
Jin hu dan Huo nan masuk ke dalam ruangan dengan anak -anak itu masih di dalam gendongannya.
"Kalian berdua turun dulu dari gendongan kakak-kakak kalian. Mereka ini baru tiba dan kalian sudah begitu manja." tegur Raja Ruo pada sang anak dan ke 2 anak itu segera turun dari gendongan Jin hu dan Huo nan dengan wajah masamnya.
"Duduklah dulu" ucap raja Ruo pada ke 2 muridnya itu dan mereka berdua langsung menunduk hormat.
"Baik guru." jawab mereka bersamaan lalu duduk di bangku yang tersedia di kamar penginapan tempat Raja Ruo itu.
"Kalian berdua bisa berjalan-jalan melihat-lihat sekitar desa lou han ini." ucap Raja Ruo
"Hore...!" seru ke 2nya girang.
"Tapi, kalian tetap harus dikawal oleh beberapa pengawal serta pengasuh kalian masing -masing juga harus ikut. oke?" ucap Raja Ruo seolah sengaja membuat anak-anaknya pergi.
"Baik ayahanda Raja." jawab ke 2nya serempak dengan senyum ceria khas anak-anak.
Setelah ke 2 anaknya pergi Raja Ruo ikut duduk dibangku depan ke 2 muridnya itu.
"Kalian berdua sedang apa di desa Lou han ini?" tanyannya basa basi.
"Kami dari hutan Angker dan singgah untuk sekedar istirahat dan makan. Tapi, tak disangka ternyata akan ada kompetisi besar di dekat desa ini dan kami melihat kereta guru lewat tadi pagi itu sebabnya kami menemui guru." jawab Huo nan
"Hutan Angker?" tanya Raja Ruo bingung
"Iya hutan angker. Aku rasa guru sudah dengar cerita dari Liu sia tentang kejadian di gua Si hui tu. Itu sebabnya guru membuat Rui sia dan Yao fan pergi." jawab Jin hu membuat Raja Ruo mengangguk
"Kau benar. Aku sudah mendengar cerita dari pihak adik ke 6 kalian. Sekarang, aku ingin mendengarkan cerita dari pihakmu.
Aku tak ingin salah dalam mengambil keputusan dan menyesal dikemudian hari jika hanya mendengar cerita dari salah satu pihak saja.
Maka, aku ingin salah satu dari kalian berdua menceritakan apa yang sebenarnya terjadi sehingga Liu sia bisa terluka di tangan rekan dari Jin hu?" tanya Raja Ruo membuat kening Huo nan dan Jin hu berkerut tak paham.
__ADS_1
"Terluka di tangan rekanku/ kakak ke 2?" tanya mereka kompak karena bingung tak tau maksud gurunya.
"Liu sia mengadu padaku jika ada seorang gadis yang mendekati dirimu dan melukai Liu sia karena gadis itu tak suka kau dekat dengan Liu sia. Itulah garis besar cerita dari pihak Liu sia." jawab Raja Ruo
"Itu sebuah kebohongan besar." seru Huo nan tanpa sadar karena syok mendengar jika Liu sia mampu mengarang kebohongan pada guru mereka.
"Maaf guru aku hanya terkejut mendengar kebohongan besar itu." jawab Huo nan pelan.
"Kebohongan?" tanya Raja Ruo
"Ya guru. Pertama gadis itu bukan hanya kenalanku. Tapi, dia adalah calon istriku. Kedua bukan dia yang melukai Liu sia tapi, Liu sia yang hampir menghabisi nyawanya. Ketiga luka Liu sia adalah dari aku." jawab Jin hu dan mendengar itu Raja Ruo terkejut.
"Mengapa kau sampai tega melukai adik seperguruanmu sendiri?" tanya Raja Ruo geram
"Biarkan aku yang bercerita padamu agar lebih jelas." Jawab Huo nan
"Hm" jawab Raja Ruo menatap Huo nan
"Saat itu kami semua bertemu di dalam gua Si hui tu setelah masing-masing dari kami memasuki ruangan tempat harta tersembunyi. Saat kami akan kembali dinding gua tiba-tiba terbuka.
Kakak ke 2 dan kami kebingungan mencari jalan untuk menemukan dia tapi tak bisa. Maka kami memutuskan mencari di luar gua.
Hanya itu yang aku tau hingga aku menemui kakak ke 2 menggendong tubuh terluka kakak ipar dari tempat grand master Ji." jelas Huo nan.
"Saat itu aku memasang bulu Horse dragon fly di kantong yang aku berikan pada Ze sehingga aku dapat merasakan keberadaannya dalam jarak 1 mil dariku.
Aku berusaha mencari dan mendapatkan posisi pasti dirinya setelah beberapa jam mencari.
Ternyata dia berada di hutan Tian wu dan segera aku ke sana. Saat tiba di sana aku melihat Liu sia berusaha menebas leher dari Ze padahal kondisi Ze saat itu sudah sangat lemah dan terluka sangat parah.
Aku menghunus pedang pada Liu sia untuk mencegahnya membu*uh calon istriku. Aku segera membawa tubuh lemahnya ke gunung jiu li dan bertemu master tang guru dari Ze.
__ADS_1
Master tang bahkan tak mampu menyembuhkannya dan neminta bantuan Grand master Ji. Bahkan seorang alkemis tingkat surga sepertinya tak mampu mengobatinya sangking kejamnya Liu sia menyerangnya.
Aku harus membawanya kekolam kehidupan di dalam hutan Angker demi menyelamatkan nyawanya." jelas Jin hu dengan mata penuh amarah mengingat kondisi Ze saat itu.
"Apa jaminan jika kalian berkata hal yang sesungguhnya?" tanya Raja Ruo.
"Di sini masih ada ke 2 master tang dan juga paman ji yang dapat menjadi saksi Ze terluka parah." jawab Jin hu
"Paman Ji" beo Raja Ruo
"Maksud aku grand master Ji aku memanggilnya demikian karena dia adalah menantu dari kakeknya Ze tuan Shi." jawab Jin hu
"Liu sia ini ternyata ingin menjadikanku alat untuk menyingkirkan kekasihmu itu. Lancang sekali keluarga Duo itu." Geram Raja Ruo
"Guru tenang saja. Ze yang akan menghukum mereka karena ternyata keluarga itu mengirim beberapa ahli kultivator untuk menghabisinya hingga dia bisa terluka parah.
Jadi, biarkan mereka menjadi milik Ze dan kita cukup menonton aku hanya meminta itu dari guru." pinta Jin hu.
"Baiklah. Pertemukan aku dengan calon istrimu itu segera." titah Raja Ruo
"Baik guru aku akan membawanya padamu nanti. Sebenarnya tadi aku ingin membawanya tapi dia harus meningkatkan kemampuan membuat pilnya untuk kompetisi mewakili master tang dan grand master Ji." jawab Jin hu
"Bahkan keluarga Duo menyebutkan jika dia gadis tak berguna tapi justru dia murid dari grand master terkenal itu.
Bahkan putraku yang terbilang alkemis muda jenius ditolaknya. Itu artinya Ze itu seorang yang spesial." ucap Raja Ruo
"Benar guru kakak ipar adalah seorang jenius yang sangat langka. Ini adalah pil buatannya dan dia memberikan aku begitu saja." jawab Huo nan sambil memperlihatkan pil miliknya pada gurunya itu.
"I ini a adalah pil...
"Pil regenerasi."jawab Huo nan memotong kata-kata gurunya membuat Raja Ruo terbelalak.
__ADS_1
jangan lupa tinggalkan jejak setelah membaca agar ada kesan untu authornya😄
Selamat membaca