
"Ambil jarum ini (menyodorkan jarum di atas tangannya di hadapan 4 orang itu) satu orang silahkan ambil satu batang jarum dan ingat untuk tidak melukai jari atau tanganmu karena kalian akan pingsan seketika saat jarum itu menusuk jarimu atau bagian lain dari dirimu." ucap Ze dan mereka termasuk Jin hu mengambil masing-masing satu dari jarum itu.
"Kita menyerang serempak cukup tusukkan jarum ini pada kulit dari target kita masing-masing. Ah jika memungkinkan tusuk bagian leher agar reaksinya cepat." jelas Ze.
"Ayo kita semua mengambil posisi masing-masing untuk menyerang dan jangan asal serang dulu. Pastikan situasi aman saat kalian akan menusukkan jarum itu pada target dan ingat untuk membawa kembali jarum-jarum itu jangan sampai tertinggal dan dapat menjadi bukti bagi mereka untuk menuduh aku nantinya." ucap Ze dan mereka segera mengangguk paham.
Mereka segera berpencar untuk mengambil posisi menyerang secara diam-diam untuk masing-masing target mereka yaitu 5 dari 6 orang pengawal bayangan yang di tugaskan oleh Raja Hong dan permaisuri untuk menjaga Yuo fan dari segala kemungkinan buruk. Mereka itu adalah rekan-rekan dari Xi an yang saat ini menjadi orang yang dikendalikan oleh Ze.
Ze mendekat perlahan ke arah seorang pria yang sedang duduk serius melihat ke arah jendela kamar Yuo fan dari atas pohon besar di belakang istana.
Ze bergerak lincah saat sudah sangat dekat dan berhasil menusuk jarum pada leher penjaga bayangan tadi.
Tanpa tau dan tanpa sadar apa yang terjadi pria itu tumbang saat itu juga. Ze menangkap tubuhnya dan memperbaiki posisi pria itu agar tidak jatuh dari pohon dan membuat suara keributan sehingga membangunkan orang lain dan merusak rencana mereka.
"Huft selesai juga mengurus orang ini. Sebaiknya aku masuk lewat jendela itu saja ke kamar Yuo fan karena di situ paling aman." gumam Ze.
Ze melihat ke 4 orang rekannya yaitu Jin hu, Xi an, Fu kin dan ketua Zhen hu melambaikan kain putih dari tempatnya yang artinya tugas mereka terlaksana dengan baik.
Ze tersenyum dan segera turun dari atas pohon lalu bergerak lincah menuju jendela kamar tempat pangeran Yuo fan tertidur lelap saat ini.
"Sebaiknya aku buat yang di dalam tertidur nyenyak dengan asap tidur untuk menghindari kemungkinan pelayan pribadi anak itu bangun dan membuat keributan." gumam Ze.
Ze lalu segera mengeluarkan sebuah benda berbentuk silinder kecil seukuran kelingking. Ze lalu menggosok-gosok ujungnya pada sebuah batu datar kecil yang dia bawa hingga mengeluarkan kepulan asap dan melempar masuk ke dalam kamar pangeran Yuo fan melalui jendela di depannya dan segera menutupnya kembali.
Setelah sekitar 5 menit menunggu, Ze membuka jendela dan segera masuk ke dalam kamar Yuo fan. Ze melihat ada dua orang pelayan tertidur di lantai depan ranjang Yuo fan. Dia juga melihat Yuo fan yang tertidur lelap di tempat tidurnya saat ini.
"Maaf tapi aku harus mengikatmu agar aman menaruhmu di dalam batu tanpa harus membongkar rahasia batu itu padamu." ucap Ze.
__ADS_1
Ze menutup mata yuo fan dengan kain hitam, mengikat kaki dan tangan Yuo fan lalu segera memasukkan pil penawar segala racun dalam mulutnya dan segera membekap mulut yuo fan agar tidak berteriak.
Ze segera membawa Yuo fan masuk ke dalam batu dimensi dan menaruhnya di dekat Hui tu.
"Siapa anak ini?" tanya Hui tu melihat Ze membawa seorang anak terikat mendekat. Ze memberi isyarat agar Hui tu diam dan Hui tu mengangguk paham.
"Tolong urus anak ini sementara waktu." ucap Ze lalu keluar dari batu dimensi tanpa menunggu jawaban dari Hui tu.
"Huft seenaknya saja memberi aku tuhas menjaga anak kecil." gerutu Hui tu.
"Si siapa ka kalian? Me mengapa menculikku?" tanya Yuo fan gugup.
"Sebaiknya kau diam sebelum aku memberimu pada hewan peliharaanku sebagai santapan malam." ancam Hui tu membuat Yuo fan terdiam.
"Jika kau diam dan patuh aku akan melepasmu segera nanti saat iblis yang menculikmu tadi kengah oke?" ucap Hui tu berbisik berusaha membujuk agar Yuo fan tenang.
"Paman janji?" tanya Yuo fan.
Ze segera keluar dari kamar pangeran Yuo fan dan memberi kode dengan lambaian kain putih agar semua kembali ke posisi awal mereka bertemu yaitu post tempat Xi an harusnya bertugas menjaga Yuo fan.
"Mana pangeran Yuo fan mengapa kau tidak membawanya bersamamu?" tanya ketua Zhen hu saat melihat Ze datang tanpa membawa apa pun saat berjalan mendekat.
