
Di hutan tian wu ze yang sadar jika ada yang janggal memilih mencari jalan lain untuk bisa kembali.
"Ada banyak orang kuat berniat menyerangmu. Huh rupanya kau memiliki banyak musuh juga." ucap hui tu.
Ze segera mengambil pil penyamaran dan menelannya. lalu bersedia dengan racun dan tentu menelan pil penawar segala racunnya.
"Kau punya persiapan rupanya huh. namun aku sarankan jangan gegabah. Mereka dalam level bumi yang sangat kuat dan jumlah mereka 7 orang." ucap hui tu
"7 orang lebel bumi?" tanya ze kaget
"Bukan hanya 1 dan yang lain 3 tingkat 8, 2 tingkat 5 dan 1 tingkat 6." jawab hui tu.
Ze segera lari menjauh dari pintu gua si hui tu yang tertutup karena jika di temukan di sana sama halnya ikan masuk dalam jala.
"Kenapa aku tak lagi merasakan kebetadaan gadis itu paman?" tanya Duo rui yu pada pamannya duo zong ru.
"Entahlah bahkan paman juga tak merasakan keberadaannya." jawab Duo zong ru heran.
"Apakah benar dia gadis tak berbakat?" tanya Duo sia li
"Dari yang aku dengar seperti itu." jawab Duo Zong ru
__ADS_1
"Apa mungkin dia telah di makan binatang buas yang ada di tempat ini?" tanya Duo sia li
"lebih baik kita memencar mencari tau keberadaannya hidup atau mati. jika hidup maka tugas kalian memb***hnya." ucap Duo zong ru.
"Baik paman" jawab ke 6 orang kompak lalu menyebar ke segala penjuru.
"Hui tu yang terlemah di arah mana?" tanya ze
"kau mau menyerang hm?" tanya hui tu
"Tentu saja. Sebelum mereka bergabung dan mencelakaiku maka aku harus menyerang satu per satu lebih dulu agar peliang aku selamat lebih besar." jawab ze
Ze segera menyusul ke 2 nya dan
" syut syut bruk bruk" Duo sia li dan duo tian min ambruk dengan sekali serang dengan racun milik ze.
"hebat 2 lalat sekali tepuk." puji hui tu
"kenapa tubuh aku tak bisa di gerakkan bahkan bicara pun tak bisa?" batin Duo tian min
"Karena ajalmu telah tiba. Liu sia mengirim nyawa kalian padaku ze." ucap ze mengetahui isi pikirannya karena hui tu.
__ADS_1
"Sret sret" tubuh keduanya bergetar tak mampu bergerak dengan luka sayatan lebar di leher.
"tes tes tes tes" ze meneteskan cairan berwarna hijau pada 2 tubuh yang baru saja melepas rohnya itu.
"Apa yang kau teteskan pada tubuh mereka?" tanya hui tu
"lihat saja dulu agar kau tau sendiri." jawab ze dan dalam waktu kurang dari satu menit tubuh itu terurai tak bersisa sedikitpun.
"Kemana tubuh mereka?" tanya hui tu
"Terurai habis tak bersisa dan berbekas lagi." jawab ze lalu segera pergi dari tempat itu.
"kenapa kau harus melenyapkan tubuh mereka?" tanya hui tu
"untuk menutupi jejak keberadaanku. jika mereka melihat 2 tubuh itu mereka akan tau jika aku melewati tempat ini.
Sebaiknya aku mencari tempat aman dulu untuk jaga jaga kalau aku terluka nantinya.
Apakah kau tau di mana letak yang terlemah berikutnya?" tanya ze
"Dia mendekat tapi beriringan dengan yang paling kuat." jawab hui tu.
__ADS_1