
Ze mulai jengah dengan tatapan tajam Jin hu pada setiap orang yang menatap mereka. Bagaimanapun, yang mereka tatap takjub adalah perlakuan spesial Jin hu terhadapnya bukan dirinya.
"Berhenti menatap orang seolah kau ingin menelan mereka hidup-hidup." ucap Ze yang sudah tidak tahan melihat beberapa orang sudah berhasil dibuat tertunduk ketakutan oleh tatapan pria tampan yang sedang memeluk erat pinggangnya itu.
"Aku tidak suka mereka menatap calon istriku yang cantik ini." ucap Jin hu sambil mencubit pelan ujung hidung Ze.
"Jika bisa aku hanya akan mengurung dirimu hingga hanya aku yang bisa melihat penampilan mu hari ini. Mengapa kau harus berias membuat kau tampak jauh lebih cantik dan aku tidak suka banyak mata yang melihat kau dalam keadaan ini." keluh Jin hu.
"Siapa yang dapat melihat aku hm?" tanya Ze.
"Tubuhku dari kepala hingga kaki tertutupi oleh jubah besar milikmu ini." tambah Ze dengan kesal sambil memutar matanya dan cemberut dengan sedikit memajukan bibirnya.
__ADS_1
"Sudah aku katakan kau jangan memajukan bibirmu seperti itu jika tidak ingin aku menggigitnya." ucap Jin hu gemas.
Ze menutup bibirnya dengan tangan mendengar ancaman Jin hu. Dia tahu betul bahwa Jin hu tidak pernah mengingat tempat dan tidak akan perduli dengan pandangan orang-orang jika ingin melakukan hal gila.
Jin hu tersenyum melihat tingkah Ze yang tampak semakin menggemaskan baginya. Sedangkan orang-orang di sekitar mereka semakin takjub melihat Jin hu tersenyum pada seorang gadis.
"Kita sudah sampai di pasar negeri atas awan. Apa yang ingin kau kunjungi terlebih dahulu?" tanya Jin hu.
"Aku ingin mencicipi makanan khas dari negeri ini." jawab Ze.
Jin hu sendiri juga semakin terpesona dan bahagia melihat Ze terus menerus tersenyum. Dia sangat berharap Ze akan dapat selalu selepas itu saat di dekatnya. Tidak seperti Ze yang sebelumnya yang membentengi diri dengan sikap acuh tak acuhnya.
__ADS_1
Sehabis dari pasar, mereka menuju bukit pelangi yang sebelumnya Jin hu sebutkan. Bukit itu sungguh jauh berbeda dari wilayah negri atas awan yang lain yang hanya diliputi warna putih. Bukit itu dipenuhi berbagai macam tumbuhan dengan warna warni cerah yang tersusun rapi. Sangat indah dan hawa disekitar terasa sangat sejuk dan segar.
"Wah indah sekali!" puji Ze.
"Ya, indah dan sangat cantik." ucap Jin hu yang sedang memuji Ze yang sedang tersenyum.
"Berhenti menatapku seperti itu. Apa kau tidak bosan hanya menatapku terus menerus?" tegur Ze yang menyadari maksud dari pujian Jin hu saat melihat Jin hu hanya menatap kearahnya.
"Aku tidak bosan dan tidak akan pernah bosan untuk menatap wajahmu ini." ucap Jin hu sambil menepuk pelan kepala Ze dan kemudian mengecup singkat kening Ze.
"Ayo, sebentar lagi matahari akan terbenam dan kau pasti akan menyukai pemandangan itu." ajak Jin hu sambil melangkah tangannya kini bukan di pinggang Ze lagi tapi sudah menggenggam erat tangan Ze dengan jemari saling bertaut setiap celahnya.
__ADS_1
"Wah kak Jin hu, ini sangat indah." puji Ze dengan wajah takjub nya saat mereka sudah berdiri di puncak bukit pelangi.
Jangan lupa tetap dukung Ze dengan vote, like dan komen. Mohon maaf atas keterlambatan up novel ini 🙏🙏🙏🙏