Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas

Pindah Dimensi Membalaskan Dendam Putri Yang Tertindas
Saatnya bermain


__ADS_3

Saat melihat Hao li yang sedang bersembunyi di belakang kediamannya tanpa siapapun di dekatnya Wen yuan segera menghampirinya dan menggores belati yang telah diolesi racun pelumpuh pada lengan Hao li membuatnya langsung tidak sadarkan diri.


"Ayo kita bawa orang ini segera sebelum ada yang melihat kita." ucap Huo nan.


Mereka segera membawa tubuh Hao li pergi dari sana.


Saat Huo nan dan Wen yuan sampai Ze masih tertidur. Jin hu memutuskan pergi ke hutan terdekat agar Ze dapat melancarkan aksinya dengan bebas.


Ze terbangun tepat saat kereta berhenti di tengah hutan.


"Kau sudah bangun sayang?" tanya Jin hu saat merasakan Ze bergerak dalam dekapannya.


"Hm." dijawab deheman singkat oleh Ze yang masih belum sadar sempurna karena baru bangun.


Jin hu mengelus lembut kepala Ze yang masih nyaman bersandar di dadanya saat ini.


Ze teringat dengan tugas yang dia berikan kepada Jin hu sebelum dirinya tertidur. Ze mengangkat kepala dan membalik badannya menatap Jin hu.


"Apakah kak Jin hu sudah mendapatkan cucu tertua tuan besar Nam?" tanya Ze yang kembali bersemangat.


"Tentu sayang." jawab Jin hu sambil tersenyum.


"Sekarang kau bebas ingin melakukan apapun karena saat ini kita jauh dari area pemukiman warga. Hingga kau tidak perlu khawatir tentang teriakan yang akan terdengar orang lain." lanjut Jin hu menjelaskan.


"Kakak jin hu memang yang terbaik." puji Ze penuh semangat lalu segera bangkit dan keluar dari kereta.


Melihat Ze yang bersemangat Jin hu hanya dapat tersenyum dan ikut bangkit lalu menyusul Ze keluar dari kereta.


Ze melihat Hoa li yang sedang terikat di pohon dan Ze segera berjalan ke arahnya dengan semangat.


"Sudah berapa lama dia terkena obat pelumpuh?" tanya Ze.


"Sekitar setengah batang dupa(1 jam) kakak ipar" jawab Huo nan.


"Hm saatnya bermain." ucap Ze lalu tersenyum penuh misteri.


Melihat Ze tersenyum seperti itu, Huo nan dan Wen yuan mundur perlahan karena merasa ngeri.


"Tok tok tok tok tok" Ze menotok beberapa kali pada dada dan leher Hao li.


Hao li sudah mulai mengernyitkan kening pertanda dia akan segera membuka matanya.


"Uh" keluh Hao li karena merasa nyeri pada kepalanya.

__ADS_1


"Di mana aku? Mengapa tubuhku tidak dapat aku gerakkan sama sekali?" ucap Hao li heran dan bertambah heran saat melihat sosok gadis cantik dengan tatapan dan senyum menyeramkan sedang menatap ke arahnya.


"Siapa kau? Ah aku pasti berhalusinasi lagi. Ja jangan men mendekat!" seru Hao li gugup.


"Kau tidak berhalusinasi saat ini karena aku adalah sosok nyata." Jawab Ze sambil terus menatap tajam Hao li dan tersenyum sinis.


"Si siapa kau? Ki kita tidak saling kenal mengapa ka kau menculikku?" tanya Hao li gelagapan karena merasa ngeri melihat tatapan dan senyum dari Ze.


"Seharusnya aku yang bertanya kepada keluarga Nammu itu. Mengapa mereka mengincar nyawaku dan nyawa keluargaku di saat kami tidak pernah saling bersinggungan?" tanya Ze balik membuat Hao li mengernyit heran.


"Siapa kau ini? Mengapa kami keluarga Nam harus menyerangmu?" tanya Hao li.


"Kau pasti sudah salah mengenali penyerangmu." lanjutnya membuat Ze tertawa.


"Ha ha ha ha." tawa Ze saat mendengar ucapan Hao li.


"Salah mengenali penyerang huh?" ucap Ze sinis.


"Kau harusnya akan paham saat kau mengetahui siapa aku. Dengarkan aku! Namaku adalah putri Shi ze lan cucu dari tuan Shi jeong nam dan ibuku adalah Shi mei yin." jelas Ze. Mendengar nama Ze, Hao li membelalak tidak percaya.


"Ka kau Ze lan?" tanyanya masih tidak percaya.


