
"Tapi...." ada keraguan dari raut wajah Rong Ruo mendengar tentang orang lain akan melihat kondisinya.
"Untuk apa kau ragu? Mereka tidak akan berani memandang rendah dirimu. Jika hanya seorang pelayan dan berani menghinamu, kita tak perlu ragu untuk memotong lidah lancangnya." ucap Ze mengetahui kekhawatiran Rong yuo.
Rong yuo tampak berfikir sejenak lalu mengangguk membuat Raja Ruo semakin kagum akan Ze yang bisa membujuk Rong yuo untuk mau bertemu orang lain tanpa ragu.
"Huo nan kau di sini dulu untuk mengawasi sekitar jika ada yang aneh atau terasa ganjil, panggil kami segera. Karena aku merasa ada yang tidak beres terjadi di sini." jelas Ze.
"Baik kakak ipar." jawab Huo nan.
"Kak Jin hu aku ingin berbicara hanya berdua ayo kita ke sana dulu." ajak Ze.
"Baik ayo." saut Huo nan.
Jin hu dan Ze pergi ke sudut lain bangunan itu untuk berbicara. Ze terus saja melirik sekitar membuat Jin hu curiga kalau Ze tahu sesuatu.
"Kau tidak perlu bertanya apa-apa karena aku yakin kau menyadari itu juga." ucap Ze saat Jin hu hendak bertanya.
"Hm kau benar." saut Jin hu membenarkan ucapan Ze.
"Apa yang kau inginkan untuk aku lakukan?" tanya Jin hu.
"Aku sangat tahu kemampuanmu jauh dari yang telah kau tunjukkan selama bersama aku. Aku tidak tahu apa tujuanmu menutupi semua itu dengan berlagak seolah kau hanya pangeran yang lemah. Tapi, saat ini aku butuh kau melakukan segalanya dengan benar." ucap Ze membuat Jin hu tersenyum.
"Rupanya kau tahu semuanya." ucap Jin hu.
"Tentu aku melihat pencapaianmu berada di atas ayah dalam pencapaian kultivasi." ucap Ze membuat Jin hu terbelalak.
"Kau bahkan tahu itu?" tanya Jin hu.
"Hm." jawab Ze.
"Berarti kau tahu juga tentang mereka yang selalu mengawasi keberadaanku?" tanya Jin hu.
"Hm aku tahu tapi aku tidak tahu tujuan mereka karena mereka hanya terus menonton tanpa merespon. Saat kau celaka mereka diam, saat kau lengah juga mereka tidak menyerang." jawab Ze.
"Ya mereka hanya bertugas mengawasi aku. Aku tebak mereka hanya akan melapor pada orang yang menyuruh mereka tentang diriku. Aku sudah sering memancing mereka keluar tapi, mereka tidak merespon." saut Jin hu.
__ADS_1
"Apakah mereka alasan kau menyembunyikan kemampuanmu?" tanya Ze.
"Hm ya dan juga bukan karena dia bukan alasan utama." jawab Jin hu.
"Maksudnya?" tanya Ze bingung.
"Panjang cerita jika aku harus cerita sekarang tidak akan cukup waktu. Intinya aku harus menjaga agar beberapa orang tidak menganggap aku membahayakan posisinya agar orang-orang di sisiku aman. Aku belum cukup merasa kuat untuk menghadapi beberapa musuh tersembunyi maka aku harus berlagak lemah dulu." jelas Jin hu.
"Baik sekarang saatnya kita atur rencana untuk melindungi Rong yuo. Aku sangat yakin jika orang yang membuat Rong yuo seperti ini menjaga agar Rong yuo tetap menjadi seorang yang tidak berguna." ucap Ze.
"Apa rencanamu?" tanya Jin hu.
"Aku merasakan pencapaian orang yang mengawasi Rong yuo ini sangat kuat. Kakak Jin hu tentu mampu melawannya. Tapi, aku tidak ingin orang yang mengutusnya tau tentang pengobatan Rong yuo dan tentang utusannya yang ketahuan. Setidaknya sampai Rong yuo 100 persen pulih." jelas Ze.
"Maka aku ingin kak Jin hu pura-pura keluar dan menyusup kembali setelah menelan pil penyamaran. Gunakan senjata pelumpuh ini (memberikan 3 jarum kecil) cukup 1 saja sisanya hanya untuk berjaga-jaga. Lalu sembunyikan orang itu dulu. Kita serahkan pada Raja Ruo saat Rong yuo sembuh total." jelas Ze.
