Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Rencana menyingkirkan permaisuri licik 3


__ADS_3

"Akh ah apa yang kau berikan itu akh." pekik Fu kin karena merasa kepalanya sangat sakit.


"Akh kepalaku akh tolong." seru Fu kin karena rasa sakit di kepalanya semakin tidak tertahankan.


Setelah itu Fu kin tak sadarkan diri karena sudah tidak sanggup menahan rasa sakit yang mendera kepalanya itu.


Ze memperhatikan secara seksama wajah pingsan dari Fu kin karena tidak ingin terlewatkan untuk setiap ekspresi yang muncul dari wajah Fu kin saat pria itu sadar nantinya.


Jin hu hanya duduk diam memperhatikan apa yang sedang dilakukan kekasihnya itu. Sebenarnya Ze sudah meminta Jin hu untuk beristirahat lebih dulu karena Ze tahu selama beberapa hari ini Jin hu kurang istirahat.


Terlebih saat dia bertapa dan tertidur saat selesai bertapa Jin hu sama sekali tidak tertidur menjaga dirinya.


Tapi, Jin hu menolak tidur lebih dulu dan memilih menemani Ze di ruangan untuk sekedar menonton Ze melakukan tes terhadap obat baru buatannya.


Ze melihat kelopak mata dari Fu kin mulai bergetar menandakan si empunya mata akan terbangun. Ze tersenyum menatap wajah Fu kin yang perlahan menunjukkan tanda si empunya akan bangun segera.


"ssh eng." lenguh Fu kin sambil memegang kepalanya karena saat dia pingsan tadi Ze sudah melepas ikatan yang ada di tubuh Fu kin.


Fu kin menatap kosong ke depan tanpa ada ekspresi lagi setelah melepaskan tangan dari kepalanya.


"Berdiri." ucap Ze dan Fu kin segera melakukannya.


"Dengarkan aku baik-baik. Mulai saat ini perintah dari aku adalah kewajibanmu untuk melakukannya. Kau hanya akan mendengarkan perintahku saja." ucap Ze dan Fu kin segera mengangguk paham.


"Bagus, bagus, sekarang kamu bisa kembali pada posisi yang di tugaskan oleh permaisuri. Berpura-puralah tetap patuh pada permaisuri lalu kabarkan padaku setiap kegiatan dan rencana yang disusun oleh permaisuri.


Lihat dan perhatikan dengan siapa saja dia bertemu dan cari tahu apa yang mereka bahas pada pertemuan itu.


Kau juga harus mencari informasi apa pun tentang dia dan ayahnya terutama kelemahan mereka lalu laporkan padaku setiap malam." ucap Ze.


"Baik putri." saut Fu kin.


"Hm pergilah." ucap Ze.

__ADS_1


Fu kin segera keluar dari ruangan itu dan masuk ke dalam kamar tempat dia bertugas mengawasi.


Ze kemudian nerjalan keluar dari ruangan itu membiarkan Jin hu yang ternyata sudah tertidur di kursinya. Ze hanya menatap sekilas wajah tertidur Jin hu sambil tersenyum.


Ze sengaja tidak meminta Jin hu pindah karena dia tahu jika Jin hu dibangunkan untuk pindah ke tempat tidur, Jin hu akan kembali memaksakan diri untuk tetap terjaga menemani dirinya.


"Sebaiknya aku membangunkan dia saat aku telah selesai agar dia bisa memiliki istirahat yang cukup." gumam pelan Ze sambil terus melangkah keluar dari ruangan itu.


Ze berjalan mendekat ke arah Xi an dan Mo liu duduk dengan tubuh terikat kuat pada kursi kayu.


Ze tersenyum penuh misteri ke arah dua orang itu membuat mereka bergidik ngeri.


"Sekarang katakan padaku, siapa yang mengutus kalian ke sini dan apa tugas yang harus kalian selesaikan di sini serta mengapa dia mengutus kalian untuk tugas itu?" tanya Ze.


"Yang mengutus kami adalah mentri Qin atas permintaan permaisuri. Kami ditugaskan untuk menggagalkan proses pemulihan dari pangeran Rong yuo jika perlu menghabisi nyawanya. Mereka mengutus kami karena mereka tahu jika tujuan putri Ze ke sini beserta yang lain adalah untuk mengobati pangeran Rong yuo." jawab Xi an dan Mo liu bersamaan.


"Dari mana mereka tahu tentang aku yang datang dengan tujuan itu?" tanya Ze.


