
"Baiklah aku akan ke tempat ular api karena tentunya aku tidak akan meninggalkan dia di sini." ucap Ze lalu pergi ke tempat ular api berada bersama ceri emas tentunya.
Ze memanggil ular api dan ceri emas segera setelah dia tiba di belakang bangunan tempat pangeran Rong yuo. Tempat biasanya mereka berjaga selama beberapa hari ini.
"Ular api...! Cece...!" panggil Ze sambil melambaikan tangan dan Ular api juga ceri emas segera menghampiri Ze.
"Tu tu tu." panggil ceri emas saat melihat Ze melambai padanya dan ular api.
"Ayo kembali ke kediaman kakek. Tugas kita di sini sudah berakhir. Kalian segera masuk ke dalam batu dimensi sebelum ada yang melihat kita." ucap Ze dan segera ular api dan juga ceri emas masuk ke dalam batu dimensi.
Setelah ular api dan ceri emas masuk ke dalam batu dimensi, Ze segera kembali ke tempat Jin hu dan yang lain berada saat ini. Raja Ruo dan Pangeran Rong yuo mengernyitkan alis mereka bingung melihat Ze hanya datang tanpa hewan roh miliknya yang dia katakan akan dibawa pulang.
"Mana hewan roh milikmu putri?" tanya pangeran Rong yuo heran karena tidak mungkin jika menyembunyikan ular api yang begitu besar, lalu di mana ular api berada saat ini jika memang Ze membawa ular api bersamanya saat ini? Pikir nya.
"Oh ular api yang pangeran maksud? Dia sudah ada di tempat yang seharusnya dia berada saat ini aku tidak mungkin membuat gempar dengan membiarkan ular api raksasa bergerak bebas di tempat umum bukan. Mengenai tempat apa dan di mana aku menaruh ular api, sebaiknya pangeran tidak lagi bertanya walaupun pangeran penasaran atau ingin tahu lebih jauh. Karena, tidak ada seorang yang aman jika memegang sangat banyak rahasia terutama rahasia tentang aku."jawab Ze.
Mendengar jawaban dari Ze pada pertanyaan putranya, Raja Ruo mengernyitkan alisnya merasa begitu tidak suka. Itu karena dia merasa jika Ze sedang mengancam nyawa putranya dengan ucapan itu.
"Apakah putri sedang memberi ancaman buat Rong yuo dengan ucapan putri itu?" tanya Raja Ruo sedikit merasa tidak nyaman. Jin hu yang mendengar pertanyaan dari gurunya itu, sebenarnya merasa kesal. Saat Jin hu hendak menegur gurunya itu, Ze yang paham betul dengan watak kekasihnya itu mencegahnya dengan memegang tangan Jin hu.
"Aku bukan mengancam pangeran Rong yuo, aku hanya memberikan saran agar tidak terlalu jauh mencari tahu apa pun tentang aku tadi." jawab Ze.
__ADS_1
"Tapi kenapa tidak boleh?" tanya Raja Ruo masih tidak paham dan tidak terima dengan perkataan Ze pada putranya.
"Karena, sejauh ini apa pun tentang rahasia yang aku punya, cukup berbahaya bagi orang-orang di sekitar aku yang tahu banyak tentang rahasia dari diriku ini. Karena ada banyak orang yang berbahaya dan jahat yang menginginkan itu. Bahkan ayahku sendiri juga hampir celaka karena itu."jawab Ze menjelaskan maksud dari ucapannya tadi.
"Oh, maafkan aku putri Ze. Aku telah salah paham akan maksud dari ucapan putri Ze tadi. Jika itu adalah alasan putri Ze melarang kami untuk tahu lebih banyak tentang putri, maka kami akan berhenti untuk bertanya lagi." ucap Raja Ruo.
"Iya kami tidak akan mempertanyakan lagi hal-hal yang terlarang untuk kami pertanyakan lagi." saut pangeran Rong yuo.
