Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Bertarung melawan mahluk aneh


__ADS_3

Ze, Jin hu, dan para pria turun dari kereta dengan senjata mereka masing-masing.


"Ibu... Nenek... jangan keluar dari kereta." teriak Ze.


Ze kemudian membuka pintu batu dimensi miliknya dan meminta ular api untuk keluar dari sana.


"Ular api tolong keluar." ucap Ze.


Tidak ada yang memperhatikan Ze karena mereka sibuk mewaspadai para mahluk menjijikkan yang tengah menatap lapar ke arah mereka.


Ular api segera keluar dari batu dimensi dengan tubuh yang jauh lebih besar dari sebelumnya.


"Woah raksasa." seru seorang pengawal yang tidak sengaja melihat ular api.


"jangan takut. Ular api ini adalah kawan bukan lawan." ucap Ze.


"ular api, tolong jaga ibu dan nenek di dalam kereta. Jangan biarkan siapa atau mahluk apapun itu menyentuh mereka." ucap Ze dan ular api segera melingkarkan tubuhnya mengelilingi kereta tempat ibu dan nenek Ze bersembunyi.


Mahluk-mahluk menjijikan itu masih diam memandang mereka. Entah apa yang mereka tunggu hingga mahluk aneh itu masih setia tidak bergerak untuk menyerang ataupun maju selangkah pun.


"Apa yang mereka inginkan? Mengapa mereka hanya diam menghadang jalan kita tanpa bergerak atau pun menyerang kita?" tanya Wen yuan.


"Apakah kau menginginkan mereka untuk menyerang kita secara membabi-buta?" tanya Ze balik membuat Wen yuan hanya meringis.


"Aku tebak mereka sedang menunggu perintah atau menunggu pemimpin mereka." ucap Liu yu.


"Kau sedikit lebih memiliki otak dibandingkan dia sekarang. Setidaknya kau tidak menginginkan mereka untuk segera menyerang kita." ucap Ze pada Liu yu membuat beberapa orang berusaha menahan tawa mereka mengingat keadaan sedang genting.


Tidak lama setelah itu seluruh sosok itu tertunduk hormat pada sebuah gumpalan asap yang kala gumpalan itu lenyap hadir sosok pria berjubah serba hitam.


"Sepertinya sosok pria itu adalah pemimpin atau raja mereka semua." ucap Ze pada Jin hu.


"Ya kau benar, buktinya mahluk menjijikkan itu tunduk hormat padanya." saut Jin hu.


"Sebaiknya kalian semua berhati-hati, karena mahluk itu tampaknya cukup kuat dan berbahaya." ucap Ze dengan nada rendah pada yang lain.


"Bagi rata pil penawar segala racun ini dan telan segera sebelum mahluk itu menyerang kita." ucap Ze sambil memberikan beberapa butir pil pada Jin hu yang segera dioper pada yang lain dan mereka telan sesuai perintah Ze.


"Aku curiga bahwa serangan-serangan dari mereka akan melibatkan racun mematikan. Aku dapat mencium aroma racun dari arah mereka." ucap Ze.


Tidak lama setelah itu, sang pemimpin dari mahluk menjijikkan itu angkat suara.


"Serahkan putri Ze dan kalian semua akan selamat. Atau bertahan dan kalian akan tewas serta putri Ze tetap akan menjadi milikku." ucap pria itu.

__ADS_1


"Ingin memiliki aku hm?" tanya Ze dan pria itu mengangguk.


"Mahluk menjijikkan seperti dirimu tidak pantas dan tidak layak untuk berada di sekitarku. Lalu, apa kau pikir kau akan layak untuk memiliki aku?" ucap Ze sinis menghina pria yang sudah menggelap matanya karena marah.


"Ha ha ha ha. Kau tidak pantas." ucap Ze lagi.


"Tangkap gadis kurang ajar itu dan habisi yang lain tanpa terkecuali." seru pria itu dan para mahluk itu mulai bergerak cepat ke arah mereka.


"Hati-hati..! Mereka cukup berbahaya." ucap Liu ku.


"Serang.....!" seru Jin hu dan mereka mulai bertarung.


"Tring trang tring trang." suara benturan antara pedang kelompok Ze dengan tubuh mahluk itu.


