Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Rencana pernikahan


__ADS_3

Ke esokan paginya di dalam kamarnya dan masih di atas kasur dalam pelukan jin hu, ze mulai membuka mata perlahan dan ingin meregangkan otot ototnya yang terasa kaku namun terhenti saat merasakan tangan kekar jin hu memeluk pinggangnya dengan sangat erat.


Ze ingat jika dia tak sengaja tertidur di meja makan tadi malam.


"Dia memindahkan aku ke kamar rupanya semalam." ucap ze sambil membalik tubuhnya menghadap jin hu


"sayang!" panggil ze sambil menepuk nepuk pelan pipi jin hu yang masih tertidur pulas di depannya itu.


"Hm." hanya deheman yang terdengar sebagai jawaban dari panggilan ze tanda jika jin hu masih enggan membuka matanya.


"cup," ze mengecup singkat bibir jin hu membuat jin hu membuka mata seketika.


"cup cup" jin hu pun mengecup singkat bibir dan kening ze.


"Ada apa hm?" tanya jin hu tersenyum dan mulai mengeratkan pelukannya pada tubuh ze.


"Aku merasa gerah dan lengket. Aku ingin mandi sekarang juga. Tapi, tak ada bak untuk mandi di kamar ini." jawab ze dengan nada manjanya.


"Tenang saja sayangku. Aku sudah memesankan bak mandi dan sekat agar kau bisa mandi di sini." ucap jin hu masih memeluk tubuh ze


"Lalu mana pesananmu itu hm? Tubuhku ini sudah terasa sangat lengket karena belum mandi sejak keluar dari hutan angker." tanya ze sambil mengeluh.


"Berhenti memelukku erat aku merasa gerah dan kau menambahnya dengan pelukanmu itu." protes ze dengan bibir cemberutnya.


"Jangan memajukan bibirmu seperti itu sayangku." tegur jin hu gemas merasa ingin mel***t bibir ze saat melihatnya memajukan bibirnya seperti itu.


"kenapa tak boleh huh?" tanya ze masih dengan cemberutnya.


"Pokoknya jangan atau kau akan dapat hukuman dari aku jika bibirmu terus maju seperti itu." jawab jin hu


Ze tak menggubris ucapan jin hu dan terus saja menantang jin hu dengan terus cemberut.


"cup. hm?" jin hu sudah tak tahan lalu di ciumnya bibir ze. Berbeda dari biasanya saat jin hu mengecup singkat bibir ze.


jika jin hu biasanya mengecup singkat kini dia mulai me***at bibir ze membuat ze terkejut. Merasa tak ada respon dari ze akhirnya jin hu menarik tengkuk dari ze untuk memperdalam ciumannya.


Ze perlahan mulai membuka mulutnya dan ikut me***at bibir jin hu. Saat ciuman itu mulai memanas tiba tiba saja ada yang mengetuk pintu kamar mereka.


"Tok tok tok" suara ketukan pintu terdengar

__ADS_1


"Ya ?" saut jin hu dengan wajah kesalnya pelahan berjalan menuju pintu dan membukanya.


"selamat pagi tuan semua pesanan anda telah siap." lapor seorang pelayan pada jin hu


"seharusnya kau datang sedikit lebih lambat kesini agar tak mengganggu." gumam jin hu


"ya tuan apa yang anda butuhkan?" tanya pelayan itu karena samar samar mendengar gerutuan jin hu.


"Bukan apa apa baik segera pasang kalau begitu. karena, istriku ingin mandi segera." ucap jin hu dan pelayan itu mengangguk paham lalu menyuruh orang- orang yang datang bersamanya masuk.


Beberapa orang kemudian masuk membawa bak kayu untuk berendam serta dinding sekat.


Setelah semua selesai di pasang beberapa orang pria datang membawa beberapa ember air hangat untuk mandi ze.


Setelah semua yang di butuhkan oleh ze dan jin hu tersedia mereka segera pamit undur diri.


"Tuan, nyonya semua perlengkapan untuk mandi pesanan anda telah siap." lapor seorang pelayan pada jin hu dan ze.


"Hm ambillah ini (menyerahkan beberapa keping koin emas) bagi rata buat kalian semua." ucap jin hu membuat semua yang ada di sana tersenyum bahagia.


"Terima kasih tuan!" seru mereka semua serempak dengan girangnya.


"Dan tolong sampaikan pada teman saya di kamar no 11 dan no 23 jika mereka sudah bangun nanti untuk sarapan ber 3 saja.


"Baik tuan! kami permisi dulu jika sudah tak ada lagi yang kurang." pamit sang pelayan ze dan jin hu mengangguk setuju.


"Hm kalian bisa pergi sekarang juga." ucap jin hu.


Setelah semua pelayan dan pekerja pergi jin hu menyuruh ze segera mandi agar saat ke 3 orang yang lain datang ze sudah rapih.


"sayang yang kau butuhkan sudah tersedia bukan? maka mandilah segera sebelum Huo nan, wen yuan dan liu yu datang." ucap pelan jin hu pada ze.


"Hm baik lah aku mandi dulu kalau begitu." ucap ze lalu segera bangkit dari duduknya hendak mandi.


Setelah selesai membersihkan dirinya ze segera berpakaian rapih dan keluar dari sekat kayu dengan keadaan lebih segar.


Jin hu segera mandi juga setelah ze keluar dan setelah jin hu rapih dan bersih dia kembali menghampiri ze yang tengah berdiri di depan jendela asik melihat pemandangan di luar sana.


Jin hu memeluk tubuh ze dari belakang memutar tubuh ze kearahnya lalu kembali menempelkan bibir mereka.

__ADS_1


Jin hu mel***t lembut bibir ze dan di balas oleh ze mereka ber 2 memejamkan mata menikmati ciuman mereka. Setelah lama berciuman jin hu melepas tautan bibir mereka itu dan menghapus sisa liur di bibir ze.


Jin hu tersenyum menatap mata ze yang juga sedang menatap jin hu. Jin hu memeluk erat tubuh ze dan mengecup sayang keningnya.


"sayang?" ucap jin hu


"Hm ada apa?" tanya ze


"Bagaimana jika kita menikah saja segera?" tawar jin hu


"Mengapa harus segera?" tanya ze


"Aku ingin menuntaskan dendam aku dulu baru kita menikah." tambahnya


"Aku tak suka ada pria lain menginginkanmu. Aku tak ingin jika kau nanti bisa di rebut oleh salah satu dari mereka." jawab jin hu masih dengan ze dalam pelukannya


"Itu tak akan mungkin terjadi. Aku bukan tipe gadis yang gampang terpikat pada laki laki." jelas ze


"Tetap saja mereka masih memiliki kesempatan mendekatimu jika kau belum aku nikahi.


Bagaimana jika kita menikah saja dulu dan perayaan pesta pernikahannya di tunda dulu.


Kita baru adakan pesta sesudah dendammu itu terbalaskan?" tawar jin hu sedikit memberi jarak pada tubuh mereka lalu menatap penuh harap pada ze.


"Baiklah kita akan bahas ini dengan ibu, kakek dan nenek saat kita sampai di tempat kakek nanti." jawab ze pasrah


"Terima kasih sayang" ucap jin hu bahagia lalu kembali memeluk erat tubuh ze.


"Tok tok tok" pintu kembali di ketuk dan jin hu segera membuka pintu kamarnya


Ternyata beberapa pelayan datang membawa makanan untuk mereka ber 2.


Jangan lupa tetap dukung author dengan vote like dan komennya ya😆


selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan


terima kasih


author

__ADS_1


😄😄😄😄😄


__ADS_2