
Jin hu terlihat geram mendengar rencana
keluarga itu terhadap kekasihnya yang dia baru dengar dari Huo nan.
Mengganti bahan obat milik peserta dengan bahan kualitas rendah, sama halnya mereka ingin mempermalukan dan membuat Ze didiskualifikasi.
Jin hu ingin sekali membinasakan seluruh keluarga Duo saat ini juga. Tapi, Jin hu ingat jika kekasih tersayangnya itu paling tidak suka jika musuhnya m**i dengan cara mudah dan bukan m**i dengan tangannya sendiri.
Jin hu hanya bisa menahan emosinya itu untuk saat ini. Jin hu tak ingin kekasihnya itu kecewa jika tak bisa membalas dendam pada keluarga Duo menggunakan tangannya sendiri.
"Huft, sebaiknya kita menunggu Ze selesai dengan tapanya dulu baru bertindak. Biar bagaimanapun juga Ze adalah korban dari mereka dan kalian tau sendiri jika Ze tak suka musuhnya m**i dengan mudah.
Jadi tugas kalian saat ini adalah mengawasi dan melaporkan apapun yang dilakukan dan direncanakan oleh mereka.
Masalah balas dendam biarkan itu menjadi urusan Ze nanti. Dia pasti telah memiliki rencana untuk keluarga itu." jelas Jin hu
"Baik kakak ke 2 aku dan wen yuan serta Liu yu akan mengawasi mereka." jawab Huo nan
"Tapi, aku jadi penasaran tentang satu hal. Sejak kapan adik ke 6 memiliki bakat alkemis? Seingat aku dia hanya seorang kultivator saja." tanya Huo nan bingung
"Aku juga tak tahu pasti. Tapi, aku yakin jika ada yang tidak beres dengan status alkemish dari Duo liu sia ini." jawab Jin hu
"Aku jadi semakin penasaran saja karena dari kecil dia memang tidak memiliki bakat alkemish. Bisakah bakat seseorang baru muncul di saat usianya masuk remaja?" tanya Huo nan
"Aku tidak perduli tentang itu semua apapun tentang gadis ular itu aku sama sekali tidak perduli. Tugasmu dan kalian berdua adalah mengawasi pergerakan keluarga tak tau malu itu.
Laporkan padaku saat mereka memiliki rencana buruk terhadap Ze. Selain dari pada itu, aku sama sekali tidak perduli." jelas Jin hu.
"Baik kakak ke 2" jawab Huo nan
"Baik Tuan" jawab Wen yuan dan Liu yu bersaan dengan jawaban Huo nan.
__ADS_1
"Kalau begitu kami pergi sekarang juga untuk mengawasi mereka." ucap Huo nan
"Hm pergilah dan ingat untuk berhati hati." jawab Jin hu dan mereka ber 3 hanya mengangguk paham lalu segera pergi dari tempat Jin hu.
"Huh aku bosan dan kesepian tanpamu sayang." gerutu Jin hu sambil memandang ke arah batu dimensi milik Ze.
"Sepertinya aku akan terus menempel saja padamu saat kau keluar nanti huh. Agar kau tak akan pernah bisa terlepas dari pandangan aku. Tahukah kau jika aku tersiksa jika jauh dari dirimu. Entah apa yang membust aku begitu bergantung pada dirimu itu.
Aku serasa tak dapat bernapas saat membayangkan kau hampir saja pergi dari sisiku untuk selamanya. Aku lebih rela mati bersama dirimu dari pada hidup tanpa dirimu.
Ah sudahlah aku lebih baik tidur saja dulu. Ini sudah malam dan Ze tampaknya belum akan keluar dari dalam sana." Jin hu terus saja menggerutu dan akhirnya memutuskan untuk tertidur saja.
Lima belas hari waktu dalam batu dimensi kemudian
Setelah selesai melakukan tapa selama lima belas hari, lima hari lebih cepat dari target tapanya, Ze akhirnya membuka matanya. Dia tersenyum dan melompat lompat penuh semangat menyadari pencapaiannya sangat jauh lebih cepat dari yang dia harapkan.
