Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Siapa Hui tu?


__ADS_3

"Putri maaf tapi, ada Grand master Ji di depan sedang menghentikan kereta." jawab Wen yuan.


Mendengar jika ayahnya yang menghadang laju kereta Ze segera bangkit dan keluar dari kereta.


"Ayah....!" Seru Ze melihat ayahnya.


Ze lalu berhambur memeluk ayahnya. Namun tiba-tiba Ze menatap khawatir ke arah ayahnya. Bagaimana tidak khawatir jika Ze merasa jika tubuh sang ayah sangat lemah.


Ze menabrakkan tubuhnya tidak terlalu keras dan ayahnya sudah terhuyung hampir jatuh.


"Apakah ayah terluka?" tanya Ze lalu memeriksa nadi dari ayahnya.


"Astaga....! Kak Jin hu tolong bantu ayah masuk ke dalam kereta." seru Ze setelah menyadari kondisi ayahnya yang tengah terluka parah saat ini.


"Ada apa dengan paman Ji?" tanya Jin hu sambil memapah tubuh Liu ku dibantu oleh Wen yuan.


"Ayah terluka parah dan di tubuhnya terdapat racun yang cukup kuat." jawab Ze.


"Kita harus segera kembali ke kediaman kakek." lanjut Ze.


"Uhuk uhuk jangan ke sana uhuk." tolak Liu ku.


"Ayah telan pil ini dulu." pinta Ze memberikan pil penawar segala racun tingkat tertinggi miliknya.


Liu ku menelan pil pemberian Ze dan Ze segera memposisikan dirinya duduk di belakang Liu ku lalu mengerahkan tenaga dalamnya pada punggung Liu ku.


Ze menotok beberapa bagian di punggung Liu ku dan seketika itu juga Liu ku memuntahkan darah berwarna hitam pekat.


"Minum ini dulu." ucap Ze sambil memberikan kantung air berisi air suci miliknya.


"Jin hu...!" panggil Liu ku.


"Ya paman Ji?" saut Jin hu.


"Dapatkah kau kerahkan hewan rohmu itu untuk bergerak dengan kecepatan penuh menuju hutan Fujian?" tanya Liu ku.


"Bisa paman Ji." jawab Jin hu.


"Suruh pengawalmu itu ke tempat kakekmu untuk menyampaikan agar mereka tidak keluar dari rumah dan agar tidak mencari dan mengkhawatirkan kita. Situasi saat ini sedang tidak aman bagi kita dan mereka juga akan celaka jika terlibat." jelas Liu ku.


"Satu lagi biarkan dia di sana dan tidak menyusul kita." tambahnya.


"Baik paman." jawab Jin hu.


"Kau dengar apa yang paman Ji katakan tadi bukan?" tanya Jin hu pada Wen yuan.

__ADS_1


"Iya tuan." jawab Wen yuan.


"Laksanakan sesuai apa yang kau dengar dan berhati-hatilah." ucap Jin hu.


"Baik tuan." jawab Wen yuan lalu dia segera pergi dari tempat itu.


Jin hu lalu mengerahkan Horse dragon fly agar menggunakan kecepatan penuhnya menuju hutan Fujian.


"Mengapa ayah dapat terluka begitu parah?" tanya Ze.


"Siapa orang hebat yang dapat melukai ayah?" tanya Ze lagi sebelum ayahnya sempat menjawab.


"Apakah ayah dijebak?" tanya Ze lagi dan saat dia akan membuka mulutnya lagi, Liu ku menegurnya.


"Bagaimana ayah akan menjawabmu jika kau terus-terusan bertanya tanpa henti?" tegur Liu ku dengan suara yang masih terdengar sangat lemah.


"Maaf aku hanya terlalu khawatir." jawab Ze.


"Aku bertemu seseorang yang sangat kuat saat aku dalam perjalanan menuju kediaman kakekmu pagi ini. Pria itu sedang mencari dirimu dan Hui tu. Aku curiga jika orang itu adalah pria yang menyebabkan kesialan Hui tu. Dia adalah musuh dari Hui tu." ucap Liu ku.


"Dia baru menyadari jika Hui tu tidak sepenuhnya lenyap, sehingga dia mencari keberadaan Hui tu. Dia curiga jika kau yang membawa Hui tu karena kau yang telah membunuh akar pemakan roh." Lanjut Liu ku.


"Mengapa dia bisa tau tentang jiwa Hui tu yang tersembunyi dalam akar pemakan roh?" tanya Ze.


