Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
menyelinap


__ADS_3

Entah mengapa orang orang bertopeng itu seolah tak di beri izin untuk masuk ke dalam gerbang.


Mereka semua hanya berdiri dengan berjejer rapih di depan gerbang saat tandu sudah berpindah tangan.


"Sekarang bagaimana?" tanya Rui huo nan saat mereka kembali berkumpul.


"Aku masih ingin melihat ada apa di balik gerbang itu." ucap ze penasaran


"Tapi, bagaimana caranya?" tanya wen yuan


"heh kau sungguh gadis beruntung yang sangat bodoh." ejek hui tu


"Apa maksudmu huh?" tanya ze kesal


"Kau memiliki tanaman roh tingkat tinggi bukan?" tanya hui tu


"langsung pada intinya." ucap ze


"Huh dasar gadis bodoh sekali bodoh tetap saja bodoh. Aku sudah memberi tahu intinya dan kau masih tak paham. memang bodoh." ejek hui tu beruntun membuat ze geram


"langsung pada intinya atau kau akan menyesal." ancam ze mulai geram.


"Tanaman rohmu yang kau sebut cece itu bisa membantu kalian memanjat tembok itu dengan batang rambatnya itu.


Dia lebih dari mampu melakukan tugas seringan itu. Itulah guna dari peningkatan kultivasinya itu.


Dia jadi lebih kuat dan buah yang di hasilkannya jadi lebih berkhasiat." jelas hui tu

__ADS_1


"wah kau memang yang terbaik." ucap ze girang


"mengapa kau termenung sayangku?" tanya jin hu mengejutkan ze


"ah bukan apa apa aku hanya lagi berfikir dan sekarang kita punya jalan untuk masuk kedalam sana." jawab ze.


"Oh bagaimana caranya kakak ipar?" tanya Rui huo nan dengan mata berbinar penuh harap


"shut ikuti saja aku kau akan tau juga nantinya." jawab ze sembari melangkah memutari tempat itu hingga berhenti saat mereka tiba di bagian belakang bangunan itu.


"Apa yang akan kita lakukan disini putri?" tanya wen yuan


"kita akan memanjat tembok ini untuk masuk ke dalam sana." jawab ze


Mendengar ze mengatakan memanjat tembok mereka semua mengernyit heran sambil memandangi tembok kokoh yang menjulang tinggi di hadapan mereka.


"iya kakak ipar kita tak akan mampu memanjat tembok setinggi ini." saut Rui huo nan di angguki wen yuan dan liu yu


"tenang saja aku ada caranya agar kita dapat dengan mudah memanjat tembok ini." jawab ze yakin.


"cece keluarlah!" panggil ze dan cece segera muncul dari dalam batu dimensi


"Mengapa kau memanggil cece sayang?" tanya jin hu dan ke 3 orang yang lain mengangguk tanda ikut ingin tahu.


"Lihat saja dulu dan kau akan tahu dengan sendirinya sayang." jawab ze


Meski ze sudah setuju menyebutnya sayang dan sudah sering memanggil demikian tetap saja jin hu amat senang mendengarnya.

__ADS_1


"Cece bantu kami memanjat tembok di depan itu dengan sulurmu. Bisakan?" pinta ze dan cece segera melakukannya.


"Srek srek srek" cece mulai mengeluarkan sulurnya memanjat tembok di depannya itu.


"Wah kau sungguh jenius kakak ipar aku sangat kagum padamu." puji Rui huo nan pada ze sambil terus saja matanya tak berpaling dari sulur cece yang merambat perlahan di permukaan tembok.


Setelah sulur cece mencapai atas dari tembok itu mereka mulai bersiap memanjat.


"Ayo kita segera memanjat tembok ini." ajak ze


"Biarkan aku memeriksa ke adaan di atas tembok dulu aman atau tidak lalu kalian bisa ikut memanjat oke?" tawar jin hu dan di angguki saja oleh yang lainnya


"Baiklah hati hayi sayangku" ucap ze


"Cup hm." jin hu mengecup kening ze lalu berdehem sebagai jawaban membuat 3 orang di depan mereka memutar mata


"masih sempat juga mereka ini bermesraan di depan kami dalam ke adaan seperti saat ini." batin Rui huo nan


Jin hu memanjat sulur cece yang seperti tambang namun memiliki cabang di kiri dan kanan sebagai pijakan dan itu mempermudah jin hu memanjat sehingga dalam sekejap jin hu sudah sampai di atas tembok.


Jin hu mengamati sekitar dan saat di rasa aman jin hu memberi kode dengan kibasan tangan agar mereka segera naik.


"Ah kakak ke 2 sudah memanggil sebaiknya kita segera menyusulnya." ucap Rui huo nan


"Kau benar biar aku dulu yang naik lalu kalian menyusul setelah itu." ucap ze


"Baik" jawab mereka ber 3 serempak.

__ADS_1


__ADS_2