Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
kembali ke desa xi lian


__ADS_3

Setelah berbincang bincang sebentar dengan keluarga Ze, lalu Ze dan Jin hu akhirnya berpamitan untuk menuju desa xi lian dan terus ke gunung jiuli.


"Nenek kira kau akan lebih lama tinggal di sini. Kau bahkan tidak menginap." keluh luo yin


"maaf nenek Ze harus segera menemui guru besar dari guru Tang. sekarang musuh Ze semakin banyak hingga Ze harus lebih kuat agar bisa melindungi kalian orang terkasih Ze." jawab Ze.


"Kakek sungguh tak menyangka jika master Tang yang terkenal itu adalah gurumu sayang." ucap jeong nam bangga akan cucunya


"Apakah kau bisa memintakan aku pil penawar segala racun saat kau kembali?" tanya jeong nam ragu.


"mengapa kakek meminta pil penawar segala racun?" tanya Ze penasaran


"Sebenarnya kami dan pamanmu shi an yuan selama ini menderita karena racun entah dari siapa namun kami bertiga semakin lemah saja setiap saatnya.


Tabib yang menangani kami ber 3 hanya mampu memberi obat yang mencegah penyebaran racun dari dalam tubuh kami agar tidak masuk ke hati dan jantung.


Dia bilang hanya seorang alkemis tingkat 3 ke atas yang bisa memberi kami penawarnya. yaitu pil penawar segala racun yang sangat langka.


Di dalam kekaisaran ini terdapat sangat sedikit alkemis apa lagi yang mencapai tingkat 3." jawab luo yin. Ze tersenyum dan memeluk neneknya sayang.

__ADS_1


"Nenek tak perlu bersedih. Jika pil penawar segala racun yang kalian inginkan maka kalian bisa tenang mulai sekarang. Mengapa tak memberitahu aku tentang ini sebelumnya?" tanya ze


" kami tak ingin kalian cemas tapi mendengar jika gurumu adalah master Tang kami jadi punya harapan lagi." Jelas Jeong nam


"Tapi, apa maksud dari kami bisa tenang mulai sekarang?" tanya jeong nam


Ze memberikan beberapa butir pil kepada Jeong nam. membuat jeong nam terperangah.


"ze memiliki apa yang kalian butuhkan." ucap Jin hu yang tahu arti dari tatapan bingung Jeong nam


"apakah ini pil penawar segala racun?" tanya jeong nam lalu ze dan jin hu mengangguk


"telanlah pil ini dan simpan sisanya untuk berjaga jaga. Ibu juga telah memilikinya beberapa." jawab Ze dan Jeong nam serta luo yin segera menelannya.


"kakek dan nenek sudah lebih baik bukan?" tanya Ze dan mereka mengangguk


"Bahkan lebih baik dari pada sebelum kami keracunan." jawab luo yin


"iya aku merasa lebih bugar dan sehat." saut jeong nam senang

__ADS_1


"ambil juga pil pil ini. (menyerahkan sekantong penuh pil) itu berguna untuk menghentikan pendarahan pada luka luar dan dalam dan jika di tabur pada luka akan lekas mengering." jelas ze


"Akhirnya ada juga saatnya kita memegang pil seorang alkemis dan tak pernah aku sangka jika alkemis itu adalah cucu kita sendiri.


Aku selalu berharap bisa memegang pil alkemish cukup 3 butir untuk kita dan an yuan. Tapi, sekarang aku sungguh sungguh telah memegang dan memilikinya tak hanya 3 bahkan jumlahnya sangat banyak." ucap jeong nam senang dan bangga pada cucunya.


"iya kau benar cucu kita memang anugrah buat kita." saut luo yin


"Baiklah nenek dan kakek kami harus segera pergi atau kami akan terlambat. Tentang siapa yang membuat kalian menderita itu akan aku cari tau setelah urusanku selesai dan akan memberikan hukuman sesuai apa yang dia berikan pada kalian. yaitu penderitaan bahkan berkali lipat." janji ze


"Baiklah kalian hati hati. Jin hu jaga ze kami dengan baik." pesan jeong nam


"tentu kakek." hawab jin hu


lalu mereaka segera naik kereta dan kereta segera bergerak kembali menuju desa xi lian.


"hoam" ze menguap


"kau mengantuk?" tanya jin hu dan ze mengangguk

__ADS_1


"kemari dan tidur bersandar padaku." panggil jin hu dan ze tak bergerak. Di tariknya tangan ze hingga ze tak sengaja menubruk dada jin hu. Jin hu membuat ze bersandar dalam pelukannya tanpa bisa nengelak.


"Tidurlah dulu perjalanan kembali menuju desa xi lian masih ada beberapa jam lagi." ucap jin hu dan ze tak mau lagi berdebat akhirnya tertidur dalam pelukan jin hu.


__ADS_2