Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
luka tapi tak berdarah


__ADS_3

Semua yang mendengar penuturan dari Ze sungguh merasa kesal namun tidak mampu membantah.


Karena apa yang dikatakan Ze memang benar adanya. Tapi, tetap saja terasa menjengkelkan mendengar seseorang meremehkan dirimu.


"Kakak ipar sungguh sadis dalam mengucapkan kata-kata. Tidak ada yang mampu membalas ucapannya bahkan membantahnyapun tidak." ucap Huo nan ke arah Liu yu dan Wen yuan


"Iya anda benar sekali pangeran." jawab Liu yu


"Mereka semua merasakan bagaimana jadi kita selama ini." ucap Huo nan lagi


"Apa maksud anda pangeran?" tanya Wen yuan


"Mereka merasakan luka tapi tidak berdarah. Karena lukanya tidak terlihat itu ada di hati." jawab Huo nan.


"Oh jadi selama di sisi Ze kalian itu merasa sakit hati?" tanya Jin hu


"Iya tidak hanya di sisi kakak ipar, tapi terutama jika kalian sedang berdua, kalian terus saja membuat kami terluka karena menyaksikan pertunjukan kasih sayang." jawab Huo nan diam-diam Wen yuan dan Liu yu mengangguk pelan mengiyakan.


"Siapa suruh kalian menjadi seorang tanpa pasangan. Kau bahkan seorang pangeran (menunjuk Huo nan) tapi kau kesulitan dalam menemukan tambatan hati." ucap Jin hu membuat Huo nan mati kata.


"Baiklah itu salah kami." pasrah Huo nan


Sedangkam di atas panggung Liu sia sudah bermandikan keringat sangking takut dan malunya.


Dia kemudian memasukkan ramuan asal ke dalam tungku dan mulai berusaha konsentrasi pada tungkunya berusaha menyalakan api.


"Mengapa api tungkunya belum juga kau buat menyala?" tanya Ze


"Ah itu.....!" Liu sia


"Itu karena kau tidak bisa membuat pil sama sekali." potong Ze


"Berhenti berpura-pura karena kau hanya akan semakin diolok-olok jika terus seperti itu." lanjutnya lagi.


"Aku ti tidak..." Liu sia


"Berhenti mempermalukan dirimu sendiri! Ini sudah cukup lama dan kau hanya terlihat bodoh dan menyedihkan." ucap Ze


10 menit telah berlalu dan Ze mulai memproses pilnya. Ze memasukkan beberapa bahan obat. Ze mulai fokus dan seketika api di tungku menyala.

__ADS_1


Suasana kembali menjadi sangat tegang dan hening. Melihat orang-orang mulai serius keluarga Duo mencoba untuk pergi dari tempat itu diam-diam.


Melihat itu beberapa orang yang memang sudah diutus oleh ketua Yui untuk mengawasi mereka langsung mengelilingi mereka.


"Apa yang kalian lakukan?" tanya nyonya Duo


"Menyingkir dari jalan kami." ucap tetua Duo


"Maaf tapi kami hanya diutus oleh ketua Yui. Kami bertugas untuk mencegah kalian anggota keluarga Duo pergi dari tempat ini secara diam-diam seperti sekarang ini." jawab satu orang diantara mereka.


"Kalian hanya bisa pergi setelah nona muda Duo membuktikan dirinya benar adalah seorang alkemish atau kami harus pastikan jika semua urusan kalian di tempat ini telah benar-benar selesai dengan ketua Yui." lanjutnya lagi menjelaskan.


"Kami tidak tahu menahu perihal katak ajaib itu. Kalian seharusnya menanyai dan meminta pertanggung jawaban pada Liu sia saja." ucap Xie lu yi yang memang sudah sangat benci pada Liu sia.


"Adik ipar apa yang kau katakan? Mengapa kau ingin Liu sia menanggung be..." belum selesai kalimat nyonya Duo dipotong oleh kata-kata tetua Duo.