"Ya Dewa, kulit mereka seperti besi yang tidak dapat sobek oleh senjata." seru Liu yu.


"Pasti ada titik lemahnya. Serang terus dan cari titik lemahnya." seru Jin hu.


"Kak Jin hu...! Coba serang bagian leher atau mulutnya. Aku akan coba serang matanya." ucap Ze pada Jin hu di dekatnya.


"Baik, ayo kita coba." saut Jin hu.


"Hia.... sreet" Jin hu melompat dan menebas leher mahluk di dekatnya.


"Hia.... jleb." Ze juga melompat dan menusuk tepat pada mata mahluk itu di saat bersamaan dengan Jin hu menyerang mahluk tadi.


"Graaaa graaaa.....! mahluk itu mengeluarkan suara keras seolah kesakitan dan cairan hijau juga keluar dari mata yang tertusuk belati itu.


" Serang leher atau matanya itu adalah kelemahan mahluk aneh itu..!"seru Ze saat melihat mahluk yang dia dan Jin hu serang tumbang.


"Baik...!" seru semuanya dan mereka makin semangat untuk bertarung karena sudah tahu kelemahan dari mahluk aneh lawan mereka itu.


"Tring trang tring trang." hanya suara benturan antara senjata kelompok Ze dengan kulit keras dari mahluk aneh itu serta pekikan para pengawal yang terkena serangan juga suara keras mahluk aneh yang terdengar setelah itu.


"Akh aaaa." suara pekikan pengawal yang terkena gigitan mahluk aneh yang juga sekalian memakan daging dari pengawal yang berhasil mereka gigit.


"Graaa graaa." suara melengking dari mahluk aneh yang terkena sabetan pedang juga tusukan pedang pada leher dan mata mereka.


Cukup lama pertarungan itu berlangsung membuat para manusia yang sudah hampir kehabisan tenaga mulai cemas. Karena, jumlah mahluk aneh itu semakin banyak saja.


"Jumlah mereka terlalu banyak untuk kita lawan." ucap salah satu dari pengawal yang masih bertahan setelah cukup lama bertarung dengan mahluk aneh itu.


"Tenaga kita sudah hampir habis terkuras dan mereka terus saja berdatangan entah dari mana." keluh Wen yuan.

__ADS_1


Ze yang juga sudah kelelahan mulai memikirkan cara agar dapat terus bertahan sambil terus melawan mahluk itu.


"Kak Jin hu...!" panggil Ze.


"Ya?" saut Jin hu.


"Apakah daun yiyang yang kita ambil dari tempat Zili masih cukup banyak?" tanya Ze.


"Ya, masih cukup." jawab Jin hu.


"Berikan pada yang lain untuk memulihkan tenaga mereka." ucap Ze dan dia segera memakan daun yiyang yang ada di kantung penyimpanannya.


Jin hu mulai paham maksud Ze dan segera memakan daun yiyang juga karena tenaganya juga sudah hampir habis terkuras.


"Kau memang jenius sayang...! " seru Jin hu saat tenaganya kembali pulih.


Jin hu dengan lincah sambil terus melawan para mahluk aneh itu, dia menghampiri kelompoknya yang masih mampu bertahan dan memberikan masing-masing selembar daun yiyang pada mereka.


"Makan daun yiyang itu untuk memulihkan tenaga kalian...!" seru Jin hu.


"Aku bertenaga kembali....!" seru seorang dari mereka.


"Ayo serang...!" seru yang lain penuh semangat.


Jumlah mereka kini semakin berkurang karena para pengawal sudah banyak yang telah tumbang dan menjadi santapan mahluk aneh itu.


Namun perlahan mahluk itu sudah berkurang. Melihat bawahannya hampir kalah, pria yang merupakan pemimpin mereka itu geram dan mulai bergerak ke arah Ze berniat menyerang Ze.


Hai para pembaca setia novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas"


Terima kasih atas segala bentuk dukungan yang telah kalian berikan untuk kelangsungan cerita dalam novel


"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas" ini.


Jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian dengan tetap memberikan


vote, like dan komen buat novel kesayangan kita ini.


Tinggal seminggu lagi ya pengumuman sekaligus pemberian hadiah untuk para pemenang lomba vote terbanyak.


selamat membaca

__ADS_1


salam hangat dari author


__ADS_2