Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
panggil aku sayang


__ADS_3

Tingkah ze yang membuat Rui huo nan dan wen yuan menjerit dalam hati justru di mata jin hu terlihat menggemaskan.


"Apakah yang membuatmu gusar hanya batu sejati milikmu yang tersisa sedikit?" tanya jin hu dan ze hanya mengangguk dengan wajah sedihnya.


"Jika seperti itu maka Kau tak perlu risau akan hal itu sayangku.


Apakah kau lupa jika suamimu ini seorang pemimpin sebuah negeri berharta karun yang melimpah?


Tenang saja setelah urusan balas dendammu selesai kita akan langsung menuju istana atas awan dan kau bebas mengambil apapun yang kau inginkan." ucap jin hu membuat ze menatapnya dengan mata berbinar.


Sedangkan Rui huo nan dan wen yuan hanya mampu menjerit dalam hati menyaksikan pertunjukan kasih sayang ke 2nya lagi.


"Sekarang apa kau sudah bisa tersenyum pada suamimu ini hm?" tanya jin hu dan ze segera tersenyum lalu


"cup, terima kasih sayangku. kau yang terbaik." ucap ze membuat jin hu senang.


Di raihnya kekasihnya itu lalu di peluk erat dan di ciumi seluruh bagian wajahnya berkali kali.


"Bisakah mulai sekarang kau hanya memanggilku seperti itu?" tanya jin hu bahagia


"Seperti apa?" tanya ze bingung

__ADS_1


"Kau panggil aku sayang oke?" ucap jin hu dan ze mengangguk


"Baiklah aku akan memanggilmu sayang mulai sekarang." jawab ze membuat jin hu bahagia


"panggil aku sekali lagi." pinta jin hu


"sayang" ucap ze dan jin hu kembali mendaratkan ciuman di kening, ke 2 pipi lalu bibir ze.


"Terima kasih sayang ku" ucap jin hu


Tanpa mereka sadari ke 2 orang di dekat mereka ingin menangis sangking kesalnya dengan pertunjukan kemesraan live mereka ber 2 itu.


"khem khem" Rui huo nan berdehem untuk menyadarkan mereka jika dia dan wen yuan ada di sana dan hasilnya mereka tak perduli.


"Apakah tenggorokan mu sakit?" tanya ze polos


"kau tak perlu hiraukan dia. Dia hanya sedang iri pada kita yang sedang mesra mesranya." ucap jin hu


"Apakah seperti itu?" tanya ze dan jin hu mengangguk


"Aku lapar" ucap ze manja dan membuat jin hu tersenyum.

__ADS_1


Kini ze tak lagi menutup diri pada rasa cinta untuk jin hu karena dia sudah yakin jika jin hu tulus padanya.


Dia tak segan segan lagi bersikap manja pada jin hu.


"Kau lapar hm? Jika seperti itu mari kita keluar dan biarkan wen yuan dan liu yu mencari makanan untuk mu." ucap jin hu dan ze mengangguk senang


Mereka akhirnya keluar dan sebelum keluar ze mengambil beberapa pil dan racun miliknya.


Sesampai di luar batu dimensi wen yuan dan liu yu segera mencari makanan sedang Rui huo nan menyiapkan api serta tenda karena hari sudah menjelang malam.


"Huo nan." panggil ze


"Ada apa kakak ipar?" tanya Rui huo nan saat di depan ze


"Ambil ini (memberikan sekantung pil) di dalam ada pil yang mungkin akan berguna untukmu." ucap ze


"terima kasih kakak ipar" ucap Rui huo nan dengan mata berbinar


"Hm lanjutkan saja lagi apa yang kau kerjakan tadi." ucap ze


Rui huo nan kini kembali mengerjakan tugasnya dengan bahagia.ĺ

__ADS_1


__ADS_2