"Sejak awal mereka sudah tahu tentang tujuan kedatangan kalian karena, pangeran kecil Yuo fan mendengar saat Yang mulia Raja Ruo meminta putri Ze menyembuhkan pangeran Rong yuo dan pangeran Yuo fan langsung melaporkan yang di dengarnya pada permaisuri saat pangeran Yuo fan kembali ke kerajaan api penyucian." jawab Xi an.


"Kau hanya menjalankan perintah demi uang tanpa tahu tujuan dan alasan yang jelas dari tugas uang kau jalankan?" tanya Ze pada Mo liu.


"Ya dapat dikatakan seperti itu." jawab Mo liu.


"Kau....! Siapa namamu?" tanya Ze sambil menunjuk Xi an.


"Xi an putri." jawab Xi an.


"Berapa lama kau kerja pada permaisuri dan apa hubungan dirimu dengan permaisuri?" tanya Ze.


"Aku sudah bekerja pada permaisuri sejak permaisuri menjadi selir. Aku adalah pengawal rahasia yang diutus Yang mulia Raja Hong untuk menjaga permaisuri serta menjalankan semua apa yang dia perintahkan. Kemudian, setelah pangeran Yuo fan lahir, aku diutus menjadi pengawal rahasia dari pangeran Yuo fan." jawab Xi an.


"Bagaimana bisa pangeran Yuo fan mendengar apa yang Raja Ruo minta dariku sedangkan saat itu dia tidak ikut dengan Raja Ruo?" tanya Ze.

__ADS_1


"Karena pangeran Yuo fan secara diam-diam membuntuti Raja Ruo pergi agar dapat mencari tahu tujuan Raja Ruo pergi tanpa membawa dirinya ikut serta sehingga dia hari itu mencuri dengar semua pembicaraan kalian." jawab Xi an.


"Apa tujuan Pangeran Yuo fan membuntuti ayahnya sendiri? Apakah dia memiliki maksud dan tujuan lain?" tanya Ze.


"Pangeran Yuo fan sengaja terus ikut kemana Raja Ruo pergi untuk memberikan informasi pada permaisuri. Mereka tahu jika Raja Ruo selama ini selalu mencari orang yang bisa memulihkan kondisi pangeran Rong yuo.


Mereka tidak ingin pangeran Rong yuo pulih jadi mereka membuntuti setiap gerakan Raja Ruo agar dapat mengantisipasi segala kemungkinan.


Mereka pernah mengutus beberapa orang untuk menghabisi putri Ze dan rombongan. Tapi, mereka tidak dapat menemukan keberadaan putri Ze." jawab Xi an menjelaskan.


"Bukankah pangeran Rong yuo adalah saudaranya sendiri? Mengapa seorang anak kecil sudah memiliki niat buruk pada saudaranya sendiri?" tanya Ze.


"Sejak kecil permaisuri selalu menanamkan pada fikiran pangeran Yuo fan bahwa pangeran Rong yuo adalah tembok penghalang untuknya menjadi Raja kelak.


Jika pangeram Yuo fan ingin menjadi Raja berikutnya menggantikan ayahnya, maka dia harus menyingkirkan pangeran Rong yuo." jawab Xi an.


"Bahkan Yuo fan ikut andil dalam semua yang terjadi belakangan ini?" ucap geram Raja Ruo yang tiba-tiba muncul entah sejak kapan.


"Ya bahkan bukan hanya sekedar terlibat. Dia bahkan juga menjadi otak pada penyerangan terhadap pangeran Rong yuo sebelum-sebelum ini namun selalu di gagalkan oleh pengawal-pengawal gelap yang Yang mulia utus untuk menjaga pangeran Rong yuo." jawab Xi an.


"Anak kurang ajar." ucap geram Raja Ruo.


"Sebaiknya Yang mulia tenang dulu. Aku memiliki sebuah ide yang sangat bagus yang bisa menjadi alasan Yang mulia menghindari bertemu mereka agar tidak memicu amarah Yang mulia." ucap Ze.


"Ide apa itu putri Ze?" tanya Raja penasaran.


"Anda akan segera tahu setelah aku menunjukkan pada Yang mulia sebuah pertunjukan yang pasti tidak pernah yang mulia lihat selama hidup yang mulia." jawab Ze sambil tersenyum menatap 2 orang terikat di depan mereka itu.


Mohon maaf jika up novel ini jadi tidak teratur belakangan ini.


Dikarenakan kesibukan lain author dan kondisi kesehatan author yang kurang baik akhir-akhir ini.


Author hanya bisa mengupayakan up sebisa author untuk beberapa saat kedepan.

__ADS_1


Mohon maaf yang sebesar-besarnya untuk ketidak nyamanan para pembaca.


Salam hangat author


__ADS_2