
Ze mengangguk tanda jika dia mengerti bahkan sangat paham dengan apa yang dimaksud sang ayah.
Ze tau betul jika wanita yang selama ini selalu dia panggil ibu yang ternyata adalah bibinya itu tak jauh berbeda dari neneknya luo yin.
Mereka itu memiliki hati yang lembut dengan sifat sabar yang tanpa batas menurut ze. Bagaimana Ze tidak berfikir demikian?
Selama bertahun-tahun Mei yin selalu ditindas oleh selir dan gu*dik rendahan di kediaman keluarga An tak sekalipun Mei yin melawan.
Bahkan, balas dendam yang dimaksud Mei yin untuk keluarga An hanya berupa menunjukkan pada mereka jika Ze bukan sampah dan saat mereka menyesal selesai sudah.
Tapi, itu bukanlah Ze jika hanya berakhir mudah pada orang yang sudah berani menyinggung terlebih lagi menghinanya.
Makanya ze selalu membuat mei yin pergi sebelum menghukum orang -orang yang menyerang dirinya dan mei yin.
"Apa yang sedang kalian berdua bisikkan?" tanya mei yin penasaran
"Bukan apa apa. Oh iya ayah sampai lupa memberitahukan tujuan ke 2 gurumu itu ikut ke tempat ini." ji liu ku mencoba mengalihkan topik agar mei yin berhenti bertanya
"oh iya, guru tang...! ze sangat merindukan kalian ber 2." ucap ze manja dan ke 2 guru tang menghampiri ze mengelus lembut kepala ze bergantian sambil tersenyum hangat padanya.
"Kami juga sangat merindukan dirimu dan sangat mengkhawatirkanmu." jawab tang hui bi diangguki oleh tang biu hu.
"Apa yang guru tang lakukan di tempat ini?" tanya ze
"Sebentar lagi akan diadakan kompetisi alkemish yang selalu diadakan setiap 5 tahun sekali.
Dan kompetisi kali ini akan diadakan di puncak gunung wushi dan desa ini adalah desa terdekat dari gunung wushi.
Kami sebenarnya sangat takut jika kau belum juga pulih saat ini karena luka yang kau alami kemarin sungguh sangat luar biasa parah.
Karena, kami telah mengumumkan jika kami telah memiliki murid dan akan mengikuti kompetisi alkemis tahun ini pada kompetisi sebelumnya 5 tahun lalu.
Karena kau telah sembuh maka kami bisa legah tak akan menerima cemoohan dari master Duo yang selalu membanggakan murid yang juga adalah cucunya sendiri." jawab tang biu hu
"oh, jadi yang membuat kalian khawatir tentang keadaanku itu hanya karena adanya kompetisi itu? sungguh aku sangat kecewa jika seperti itu." ucap Ze berpura- pura kesal.
"Ah kau ini. Mana mungkin kami khawatir padamu karena alasan itu saja. Tentu kami selalu mengkhawatirkan keadaanmu karena kami ini menyayangimu." jawab tang hui bi menepuk pelan kepala Ze.
"Hei gadis bodoh." panggil Hui tu.
"Hm kenapa? Aku fikir kau sedang melakukan tapa lagi. karena, sejak saat kita keluar dari desa youshan kau tak pernah sekalipun bersuara hingga saat ini." saut Ze.
"Aku memang sedang melakukan tapa sebelum ini. Hanya sebentar karena hanya untuk mengatur energi yang baru terserap oleh rohku saja." jawab Hui tu.
"Serap energi? Dari mana kau mendapatkan energi untuk di serap?" tanya Ze heran
__ADS_1
"Itu urusan belakangan. Nanti aku pasti akan jelaskan, sekarang yang perlu kita bahas adalah lawanmu dikompetisi itu." jawab Hui tu
"Ada apa tentang itu?" tanya Ze
"Kau ini, tidak ingat nama marga dari master yang disebutkan oleh gurumu itu hm?" bukannya menjawab Hui tu malah kembali bertanya.
"Marganya.... Oh astaga (Ze membulatkan mata) itu marga Duo." jawab Ze
"Hm orang -orang dari marga itu kau harus buat mereka merasakan penderitaan yang sulit mereka tanggung oke!
Aku selalu membuat cincin dan kalungmu tak tampak jadi api sejati itu juga masih ada di dalam cincinmu.
Kau harus ingat ini! Seingat aku pendahulu dari keluarga Duo ini memiliki peliharaan yang sangat berharga.
