
"Kau mungkin hanya salah mendengar suara angin menjadi suaraku." ucap Ruri dan Ze hanya menghela napas dalam-dalam menyadari bahwa ada banyak hal yang dia tidak mengerti tentang tempat ini dan kedua kakak beradik yang dia kenal itu tidak mungkin mau memberikan dia informasi yang dia butuhkan.
Mereka berdua terdiam dan larut dalam pikiran mereka masing-masing. Ruri masih memikirkan bagaimana meyakinkan kakaknya untuk mau menerima jika kekasihnya Duoduo sudah tidak ada dan tidak akan kembali lagi. Sehingga kakaknya itu dapat melepaskan gadis lemah yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan mereka.
"Aku harus dapat meyakinkan kakak untuk dapat melepaskan gadis itu. Dia dapat terluka oleh kemurkaan ayah jika ayah mengetahui keberadaan dia di tempat ini." batin Ruri.
Sedangkan Ze masih sibuk memikirkan siapa pemuda yang selalu masuk ke dalam mimpinya itu dan bagaimana cara agar dia dapat menemukan pria itu.
"Nampaknya pria yang selalu ada di dalam mimpiku itu adalah manusia biasa sama seperti aku. Jika aku ingin bertemu dengan dia, aku harus keluar dari negeri naga ini dan kembali ke dunia manusia tempat asal aku. Tidak menutup kemungkinan juga bahwa ada banyak orang yang sedang mencari aku. Keluarga aku misalnya. Jika aku memiliki mereka, maka mereka saat ini pasti sedang khawatir mencari aku. Aku harus mencari mereka di dunia asal ku." batin Ze.
"Apakah kau sudah merasa lebih baik?" tanya Ruri membuyarkan lamunan Ze.
"Ah maaf apa yang tadi kau tanyakan?" tanya Ze.
"Aku hanya bertanya, apakah kau sudah merasa lebih baik sekarang?" tanya Ruri.
"Ya tapi, aku masih tetap terus merasa lemah. Seolah tenagaku habis terkuras seperti habis melakukan pekerjaan yang sangat berat." jawab Ze.
"Itu wajar kau rasakan. Karena, energi dalam tubuhmu masih saja habis terkuras. Aku rasa kau memang harus segera keluar dari negeri ini." ucap Ruri tidak sadar sudah menyebutkan niatnya untuk membantu Ze keluar dari negeri naga.
"Maksud dari ucapan mu tadi, apakah artinya kau akan membantu aku keluar dari negeri naga yang sangat terasa asing bagiku ini?" tanya Ze.
"Apakah kau sangat ingin keluar dari negeri naga ini?" tanya Ruri.
"Ya tentu saja." jawab Ze tanpa rasa ragu sedikit pun membuat Ruri mengernyitkan alisnya curiga jika Ze sudah mengingat tentang jati dirinya.
"Mengapa kau sangat yakin untuk pergi dari tempat ini? Apakah kau sudah mengingat sesuatu atau mungkin kau sudah mengingat semua tentang dirimu?" tanya Ruri curiga.
"Bukan karena itu. Tapi, aku sangat merasa tidak nyaman dengan keadaan di sini dan tidak ada rasa familiar sedikitpun dari tempat ini. Aku pikir, dengan aku kembali ke tempat dimana seharusnya aku berada, mungkin aku akan dapat mengingat kembali semua kenangan yang asli tentang diriku. Bukan hanya sebuah karangan indah namun palsu." jawab Ze menjelaskan maksudnya.
"Mengapa kau sangat yakin bahwa apa yang dikatakan oleh kakakku tentang dirimu itu adalah sebuah kebohongan belaka jika benar saat ini kau masih belum dapat mengingat apa pun?" tanya Ruri.
"Kau, kakakmu, dan tempat ini, jika memang pernah ada dan mengisi waktu di dalam hidup yang aku jalani sebelum ini, tentunya aku akan memiliki perasaan familiar atau setidaknya aku dapat merasa nyaman berada di sekitar kalian. Tapi, aku tidak memiliki kesan apa pun atau bahkan perasaan nyaman itu." jawab Ze menjelaskan pendapatnya.
"Hm masuk akal. Aku dapat menebak jika kau bukanlah orang dari kalangan biasa di tempat asal-mu. Sangat jarang aku mendengar tentang seseorang gadis dari bangsa manusia yang menggunakan logika dan tidak mudah untuk diperdaya." ucap Ruri memuji.
__ADS_1
"Lalu, apakah kau akan membantu aku untuk keluar dari negeri naga ini?" tanya Ze.
"Kita tunggu kondisimu memungkinkan untuk pergi dari tempat ini dan dapat bertahan di luar sana tanpa siapa pun di sisimu. Karena, aku tidak akan bisa menemanimu setelah kau keluar dari negeri naga ini." jawab Ruri.
"Hm baik aku akan pegang kata-katamu ini sebagai sebuah janji."ucap Ze.
" Ya, anggap itu janji atau pun hutang. Tapi, kau harus mau bekerja sama denganku." saut Ruri.
"Bekerja sama seperti apa yang kau maksud?" tanya Ze.
"Kau harus melakukan sesuatu untuk menghindari kecurigaan dari kakak Liyang sebelum kau sungguh sudah pulih dan siap untuk pergi dari negeri naga ini." jawab Ruri.