"Itu sudah menjadi hak mereka mengetahui penyebab Rong yuo di jebak dan terluka bukan?" tanya Ze dan Jin hu mengangguk setuju.
"Ya kau benar tentang itu dan rencanamu itu sangat bagus." saut Jin hu.
"Kita rahasiakan ini dulu dari mereka agar mereka fokus pada penyembuhan Rong yuo saja dulu." ucap Ze.
"Ya aku juga berfikiran sama tentang itu." saut Jin hu.
"Ayo kita keluar aku fikir Rong yuo sudah siap menjalani pemeriksaan dan pengobatannya." ucap Ze.
"Hm ayo." saut Jin hu.
Mereka kembali pada tempat awal mereka bertemu dengan Rong yuo dan ternyata Rong yuo dan Raja Ruo sudah ada di sana bersama dengan Huo nan tentunya.
"Aku harus keluar sebentar dan akan kembali setelah mengurus sesuatu." ucap Jin hu.
"Kakak kedua hendak kemana?" tanya Huo nan.
"Aku ada sedikit urusan dan harus segera aku selesaikan." jawab Jin hu.
"Aku akan ikut." ucap Huo nan.
__ADS_1
"Kau tinggallah bantu Ze menyediakan apa yang dia butuhkan untuk pengobatan pangeran Rong yuo. Kita tidak boleh memberi kepercayaan sembarang orang ikut campur untuk urusan pengobatan dan pemulihan pangeran Rong yuo." tolak Jin hu.
"Baiklah aku akan tinggal membantu kakak ipar." pasrah Huo nan.
"Aku pergi dulu guru." pamit Jin hu.
"Hm baiklah." saut Raja Ruo.
"Aku pergi dulu." pamit Jin hu pada Ze agar tidak ada yang curiga perihal rencana mereka Jin hu tentu harus pamit pada Ze.
"Ya hati-hati." jawab Ze.
"Hm pasti." saut Jin hu.
Jin hu akhirnya pergi keluar dari ruangan itu hingga keluar dari istana menggunakan kereta. Tanpa diketahui siapapun, saat di dalam kereta Jin hu menelan pil penyamaran dan sudah mengarahkan hewan rohnya untuk tetap pergi keluar istana tanpa dia di atas kereta dan kembali saat Jin hu panggil.
Jin hu dengan gerakan cepat melompat keluar dari kereta saat melintasi pohon besar di taman istana tanpa disadari oleh siapapun juga.
Setelahnya Jin hu dengan hati-hati mengendap-endap kembali ke tempat Rong yuo. Tapi, Jin hu tidak masuk melalui pintu depan melainkan masuk lewat jendela tempat orang yang mengawasi Rong yuo berada.
Itulah alasan Ze meminta seluruh jendela dibuka karena saat masuk dia sudah menyadari kehadiran orang itu dan sudah memperkirakan tujuan orang itu.
Jin hu menyelinap masuk tanpa disadari oleh orang itu karena, selain gerakan yang cepat tanda-tanda keberadaannya juga telah disamarkan oleh pil penyamaran buatan Ze yang dia telan sebelumnya.
"Syut." Jin hu melempar jarum beracun dari Ze ke arah orang itu dan tepat mengenai leher dari orang yang sedang serius mengintip dan menyimak percakapan Ze dan yang lain di ruangan tengah.
Sebelum orang itu terjatuh Jin hu sudah dengan cepat meraih tubuhnya agar tidak menimbulkan suara jatuh dan menarik perhatian Raja Ruo dan yang lain yang sedang bersama Ze.
Jin hu menaruh tubuh orang itu perlahan di lantai di sudut ruang dan menutupinya dengan kain.
"Huft beres juga." ucap Jin hu.
"Bagaimana jika utusan yang lain datang mencarinya?" tanyanya pada diri sendiri.
"Ah nanti saja diurus." gumam Jin hu lalu keluar dari ruangan itu melalui jendela.
Dia keluar dan kembali ke pohon besar tempat dia melompat tadi dan memanggil hewan rohnya untuk kembali.
__ADS_1
Jangan lupa tetap dukung author dan aksi Ze dengan Vote like dan koment
kalau ada dan tidak keberatan tipnya juga boleh😆