Mereka tidak memiliki bakat alkemis. Akan tetapi, karena kecurangan mereka itu, mereka dikenal sebagai keluarga alkemis.
Mereka mengandalkan seekor katak ajaib yang mereka simpan di dalam tungku pembuat ramuan mereka." jelas Hui tu.
"Apa hubungannya katak ajaib itu dengan kecurangan sebagai alkemish?" tanya Ze penasaran.
"Karena tanpa bakat mereka bisa membuat pil obat tingkat tinggi.
Cukup memasukkan ramuan asal yang terpenting ramuan berusia di atas seratus tahun, lalu menyebutkan pada sang katak jenis ramuan yang mereka inginkan.
Katak itu akan mengeluarkan ramuan sesuai keinginan mereka saat itu juga." jawab Hui tu.
"Iya ayah?" tanya Ze terkejut.
"Sebaiknya aku jelaskan nanti saja tentang tugas yang harus kau lakukan. Keluargamu akan bingung melihat kau seolah melamun." ucap Hui tu.
"Hm kau benar" jawab Ze lalu kembali fokus pada ayahnya.
"Mengapa kau melamun hm?" tanya ji liu ku lembut sambil mengelus sayang kepala putri tunggal yang dia amat sayangi itu.
"Aku sedang mengingat sesuatu setelah mendengar guru tang menyebut marga Duo. Mereka adalah keluarga yang sudah membuat aku menderita." jawab Ze
"Mereka hampir saja membuat aku kehilangan salah satu dari ayah atau jin hu andai poci tak ada." lanjut Ze dengan mata berkilat marah.
"Tenang saja sayang kita pasti akan membuat mereka menyesal telah berani mengusik kita." jawab Li kui
"Kau mengabaikan aku huh." keluh Jin hu lalu menarik tangan Ze kearahnya saat Ze sudah tak lagi berada dalam pelukan ayahnya.
"Maaf aku sangat merindukan mereka sehingga terlalu bahagia saat bertemu dengan mereka." jawab Ze.
"Tak apa sayang aku mengerti tentang itu. Tapi, tetap saja itu sangat mengganggu jika kau mengabaikan aku." ucap Jin hu.
__ADS_1
"khem khem khem." deheman dari Ji liu ku membuat Ze dan Jin hu mengalihkan perhatian mereka pada Ji liu ku.
"Sekarang apa rencana kalian berdua kedepannya?" tanya Ji liu ku
"Ah, untung paman bertanya. Kami berdua baru saja sepakat untuk segera menikah. Tapi, untuk perayaannya akan ditunda dulu sampai masalah Ze selesai." jawab Jin hu
"Mengapa harus buru-buru menikah jika kalian masih harus menunda perayaannya?" tanya Mei yin heran
"Astaga...!" seru luo yin
"Ada apa ibu?" tanya Mei yin terkejut mendengar teriakan luo yin
"Jangan bilang kalau..." Luo yin menggantung kalimatnya lalu menatap pada perut datar Ze dengan tatapan penuh selidik.
"Apa yang sedang nenek fikirkkan huh? Kami tidak melakukan hal menjijikkan seperti itu walau kami berada dalam satu kamar." jelas Ze dengan wajah terkejut tak percaya jika neneknya akan berfikir ke arah sana.
"Lalu apa?" tanya Ji liu ku
"Aku tau jawabannya paman!" seru Rui huo nan girang
"Apa itu?" tanya Ji liu ku penasaran dan semua mata kini menatap ke arah Rui huo nan.
"Pasti karena kemarin kakak ke 2 ku cemburu melihat seorang pria mendekati kakak ipar." jawab Rui huo nan
"Oh apakah seperti itu?" tanya luo yin menatap Jin hu sambil tersenyum menggodanya.
"Hm." jawab Jin hu malu-malu
"oh astaga....! ha ha ha ha." rupanya usiaku ini cukup panjang juga sehingga dapat melihat seorang Jin hu cemburu dan malu-malu." seru jeong nam membuat yang lain ikut tertawa.
"ha ha ha ha" tawa pecah dalam kamar itu sedangkan Jin hu sudah memerah menahan malu namun tetap berusaha santai.
Hai para readers yang baik hati.
Mohon maaf atas keterlambatan updatenya๐
karena terkendala jaringan baru bisa selesai up pagi ini jadi baru 1 yang kelar. Tapi, akan author usahakan up lagi sebelum sore nanti
jangan lupa vote like dan komennya ya๐๐๐
Selamat membaca dan semoga harimu menyenangkan๐
Terima kasih
Author
__ADS_1
๐๐๐๐๐