Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Apakah ini yang dinamakan jatuh cinta?


__ADS_3

Di perjalanan menuju Hutan fujian


Jin hu yang semalam hanya bisa tidur setelah subuh mulai merasakan kantuk.


"Hoam" Jin hu menguap dan ze melihat itu


"Tidurmu kurang?" tanya ze ceplos


"Ya sangat kurang. Itu berkat seseorang yang tidur dengan tangan yang liar meraba kemana mana." Goda jin hu


"blush" wajah ze otomatis memanas dan memerah.


Ze merutuki kebodohannya menanyakan itu. Jin hu jadi punya alasan membahas masalah sebelumnya.


"Bodoh bodoh bodoh. Kenapa juga aku meski bertanya huh dia sepertinya sangat senang membuat aku malu. Akh ini karena aku ceroboh bisa bisanya aku meraba tubuhnya aku ingin sekali mengubur diriku sangking malunya huh." batin ze.


"ha ha ha ha ha" akhirnya tawa wen yuan dan liu yu pecah juga. Tawa itupun menyadarkan ze.


"Apa yang sedang kalian tertawakan huh?" sungut ze.


"Ini putri, si wen yuan untuk mengusir jenuh menceritakan lelucon lucu sekali." jawab bohong liu yu.


"Kau berhenti membahas masalah itu dan berhenti menatap mesum padaku." tegur ze saat melihat jin hu senyum senyum menatapnya.


"Baik tak akan bahas lagi. tapi, dengan 1 syarat. jadi pendampingku dan tak boleh melirik pria lainnya." tawar jin hu


"Teserah." pasrah ze malas mendebat jin hu lagi.

__ADS_1


Jin hu merebahkan tubuhnya dan bebaring dengan kepala di atas paha ze.


"kenapa kau tidur di atas pahaku huh?" protes ze


"Itu karena kau...."


"sudah tak perlu bicara lagi tidur saja sana." ze memotong kalimat jin hu karena tau arah pembicaraan jin hu kemana.


Dia tak ingin dengar lagi jin hu membahas masalah semalam karena semakin membuatnya malu.


Jin hu akhirnya tertidur dengan lelapnya di pangkuan ze.


Ze memandang wajah jin hu yang terlelap di pangkuannya ada kerutan di kening jin hu membuatnya spontan mengelus kening jin hu.


"Apa yang telah dia alami yang membuatnya tak tenang meski dalam tidurnya." batin ze


"wajahnya sangat tampan saat tenang seperti ini. kalau di zamanku pria yang sangat tampan seperti dia akan di tawari menjadi artis." gumam ze.


"Tapi, saat dia bangun dan mulai berbicara dia amat sangat menyebalkan." gumam ze lagi.


Selama perjalanan ze memilih menutup matanya bersandar pada dinding kereta dengan jin hu tertidur di atas pangkuannya.


Jin hu membuka matanya perlahan bibirnya mulai melengkung keatas tersenyum menatap wajah polos ze yang tengah tertidur.


Tak lama ze mulai membuka matanya dan jin hu kembali menutup mata pura pura tertidur.


"uh aku tertidur rupanya." gumam ze lalu menatap wajah jin hu

__ADS_1


"Dia masih tertidur, nyenyak juga tidurnya huh." gumamnya lagi sembari terus menatap wajah tidur jin hu


perlahan jin hu membuka mata dan pandangan mereka bertemu kembali


"deg deg deg" jantung ze kembali berdebar


"khem khem" ze berdehem untuk menenangkan dirinya.


"bangunlah segera. kakiku keram kau sudah menjadikannya bantal sedari tadi." keluh ze


"Terima kasih ze kecil." ucap jin hu sembari mengecup singkat pipi ze.


"Blush" pipi ze sontak memerah


"A apa ya yang ka kau lakukan huh?" tanya ze gugup


"Ada apa bukankah kita sudah sepakat jika kau telah menjadi kekasihku hm?" jawab jin hu santai meski sesungguhnya detak jantung nya mulai tak beraturan.


Jin hu sendiri terkejut dengan apa yang di lakukannya. Dia secara spontan mengecup pipi ze.


"Ada apa dengan diriku kenapa aku tak dapat mengontrol diriku saat di dekat gadis ini." batin jin hu.


karena baru kali ini dia mau bersentuhan dengan seorang perempuan selain mendiang ibu dan pengasuhnya.


Bahkan, lebih gilanya lagi dia yang terus terusan ingin selalu menyentuh ze dan ingin selalu berdekatan dengan ze.


"Apakah ini yang di namakan jatuh cinta" batin jin hu seraya tersenyum memandang ze.

__ADS_1


__ADS_2