"Lu yi benar tentang katak ajaib itu. Kita tidak tahu menahu tentang katak ajaib hingga katak itu muncul tadi." jelas tetua Duo yang memilih mengorbankan satu orang anggota keluarganya.


Nyonya Duo yang merupakan ibu kandung Liu sia membelalakkan mata tidak percaya dengan apa yang baru saja dia dengar.


Saat nyonya Duo ingin protes suaminya menarik tangannya dan mengkodenya untuk tidak berbicara lagi.


Ze sangst terfokus pada api di bawah tungkunya menjaganya agar tetap stabil demi kwalitas pilnya.


Melihat Ze sangat Fokus dengan apa yang sedang dia kerjakan saat ini Liu sia mulai memikirkan sesuatu.


Dia menyeringai menatap ke arah Ze yang tengah fokus pada kegiatannya.


"Jika aku hancur maka biarkan diriku hancur. Asalkan aku dapat mengirimmu yang hanya seorang ja***g penggoda itu jauh dari sisi kakak Jin hu maka aku tidak masalah jika harus menderita." gumam Liu sia sambil tersenyum licik ke arah Ze


"Kini saatnya kau si gadis ja***g penggoda untuk pergi menjumpai raja neraka. Aku Liu sia yang akan mengirimmu sendiri ke neraka dengan tanganku." gumamnya lagi menyeringai.


Liu sia mulai memandang sekelilingnya memastikan jika tidak ada yang akan mencegah apa yang akan dia lakukan.


Setelah memastikan bahwa semua orang kini tengah fokus pada tungku Ze dan tungku ke 2 peserta lain, Liu sia mengeluarkan denga hati-hati pedang yang memang selalu dia bawa kemanapun dia pergi agar tidak ada yang menyadari dan mencurigainya.


"Kali ini aku akan pastikan bahwa kau si gadis ja***g penggoda akan m**i di tanganku. Setelah itu aku akan bahagia walau harus hancur." gumam Liu sia dengan tatapan penuh amarah ke arah Ze yang sedang berkonsentrasi saat ini.


"M**ilah kau ja***g penggoda." gumam Liu sia sambil menghunuskan pedangnya dengan cepat ke arah Ze yang masih saja fokus pada tungkunya saat ini.

__ADS_1


"Hiat... " seru Liu sia


"Syut jleb" suara pedang menghunus dan semua orang terbelalak syok melihat kejadian yang tidak terduga itu.


"Ze..." teriak Jin hu kaget lalu berlari ke atas panggung.


"Liu sia...." teriak ibu Liu sia, ayahnya dan juga You tao bersamaan karena terkejut dengan apa yang mereka lihat.


Suasana jadi begitu menegangkan karena apa yang baru saja terjadi.


Apa yang telah terjadi?😞😞😞


Siapa yang terhunus pedang itu yah?😯😯😯


Jika penasaran jangan lupa tetap dukung authorπŸ˜‰πŸ˜‰πŸ˜‰


Author memang tidak pernah masalah tentang koment kalian. Tapi, jangan koment yang extrime juga dong sampe mau bawa golok atau geplak kepala auhtor.


Hal yang wajar jika kami para author meminta sedikit dukungan dari kalian bukan?πŸ˜†πŸ˜†πŸ˜†


Kalian bilang author pelit tapi mana kebih pelit coba. Dari 30 ribu lebih pembaca dalam sehari tidak lebih dari 1000 like yang author terima.


untuk up author butuh inspirasi, ketenangan dan waktu luang yang cukup. Tapi, untuk like kalian para readers hanya butuh sentuhan jari jempol saja.


Apa susahnya sih menghargai jerih payah orang lain yang juga kalian nikmati?


author berharap vote like dan komen dan jika ada tip seiklasnya azπŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„


maaf kalau author udah cerewet hari ini


Selamat membaca dan semoga harimu menyenangkan


Mari kita berdo'a agar kemelut corona dapat segera barlalu dan agar kita semua dapat terhidar dari terinfeksi.


salam hangat


Author


πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„πŸ˜„

__ADS_1


__ADS_2