas Ze membuat Ruri semakin terkejut mendengar penuturan dari Ze.


"Duoduo berada di tangan para naga serakah itu?" tanya Ruri dan Ze hanya mengangguk saja.


"Dari mana kau mendapatkan kabar ini?" tanya Ruri.


"Aku mendengarnya sendiri langsung dari mulut putri Luoyang saat dia di dalam sini tadi." jawab Ze.


Ze kemudian menceritakan setiap detail apa yang terjadi dari awal Luoyang dan para prajurit yang dia bawa memasuki gua hingga mereka yang pergi setelah mendengar laporan bahwa Ruri dan Liyang sudah dekat.


"Mengapa dia begitu kejam?" tanya Ruri.


"Dia adalah gadis yang sedang cemburu. Itulah mengapa dia ingin menyingkirkan siapa saja yang dia anggap sebagai saingan cintanya termasuk diriku yang dia anggap telah merebut pria impiannya." jelas Ze sambil menatap lekat pada wajah kakak angkatnya memperhatikan reaksi yang sangat anehh menurut Ze.


Hai pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas."


Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian dengan tetap memberikan


vote, like dan komen buat novel kesayangan kita ini.


salam hangat dari author


selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan.


Terima kasih

__ADS_1


Author


__ADS_2