"Karena itu satu-satunya tempat yang tidak pernah dia masuki. Dia mendengar tentang kau yang mengalahkan akar pemakan roh dan masuk ke dalamnya." jawab Liu ku.


"Semenjak kau mengikuti kompetisi alkemish waktu itu, semua yang hadir menganggap kau adalah muridku. Dia mendengar tentang itu dan mencariku. Dia berhasil menemukanku dalam perjalanan menuju kediaman kakekmu.


Pria itu menanyakan tentang keberadaanmu dengan nada angkuh membuat aku enggan menjawabnya. Saat aku menolak memberitahunya keberadaanmu, pria itu menyerangku.


Dia cukup kuat dan juga licik. Dia berhasil meracuni aku dengan serangga dan segera menyerangku dengan tenaga dalam saat aku lengah. Dia mampu mengendalikan fikiran termasuk mengendalikan hewan sekitarnya.


Beruntung bagiku saat aku akan menerima serangan kedua seorang wanita menyelamatkan aku.


Dia memberikan ini (menyerahkan kotak kecil pada Ze) dan meminta aku untuk menyerahkannya pada Hui tu. Lalu memintaku untuk segera pergi dari tempat itu." jelas Liu ku.


"Siapa wanita itu sebenarnya?" tanya Ze.


"Aku rasa dia adalah gadis yang Hui tu pernah cerita kepada kita." jawab Liu ku.


"Jika itu dia, maka kita akan tau mengapa dia menghianati Hui tu setelah Hui tu membuka kotak ini." tebak Ze.


"Lalu mengapa ayah dapat berada di tempat ini?" tanya Ze.


"Aku mendengar pertemuanmu dengan Kaisar Liang saat di perjalanan. Aku sengaja menunggumu agar dapat pergi ke hutan Fujian bersama. Karena, hanya di tempat itu satu-satunya tempat teraman saat ini untuk kita." jelas Liu ku.

__ADS_1


"Kita sudah sampai di tepi hutan Fujian." lapor Huo nan.


"Masuk saja langsung." ucap Ze.


"Sebaiknya ayah beristirahat dulu agar dapat pulih lebih cepat." saran Ze.


"Baiklah." Liu ku menuruti kata putri kesayangannya itu untuk mengurangi kekhawatirannya.


Ze keluar dari kereta dan segera menghampiri Jin hu yang tengah duduk bersama Huo nan.


"Mana paman Ji?" tanya Jin hu.


"Dia aku suruh tidur agar lelas pulih." jawab Ze.


"Bagaimana keadaan paman sekarang?" tanya Jin hu lagi.


"Racun di tubuhnya masih ada. Tapi, sudah tidak terlalu berbahaya buat tubuhnya. Tinggal sekali lagi di keluarkan akan habis." jawab Ze.


"Lalu mengapa tidak langsung kakak ipar lakukan sekarang juga?" tanya Huo nan.


"Tubuh ayahku sangat lemah saat ini. Tidak akan sanggup menjalani proses pengeluaran racun berulang kali. Karena prosesnya sungguh menyita tenaga." jawab Ze.


"Siapa sebenarnya orang itu?" tanya Huo nan.


"Entahlah." jawab Ze.


"Bukankah tadi paman Ji menyebutkan sebuah nama?" tanya Jin hu.


"Iya dia menyebutkan nama Hui tu tadi." jawab Ze.


"Siapa Hui tu ini dan apa hubungannya dengan dirimu?" tanya Jin hu.


"Dia.... Hm aku sulit mengatakannya. Sebaiknya kau ikut denganku ke dalam batu dimensi. Di sana kau akan memperoleh jawaban dari pertanyaanmu itu." jawab Ze.


"Baik ayo." ucap Jin hu.


"Huo nan...!" panggil Ze.


"Ya kakak ipar, ada apa memanggilku?" tanya Huo nan.


"Tolong jagakan ayahku sebentar. Aku dan kak Jin hu akan masuk ke dalam batu dimensi." jawab Ze.


"Baik kakak ipar. Kakak ipar tidak perlu khawatir aku akan menjaga ayah kakak ipar." jawab Huo nan.


"Hm terima kasih sebelumnya untuk itu." ucap Ze lalu dia fan Jin hu segera masuk ke dalam batu dimensi bersama-sama.

__ADS_1


Jangan lupa tetap dukung Author dengan


vote like dan komentnya😉


__ADS_2