
Setelah memastikan bahwa lawannya sudah benar-benar mati, Ze segera menghampiri keluarganya.
"Kakek, nenek, ibu, kalian baik-baik saja bukan? Apakah ada yang terluka?" tanya Ze cemas.
"Astaga kakek, cepat telan pil regenerasi ini dan segera duduk di atas batu itu." ucap Ze sambil menyodorkan sebutir pil regenerasi yang dia maksud saat melihat kakeknya mengalami luka sayatan yang cukup lebar dan dalam pada tubuhnya.
Tuan besar Shi segera menelan pil pemberian Ze dan segera duduk di atas batu yang dimaksud Ze dengan posisi seperti sedang bertapa.
"Kalian semua juga ambil dan telan masing-masing sebutir pil ini." ucap Ze pada para pengawal yang juga terluka termasuk Wen yuan dan Liu yu dengan memberikan masing-masing sebutir pil regenerasi pada mereka.
Ze segera menyalurkan tenaga dalamnya pada tubuh kakeknya. Ze mengernyitkan alisnya kesal setelah menyadari bahwa kakeknya saat ini terkena racun.
"Telan pil penawar segala racun ini kek." ucap Ze dan segera tuan besar Shi melakukan apa yang diperintahkan oleh cucunya itu. Ze kembali menyalurkan tenaga dalamnya untuk mengobati kakeknya.
"Wuek uhuk uhuk uhuk." tidak lama setelah itu tuan besar Shi memuntahkan darah hitam dari mulutnya.
"Kakek sudah lebih baik?" tanya Ze.
"Ya, kakek jauh lebih baik sekarang." jawab tuan besar Shi.
"Baiknya kakek beristirahat dulu. Aku akan membuat obat untuk memulihkan kondisi tubuh kakek. Tapi, aku harus mengobati yang lain terlebih dahulu. Aku khawatir kalau mereka juga keracunan seperti kakek." ucap Ze.
"Maksudmu tadi adalah kakek terkena racun?" tanya tuan besar Shi.
"Aku pikir itu mungkin senjata mereka yang menggunakan racun." jawab Ze.
Ze hendak mengobati yang lain namun langkahnya terhenti karena terkejut melihat jasad-jasad dari para penyerang itu menguap dan menghilang.
"Apakah mereka salah satu dari mahluk negeri ajaib yang dimaksud Zili? Jika memang benar, kakek dan yang lainnya sudah tidak aman untuk berada di tempat ini." gumam Ze.
Ze segera mengobati yang lain dan ternyata memang benar kekhawatiran Ze. Mereka semua yang terluka oleh senjata para penyerang itu terdapat racun yang cukup mematikan di dalam tubuh mereka.
Ze juga memeriksa Mei yin dan Luo yin dan ternyata tubuh mereka tidak ada racun sama sekali. Membuat Ze semakin yakin bahwa senjata merekalah yang mengandung racun.
"Apakah ayah sudah lebih baik sekarang?" tanya Ze saat memeriksa keadaan ayahnya.
__ADS_1
"Ya, ayah baik-baik saja setelah menelan pil dan sedikit konsentrasi untuk memulihkan energi yang sempat kacau dalam tubuh ayah karena serangan tenaga dalam yang mengenai tubuh ayah." jawab Liu ku.
"Tempat ini sudah sangat tidak aman lagi untuk kalian tinggali." ucap Ze.
"Mengapa tubuh mereka menghilang begitu saja?" tanya Luo yin tiba-tiba.
"Mereka bukan manusia. Mereka bukan asli berasal dari dunia kita." jawab Ze.
"Apa tujuan mereka menyerang kami?" tanya tuan besar Shi.
"Diriku. Aku adalah orang yang mereka inginkan dan untuk mendapatkan diriku, mereka akan menyakiti setiap orang yang berhubungan dengan diriku." jawab Ze.
"Mengapa mereka menginginkan dirimu?" tanya Mei yin khawatir.
"Ceritanya panjang dan tidak akan ada cukup waktu untuk bercerita." jawab Ze.