"Oh waw. Yeah hu yeah." seru Ze girang
"Hei gadis bodoh apakah otakmu kini semakin bermasalah hingga pagi buta seperti saat ini kau sudah berteriak teriak?" tegur Hui tu
"Oh astaga. Pil itu sungguh ajaib. Hanya dalam lima belas hari kau sudah mencapai level bumi tahap awal?" Seru Hui tu tak kalah bersemangat.
"Hm kau benar Hui tu. Pil pemberian ayah sungguh sangat luar biasa ajaib.
Sudahlah aku akan keluar untuk bersiap mengikuti kompetisi.
Tapi, sebelum itu aku akan mengambil beberapa bahan obat dulu untuk aku gunakan dalam kompetisi." Ucap Ze dan segera menuju tempat bahan obat yang dia maksud tadi.
"Hei gadis bodoh ingat untuk tidak berhubungan dengan anak muda itu." Hui tu memperingati Ze lagi tentang Li gui saat Ze akan keluar dari batu dimensi.
"Iya iya aku akan menghindarinya dan tak akan menghiraukannya. Sekarang kau sudah puas kakek Hui tu?" tanya Ze
__ADS_1
"Hm, pergilah sekarang juga. Karena, calon suamimu itu sudah sangat merindukan dirimu di luar sana." ucap Hui tu dan Ze hanya mengangguk lalu kemudian dia segera keluar dari batu dimensi.
Saat Ze keluar dari batu dimensi ternyata hari sudah malam di luar batu dimensi dan Ze dapat melihat jika Jin hu tengah berbaring di atas tempat tidur.
"Rupanya di luar sini sudah malam." gumam Ze kemudian menoleh ke arah Jin hu berbaring. Ze mendekat dan duduk di tepi tempat tidur di lihatnya kening Jin hu yang berkerut.
"Apa yang sedang dia risaukan sehingga keningnya masih berkerut saat dia tertidur?" gumam Ze sambil mengelus pelan kening Jin hu hingga perlahan Jin hu terlihat lebih nyaman dengan tidurnya itu.
"Sebaiknya aku juga beristirahat sekarang. Aku sungguh letih telah mengerahkan cukup banyak tenaga dalam untuk meningkatkan pencapaianku dalam tapa itu." ucap Ze lalu ikut membaringkan dirinya di samping Jin hu.
Keesokan paginya Jin hu membuka mata dan menyadari jika di sampingnya ada yang ikut berbaring. Dia menoleh ke samping dan senyum bahagia tercetak di bibirnya menyadari jika Ze yang tengah tertidur di sampingnya saat ini. Jin hu segera memeluk tubuh Ze.
"Aku sungguh sangat merindukan dirimu. Ah sebaiknya aku pesankan sarapan yang enak dan banyak untuknya. Agar saat Ze kecil bangun dia dapat segera mengisi perutnya.
Ze pasti sangat lelah dan lapar sudah melakukan tapa sangat lama di dalam sana." ucap Jin hu kemudian bangun dan turun dari ranjangnya.
Jin hu berjalan ke arah kamar Wen yuan dan Liu yu berada. Karena mereka belum terlihat di depan pintunya itu berarti mereka masih tertidur.
"Tuan" ucap Wen yuan dan Liu yu kaget saat membuka pintu mendapati Jin hu tengah berdiri dengan posisi hendak mengetuk pintu.
"Tidak perlu banyak bertanya lagi. Kalian pesankan beberapa menu sarapan dan bawa ke kamarku. Oh aku lupa satu hal, bagaimanapun caranya kalian harus sediakan ikan bakar segar untuk sarapan hari ini." ucap Jin hu lalu berlalu pergi tanpa menunggu jawaban mereka berdua.
Hai para readersku yang baik hati dan tidak sombong π
Mohon maaf dalam beberapa hari ini kondisi kesehatan author masih belum betul betul pulih sehingga masih butuh banyak istirahatπππ
Oleh sebab itu author hanya dapat up 1 episode sehari.
terima kasih atas pengertiannya
salam hangat
__ADS_1
author
πππππ