"Sekarang kau sudah tahu bukan, mengapa aku membawamu kesini?" tanya Ze.


"Sekarang kau masih bisa membantah. Setelah ini kau akan memberitahu aku siapa saja anggota keluargamu yang membenci aku dan memiliki niat buruk terhadap diriku." ucap Ze.


Ze lalu mengeluarkan botol berisi obat kejujuran yang baru dia racik. Kemudian memaksa Hao li meminumnya.


"Uhuk uhuk uhuk." Hao li terbatuk setelah obat berhasil masuk dengan paksa kedalam tenggorokannya.


"A apa yang ka kau berikan kepadaku?" tanya Hao li ketakutan.


"Tenang saja. Karena itu bukanlah racun yang akan membunuhmu. Itu hanya akan membuat mulutmu menjawab pertanyaan dariku dengan jujur." jawab Ze masih dengan senyumnya.


"Mengapa keluarga Nam mengincar nyawaku dan keluargaku?" tanya Ze.


"Karena kau adalah satu-satunya kelemahan dari yang mulia tuan Jin hu dan keluargamu adalah kelemahanmu membuatmu menderita apa lagi membunuhmu sama artinya dengan membuat Yang mulia tuan Jin hu menderita." jawab Hao li spontan.


"Mengapa aku bisa mengatakan hal itu?" tanya Hao li terkejut.


"Bukankah aku sudah mengatakan jika kau akan berkata jujur?" jawab Ze tersenyum menatap Hao li.


Hao li terbelalak mendengar pernyataan Ze. Huo nan dan Wen yuan sungguh takjub melihat reaksi obat kejujuran milik Ze.

__ADS_1


"Oh berarti keluarga Nam memiliki dendam terhadapku?" tanya Jin hu sambil berjalan menghampiri Ze.


"Ya tentu kami menyimpan dendam kepadamu. Karena dirimu keluarga kami telah mengalami kerugian besar." jawab Hao li spontan lagi.


"Siapa saja di keluarga Nam yang ikut andil dalam penyerangan terhadapku dan keluargaku?" tanya Ze lagi.


"Kakek buyutku tetua Nam, Kakekku dan ketiga saudaranya, Ayahku dan ayah dari Nam jian li, Nam jian li, Ibu dari Jian li dan terakhir aku." lagi-lagi Hao li menjawab jujur pertanaan Ze secara spontan.


"Itu artinya kau akan menjadi yang pertama menerima kemurkaan dariku." ucap Ze.


"Ah aku lupa satu hal. Mereka yang kau sebutkan itu di mana mereka saat ini?" tanya Ze lagi.


"Mereka sekarang tinggal di sebuah kuil di desa kecil benama desa Yilin untuk menjalani upacara pembersihan roh jahat." jawab Hao li spontan lagi.


"Pembersihan roh jahat?" tanya Ze.


"Ya...! Untuk mengusir arwah jahat yang bergentayangan mengganggu keluarga kami selama ini." jawab Hao li.


"Ha ha ha ha" Ze tertawa lepas begitu juga dengan Jin hu dan dua orang penonton lain.


"Karena kau akan mati maka aku akan memberitahumu satu rahasia. Kalian bukan diganggu arwah atau roh jahat. Kalian berhalusinasi karena aku menaruh bubuk halusinasi di setiap kamar di kediaman utama keluarga Nam." jelas Ze.


"Itu ulahmu?" tanya Hao li tidak percaya.


"Berapa lama mereka akan di sana dan kemana mereka akan pergi setelah itu?" tanya Ze lagi.


"Mereka di sana sampai hari ini saja. Hari ini mereka akan pergi kekediaman lama keluarga Nam di pinggir kota." jawab Hao li.


"Aku tahu kediaman lama keluarga Nam ada di mana. Kita akan melewatinya saat kita pulang ke tempat tuan besar Shi." saut Hao nan.


"Maka kini kau sudah tidak berguna lagi. Kau harus menderita karena telah berani menargetkan keluargaku sebagai sasaranmu." ucap Ze.


"A apa yang a akan kau lakukan?" tanya Hao li gugup.


"Ja jangan men mendekat!" seru Hao li saat Ze mendekati dirinya.


"Tenanglah dulu, karena kau sudah memberi aku informasi maka kau akan mati tanpa harus mengalami penderitaan panjang." ucap Ze lalu


"Sret" Ze menggunakan belatinya mengiris leher Hao li.


Jangan lupa vote, like dan komennya


jika ada bisa juga dengan tipnya 😉

__ADS_1


__ADS_2