"Dia sudah berada di tempat yang sangat aman dan baik-baik saja. Mengenai di mana dan apa yang akan terjadi padanya itu kau tidak perlu tahu apa-apa lagi. Karena selanjutnya semua kini hanya akan menjadi urusan aku dengan Yang mulia Raja saja. Serahkan jarum di tangan kalian padaku." jawab Ze membuat ketua Zhen hu mengernyit tidak suka dengan jawabannya.
"Mengapa aku tidak boleh tahu tentang keadaan pangeran Yuo fan dan di mans putri menyimpannya sedangkan aku ikut andil dalam tugas ini?" tanya ketua Zhen hu tidak suka.
"Apa kau pernah dengar istilah jika kau terlalu banyak tahu akan membahayakan nyawamu?" tanya Ze membuat ketua Zhen hu terdiam.
__ADS_1
"Karenanya aku hanya akan percaya dengan 1 prinsip dasar tentang rahasia yaitu hanya orang mati yang bisa memegang rahasia." ucap Ze dengan nada datar dan wajah yang mulai tampak sinis menatap ketua Zhen hu.
"Jika kau ingin menukar keingin tahuan dirimu itu dengan nyawamu, maka aku tidak akan keberatan menunjukkan apa yang ingin kau tahu itu. Akan tetapi setelah itu, kau dapat ucapkan selamat tinggal pada dunia ini untuk selama-lamanya. Bagaimana apa kau mau? Apakah kau terima syarat dariku?" tanya Ze dengan nada datar namun terdengar mengerikan bagi ketua Zhen hu.
Ketua Zhen hu kembali teringat aksi sadis Ze pagi tadi pada mentri Yun dan ingatan itu membuatnya merutuki dirinya yang berani mengusik ketenangan seorang Ze yang merupakan iblis bertubuh manusia menurutnya.
"Astaga mengapa aku bisa lupa jika saat ini aku berhadapan dengan gadis tersadis yang pernah aku temui bahkan manusia tersadis. Dia bukan manusia mungkin karena hanya iblis yang masih dapat tersenyum saat menghabisi nyawa orang lain. Bodoh kau Zhen hu kau ingin menggali kuburanmu sendiri. Mengapa Yang mulia Raja mempercayakan putranya pada iblis seperti ini? Apakah beliau tidak takut jika putranya akan menjadi korban kekejaman gadis iblis ini?" batin ketua Zhen hu.
"Mengapa kau terdiam hm?" tanya Ze lagi membuat ketua Zhen hu terhenyak dari lamunannya.
"Ma maaf kan a ku putri Ze. A aku ti tidak akan bertanya apa-apa lagi perihal pangeran Yuo fan pada putri." ucap ketua Zhen hu dengan keringat yang kini sudah membanjiri tubuhnya sangking takutnya bahkan tubuh kokoh pria itu kini sedikit gemetar.
"Ya sudah serahkan jarum milikku itu segera padaku dan segera pergi dari sini sebelum ada yang menyadari jika pangeran Yuo fan telah menghilang." ucap Ze membuat ketua Zhen hu menghela napas lega.
"Terima kasih putri Ze. Ini jarum milik anda putri." ucap ketua Zhen hu dan menyerahkan jarum pada Ze lalu pergi dari sana dengan penuh sukur karena dapat pulang selamat setelah berani menyinggung Ze yang dia anggap iblis berwujud gadis cantik.
"Ternyata memang betul kata orang-orang tua dari dahulu bahwa sesuatu yang indah itu kadang sangat berbahaya. Sama halnya putri Ze itu yang terlihat imut dan cantik ternyata memiliki perangai menyerupai iblis saat dia marah. Sungguh Dewa keberuntungan masih perduli terhadap diriku ini malam ini. Aku masih dapat pulang dengan selamat setelah menyinggung iblis sekejam putri Ze." gumam ketua Zen hu sambil bergerak cepat meninggalkan istana.
Yang lain juga melakukan hal yang sama yaitu menyerahkan jarum di tangannya pada Ze. Ze menotok beberapa titik pada tubuh Fu kin agar efek pil penyamaran menghilang sepenuhnya dari tubuh Fu kin agar tidak ada yang akan curiga terhadap Fu kin nantinya.
"Kembali pada posisimu di sekitar permaisuri." ucap Ze.
"Baik putri." saut Fu kin lalu pergi dari sana.
Ze melakukan totok serupa yang dia lakukan pada Fu kin tadi kepada Xi an lalu menusuk jarum yang sama yang di gunakan untuk melumpuhkan penjaga bayangan rekan Xi an. Xi an tersungkur setelah jarum dicabut dari lehernya.
"Ayo segera kembali ke tempat pangeran Rong yuo sebelum ada yang menyadari hilangnya pangeran mereka dari kamarnya. Aku sangat yakin jika tempat pertama yang akan mereka periksa setelah sadar akan hilangnya pangeran kecil mereka itu adalah tempat kita berada." ucap Ze dan mereka segera bergerak lincah menuju tempat mereka.
__ADS_1
Masih gak bosan-bosan Author ingetinuntuk tidak kendor kasih Ze dan Jin hu dukungan dengan banyak-banyak Vote juga beri like dan Koment kalian
Salam sayang dari author