
Saat mereka tiba di tempat pertarungan berlangsung, mereka bertiga sangat terkejut melihat ternyata yang sedang bertarung saat itu adalah orang yang sedang mereka cari dan sangat mereka khawatirkan.
Ya orang itu adalah Ze. Tuan dari Zili, kakak ipar dari Huo nan dan kekasih dari Jin hu. Ze saat ini sedang bertahan dari serangan beberapa orang pria berpakaian layaknya seorang prajurit.
"Ze....!" seru Jin hu.
"Tuan....!" seru Zili.
"Kakak ipar....!" seru Huo nan.
Mereka bertiga berseru serempak lalu segera berlari untuk menolong Ze. Karena saat mereka bertiga melihat Ze, Ze saat itu pas terkena tendangan dari lawannya dan lawannya yang lain hampir menghunus pedang ke arahnya.
Jin hu melompat dan berhasil menendang tubuh wanita yang hendak menghunus kan pedangnya ke arah tubuh Ze.
"Akh...!" pekik wanita itu karena terkena tendangan Jin hu yang cukup keras hingga membuat tubuh gadis yang hendak menghunus pedang ke arah Ze itu terhempas jauh.
__ADS_1
"Luoyang....!" seru seorang pria tua lalu berlari menghampiri tubuh gadis yang terhempas karena tendangan Jin hu itu diikuti oleh beberapa orang yang tampak seperti seorang pelayan serta seorang pengawal. Mereka setia mendampingi orang tua yang berpakaian mewah bak bangsawan itu dan benar sekali bahwa gadis yang hendak menghunus pedang ke arah Ze itu adalah Luoyang yang sebelumnya ingin membunuh Ze.
Huo nan dan Zili kini berdiri di depan tubuh Ze yang ternyata sudah sangat lemah karena kehilangan banyak energi. Ze hampir saja tersungkur ke tanah andai saja Jin hu tidak meraih tubuhnya.
"Uhuk uhuk uhuk. " gadis bernama Luoyang itu batuk-batuk memegang dadanya yang terasa sesak gara-gara tendangan Jin hu.
"Siapa kalian semua?" tanya seorang pemuda yang juga menghampiri tubuh Luoyang yang saat ini sudah berada di dalam pelukan pria tua tadi yang adalah ayah dari Luoyang sendiri.
"Berani sekali kalian mengganggu dan bahkan menyerang kami yang berasal dari keluarga kerajaan naga timur." ucap sombong pemuda itu lagi.
"Aku tidak perduli kalian naga dari Kerajaan sebelah mana. Bahkan jika kalian adalah raja dari seluruh negeri naga ini aku sama sekali tidak takut." saut Zili dengan menatap merendahkan ke arah pemuda yang makin geram mendengar jawaban dari Zili.
Ze hanya tersenyum memegang wajah Jin hu dan kemudian dia tidak sadarkan diri. Jin hu sangat ketakutan melihat kondisi Ze yang sangat lemah itu.
"Ze?" panggil Jin hu pelan sambil menepuk pelan wajah Ze.
__ADS_1
"Beri pil ini pada tuan dan setelah tuan sadar berikan dia daun yiyang." ucap Zili sambil memberikan sebutir pil pada Jin hu.
"Kau urus tuan dan biarkan kami yang mengurus hewan roh yang sangat angkuh itu. " ucap Zili lagi dan Jin hu segera meraih pil dari tangan Zili lalu mengangguk mengiyakan ucapan Zili.
Jin hu segera memasukkan pil pada mulut Ze setelah sebelumnya dia hancurkan dulu menjadi serbuk. Dia meminum air dan membantu Ze untuk dapat menelan pil yang sudah hancur menjadi serbuk itu dengan cara memberi air melalui mulutnya.
Karena, saat ini Ze dalam keadaan tidak sadarkan diri sehingga tidak mungkin bisa menelan pil itu tanpa di bantu seperti itu.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "
Jangan lupa untuk tetap terus semangat memberikan dukungan pada author dan Ze.
Berikan vote, like dan komen sebagai bentuk dukungan untuk kami.
__ADS_1
Kalau vote hari ini banyak author akan pertimbangkan untuk up lagi 1 atau 2 eps deh.
salam hangat dari author dan Ze.