"Apakah yang kau maksud dengan kerja sama adalah aku harus berpura-pura percaya dengan semua kebohongan dari kakakmu itu dan berperilaku layaknya seorang wanita yang di harapkan oleh kakakmu itu?" tanya Ze.
"Hm kau sungguh gadis yang jenius. Kau mampu memahami maksud orang lain sebelum orang harus menjelaskan panjang lebar. Karena kau sudah tahu maksud dari rencana ku ini, kau tentu sudah tahu harus bagaimana bersikap terhadap kakakku." jelas Ruri.
"Baik aku tahu tugasku. Sebaiknya aku terus tetap terlihat lemah seperti saat ini agar dia tidak waspada jika aku akan pergi saat aku telah pulih bukan?" usul Ze.
"Hm kau ada benarnya juga. Jika kau tampak lebih sehat, dia akan takut jika ingatan masa lalu mu juga pulih. Tentu dia akan menjaga dirimu dengan lebih ketat dan kita tidak akan memiliki kesempatan untuk mengeluarkan dirimu dari negeri naga ini." saut Ruri membenarkan ucap Ze.
"Deal?" beo Ruri tidak paham dengan arti kata deal yang dimaksud Ze dan dengan maksud uluran tangan dari Ze ke arahnya itu.
"Iya deal. oh maksudnya adalah kita sudah sepakat dan dengan saling berjabat tangan, kesepakatan kita sudah pasti." jawab Ze membuat Ruri hanya mengangguk paham lalu menyambut uluran tangan dari Ze.
"Deal....! " ucap Ruri mantap.
"Sekarang kembalilah beristirahat. Kau memerlukan banyak istirahat untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Itu jika kau sungguh ingin cepat keluar dari negeri naga ini." ucap Ruri dan Ze hanya mampu menghela napas panjang karena bosan terus berada di dalam gua yang hanya mampu memandang dinding-dinding gua saja.
"Baiklah. Walau pun aku merasa bosan terus menerus berada di dalam gua ini, aku akan lakukan. Itu demi agar aku dapat segera keluar dari negeri naga ini." pasrah Ze.
"Kau sungguh terlihat menggemaskan saat memasang wajah kesal. Aku jadi teringat dengan mendiang adik perempuanku yang juga sangat menggemaskan saat dia memasang wajah kesal sepertimu." ucap Ruri yang terlihat sendu mengingat kenangan tentang adik perempuannya yang telah tiada itu.
"Tidak perlu menghibur atau pun meminta maaf. Aku hanya teringat kembali kenangan manis tentang mendiang adik kesayanganku itu. Tanpa kau aku masih sering mengingat tentang dirinya." ucap Ruri setelah menyadari bahwa dia telah menciptakan suasana sedih.
"Baik tapi, apakah boleh jika aku menjadi adikmu juga?" tanya Ze membuat Ruri terbelalak tidak percaya.
__ADS_1
"Apakah kau sungguh mau menjadi adikku?" tanya Ruri.
"Ya...! Tentu aku mau. Kau sungguh sudah menjadi sosok kakak selama aku berada di sini. Walaupun aku baru beberapa hari mengenal dirimu. Apakah kau keberatan tentang itu?" tanya Ze.
"Tentu aku akan merasa senang dengan itu. Aku akan memiliki adik perempuan yang menggemaskan." saut Ruri.
"Sekarang dengarkan kakakmu ini. Istirahatlah lebih dulu untuk memulihkan kondisi tubuhmu. Jika kau sungguh merasa bosan, aku akan membawamu ke suatu tempat besok dan dapat aku pastikan kau akan menyukai tempat itu." ucap lembut Ruri sambil mengelus lembut kepala Ze.
"Baik aku akan beristirahat kalau begitu. Kakak harus menepati janji untuk membawa aku ke tempat yang kakak sebutkan tadi." ucap Ze tersenyum lalu berbaring di tempat dia berbaring sebelumnya.
"Aku harus mencari cara untuk membuat kakak pergi dari negeri naga ini untuk beberapa hari saat aku membantu adik kecilku keluar dari negeri naga ini. Aku tentu harus berusaha lebih keras untuk membantunya. Aku tidak ingin dan tidak akan pernah membiarkan adik kecilku ini menderita. Walaupun dengan membantu dia keluar dari negeri naga ini artinya aku tidak akan melihat dia lagi, setidaknya aku lega dia akan hidup normal layaknya manusia lain di dunia asli tempat dia berasal."gumam Ruri saat melihat Ze sudah terlelap.
"Ah aku tahu. Aku akan menemui ayah dan membujuknya untuk membiarkan kakak pergi bertapa di negeri hewan roh Suci. Jika aku membujuk ayah pasti akan luluh. Setelah itu, aku dapat menggunakan alasan adik kecil membutuhkan banyak daun yiyang agar kakak mau menerima perintah ayah untuk pergi bertapa." gumam Ruri dengan wajah bahagia karena telah menemukan cara untuk dapat mengalihkan perhatian kakaknya dari Ze yang sudah dia anggap sebagai adik kecil kesayangannya.
Hai para pembaca setia novel
pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas
jangan lupa untuk tetap memberikan dukungan kalian pada author dan Ze agar tetap semangat juga membuat cerita lebih lanjut dari novel
"pindah dimensi membalaskan dendam putri yang tertindas " ini dengan banyak memberikan
vote, like dan komen kalian
Selamat membaca
semoga hari kalian menyenangkan
salam hangat dan sayang dari author
Terima kasih
author
☺☺☺☺☺
__ADS_1