"Kita harus membawa mereka ke tempat yang lebih aman." ucap Ze pada Jin hu.
"Kemana kami akan bersembunyi dari mahluk itu?" tanya Luo yin.
"Ada satu tempat yang juga aman dan lebih layak untuk ditinggali." ucap Jin hu.
"Di mana itu?" tanya Ze penasaran.
"Istana atas awan." jawab Jin hu.
"Mengapa harus istana atas awan?" tanya Ze.
"Selain atas izin ku, tidak ada yang dapat melewati batas negeri atas awan. Negeri atas awan juga memiliki pelindung atas mahluk jahat. Awalnya aku tidak percaya saat kakek bercerita tentang mahluk jahat selain manusia tapi kini aku sangat percaya." ucap Jin hu.
"Kalau begitu, kita segera saja berangkat ke negeri atas awan untuk mengamankan mereka." putus Ze.
"Bagaimana kakek, nenek juga ibu. Apakah kalian semua tidak keberatan dengan pengaturan ini?" tanya Ze.
"Kakek, nenek juga ibumu tidak akan menolak keinginanmu sayang." jawab tuan besar Shi.
__ADS_1
"Kakekmu benar sayang, terlebih lagi karena kau melakukan ini demi keselamatan kami juga." saut nyonya besar Shi.
"Iya Ze sayang, kami akan ikut apapun keputusan yang akan kau ambil." saut Mei yin.
"Terima kasih dan maaf karena telah membuat kalian terlibat dengan bahaya karena aku." ucap Ze yang kini sudah berada dalam pelukan kakek dan neneknya itu.
"Dasar bodoh! Mengapa kau harus meminta maaf atas apa yang terjadi. Kau adalah kesayangan kami yang sangat berharga bagi kami semua dan akan selalu seperti itu. Nyawa kami tidak berharga jika kau tidak bersama dengan kami." ucap Tuan besar Shi membuat Ze meneteskan air mata haru karena kasih sayang yang besar dari keluarganya itu.
"Mengapa kau menangis hm?" tanya Luo yin sambil mengusap air mata di sudut mata Ze.
"Terima kasih, terima kasih, aku sayang kalian." ucap Ze penuh haru memeluk erat pria paruh baya yang sangat menyayanginya itu.
"Kami juga menyayangimu bahkan sangat menyayangimu." ucap Luo yin memeluk Ze dari belakang Mei yin juga ikut masuk dalam pelukan itu.
"Kita harus pergi dari tempat ini sekarang juga. Aku takut mereka akan datang lagi dalam jumlah yang lebih banyak lagi." ucap Ze dan mereka segera meninggalkan tempat itu.
Mereka pergi dengan dua kereta. Ze, Jin hu, Liu yu dan Wen yuan berada dalam kereta yang sama. Tuan dan nyonya besar Shi, Mei yin dan Liu ku dengan kereta yang lain.
Di tengah perjalanan, kereta mereka dihentikan oleh segerombolan mahluk menyerupai binatang namun tidak jelas jenis hewan apa yang menghadang mereka.
Bentuk mahluk itu mengerikan sekaligus menjijikkan bersamaan. Wajah menyerupai serigala dengan ukuran lebih besar dengan gigi-gigi tajam dan dengan lendir menjijikkan menetes di sudut dan ujung mulut mereka. Mereka berdiri dengan tubuh tegap menyerupai manusia, Kuku-kuku tangan mereka panjang dan runcing.
Haii para pembaca sekalian
Author mohon dengan amat sangat
tolong jika kalian tidak menyukai karya author ini, mohon kalian untuk mengabaikan saja karya author ini
Tidak perlu berupaya untuk menurunkan rate novel ini dengan memberikan rate rendah
Bagi pembaca dan pendukung setia novel ini, mohon dukungannya dengan rate bintang 5 jangan dibawah bintang 5 karena akan menurunkan rate novel. Jangan lupa untuk tetap Vote, like dan komen.
salam hangat dari author
Terima kasih.
__ADS_1