
Ruri terdiam sesaat melihat kepergian adik angkatnya itu lalu tersenyum. Ruri menghela napas lega karena adik angkatnya itu telah menemukan orang yang dapat membantu dirinya mengingat jati dirinya yang sesungguhnya.
"Semoga kau bahagia adik kecil. Aku akan mencari dirimu untuk mengetahui keadaanmu nanti." gumam Ruri.
"Ah aku harus segera menyusul kak Liyang. kaum ras naga yang serakah itu sangat licik. Aku takut mereka mencelakai kakak dengan cara licik jika aku tidak membantu kakak." ucap Ruri lalu segera berubah wujud menjadi wujud aslinya yaitu seekor naga dan terbang menuju arah kakaknya tadi terbang.
Sedangkan di tempat Ze dan yang lain saat ini, mereka sudah tiba di tempat tujuan. Zili membawa Ze dan yang lain kembali ke negeri hewan roh Suci terlebih dahulu.
"Buka mata kalian." ucap Zili dan mereka bertiga segera membuka mata.
"Kita ada di mana saat ini?" tanya Ze menatap sekitarnya yang tampak asing.
"Kita berada di negeri hewan roh Suci saat ini tuan." jawab Zili.
"Apakah ini negeri lain yang juga serupa dengan negeri naga?" tanya Ze lagi.
"Ya benar sekali tuan. Hanya saja bedanya, negeri hewan roh Suci tidak menyerap energi tapi justru memberikan banyak sumber energi alam yang sangat baik untuk peningkatan kultivasi." jawab Zili.
"Mengapa kau terus saja memanggilku tuan?" tanya Ze.
"Ya karena kau memang tuanku." jawab Zili.
__ADS_1
"Bukankah sebelum ini kau tidak pernah berubah menjadi manusia? Kau poci bukan?" tanya Ze yang sudah mulai mengingat sedikit demi sedikit ingatan masa lalunya.
"Ya benar tuanku aku Poci. Aku baru dapat berubah menjadi manusia setelah mencapai tingkat tertentu dalam kultivasi." jawab Zili.
"Berhenti memanggilku tuan. Cukup panggil namaku saja." ucap Ze.
"Tidak bisa tuan, akan sangat tidak pantas untuk aku memanggil nama tuan saja." tolak Zili.
"Hm jika seperti itu, aku lebih suka kau memanggilku putri saja ketimbang kau memanggilku tuan." ucap Ze.
"Baik putri." ucap Zili.
"Sebaiknya putri berendam di air Suci dulu untuk pemilihan tubuh putri sekaligus menyeimbangkan aliran energi pada tubuh putri. Setelah itu, putri dapat berkultivasi di dalam gua untuk meningkatkan kultivasi tuan. Maaf putri maksudnya." ucap Zili menjelaskan.
"Ada bedanya. Ada banyak alasan mengapa tuan eh maaf, maksud aku putri harus menyelesaikan tapa untuk meningkatkan kultivasi di tempat ini." ucap Zili yang masih tidak terbiasa memanggil Ze dengan sebutan putri.
"Alasan apa?" tanya Ze.
"Alasan pertama adalah, di tempat ini putri dapat mencapai tingkat kultivasi yang jauh lebih tinggi dan dalam waktu lebih singkat dari pada saat putri bertapa untuk meningkatkan kultivasi di dunia bawah sana." jelas Zili.
"Mengapa bisa seperti itu?" tanya Ze mulai tertarik dengan penjelasan Zili. Sedangkan Jin hu dan Huo nan hanya diam menyimak percakapan Ze dan Zili.
__ADS_1
"Bukankah di dunia bawah ada tempat yang lebih baik untuk berkultivasi dari tempat yang lain?" tanya Zili balik.
"Ya di dalam gua Yu di hutan Fujian." celetuk Huo nan.
"Hampir seperti itu perbedaan antara tempat ini dengan dunia bawah. Energi di tempat ini jauh lebih murni dan dapat terserap dengan sangat mudah oleh energi tubuh semua jenis mahluk termasuk manusia. Jadi, tingkat kultivasi di tempat ini akan lebih tinggi." jelas Zili.
"Lalu, alasan berikutnya apa?" tanya Ze.
"Di bawah sana ada beberapa orang dan mahluk kuat yang tengah mencari dan mengincar tuan ah maaf maksudnya putri serta Hui tu. Dengan tujuan buruk dan dapat mencelakai anda putri." jawab Zili.
"Mengincar aku dan Hui tu? Bukankah pria yang keluar dari batu di kalung aku bersama ular api dan ceri ajaib itu adalah Hui tu?" tanya Ze.
"Ya putri memang benar." jawab Zili.
Hai para pembaca setia novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas. "
jangan lupa untuk tetap mendukung aksi Ze dengan memberikan vote, like dan komen sebanyak yang kalian bisa.
selamat membaca dan semoga hari kalian menyenangkan.
__ADS_1
Salam hangat dari author
Terima kasih😘💕