"Ayo sebaiknya kita segera berangkat. Perjalanan kita ke negri Doucang cukup jauh dan aku sudah sangat merindukan kakek, nenek dan juga ibu. Ah aku juga sangat merindukan ayah dan penasaran ingin melihat keadaan ayah saat ini." ucap Ze penuh semangat.
"Baiklah ayo kita berangkat sekarang." ajak Jin hu sambil menggeleng-geleng kan kepala melihat tingkah Ze.
"Ya berhati-hatilah. Aku akan segera menyusul ke negeri doucang saat semua masalah di sini selesai." saut Raja Ruo lalu memeluk kedua muridnya secara bergantian.
Mereka bertiga akhirnya berangkat bersama meninggalkan istana kerajaan api penyucian. Di tengah-tengah perjalanan, Ze merasakan jika ada sesuatu yang aneh. Seperti sedang diikuti oleh seseorang yang cukup kuat namun dia tidak tahu persis keberadaan orang itu dan tingkat kultivasi dari orang yang mengikuti kereta dia dan yang lain.
"Apakah kau merasakan itu juga?" tanya Ze saat melihat Jin hu terdiam seperti sedang konsentrasi mengamati sesuatu.
"Ya, tapi aku belum yakin bahwa itu adalah orang yang mengikuti kita atau bukan. Dari auranya, sebaiknya kita menghindari untuk berurusan dengan orang itu." saut Jin hu.
"Ya kau benar. Aku tidak dapat melihat sampai mana pencapaian orang ini. Tapi, dari yang aku dapat rasakan dari orang itu, kehadiran yang sangat kuat. Dia mampu menutupi pencapaian miliknya tapi juga mampu menciptakan kehadiran yang sangat kuat. Biasanya jika kita menutupi pencapaian kita, kehadiran kita juga akan terlihat biasa saja tanpa ada aura yang kuat. Kita tidak boleh berurusan dengan orang ini."saut Ze mengiyakan ucapan Jin hu tadi.
__ADS_1
"Ya ayo kita percepat perjalanan kita ini. Aku berharap orang itu tidak mengikuti kita yang artinya bukan kita yang sedang dia incar sebagai target serang." ucap Jin hu penuh harap. Karena, dia tidak ingin terjadi sesuatu pada Ze.
Jika orang kuat itu menyerang mereka saat ini, dia tidak yakin dapat melindungi dirinya dan Ze karena pencapaian orang itu sangat jauh dari kemampuan dia untuk melawannya. Jika orang itu hanya mengincar dirinya, Jin hu tidak merasa keberatan. Tapi, jika itu Ze juga, dia tidak akan relakan.
"Asalkan kau selamat, aku tidak perduli jika orang itu akan menyakiti aku atau sekali pun membunuhku aku rela. Tapi, yang aku khawatirkan adalah jika kau termasuk dalam target incarannya." gumam Jin hu pelan.
"Apa yang baru saja kak Jin hu katakan?" tanya Ze yang tidak sengaja mendengar gumaman Jin hu namun tidak jelas sehingga dia bertanya untuk memastikan.
"Tidak ada apa-apa. Aku tidak mengatakan apa pun." bantah Jin hu.
"Benarkah?" tanya Ze lagi untuk memastikan.
"Tentu, kau mungkin salah mendengar sesuatu sebagai suaraku. Kau sungguh sudah terobsesi padaku rupanya, hingga selalu mendengar suaraku walaupun aku sedang terdiam." ucap Jin hu sambil tersenyum menggoda. Jin hu sengaja menggoda Ze agar berhenti bertanya lagi.
Hai para pembaca setia novel dari Ze dan Jin hu
Jangan lupa untuk terus mendukung Ze dan juga Jin hu dengan terus memberikan
Vote, like dan komen kalian.
salam hangat dari author, Ze dan Jin hu
__ADS_1