
Ze manggut manggut mendengar penjelasan dari hui tu.
"Mengapa kau tanyakan itu?" tanya hui tu
"Lihat saja dulu apa yang akan aku lakukan nantinya. Aku akan buat dia memohonku menjadi tuannya." jawab ze
"Kalau kau bisa maka aku akan jadi budakmu hingga m**i." tantang hui tu
"Bukankah kau telah m**i makanya kau hanya roh dalam telur segel itu?" ejek ze
"Kalau begitu hingga rohku hancur aku akan jadi budakmu jika kau mampu lakukan hal itu." tantang hui tu lagi.
"oke deal kau jangan ingkar janji oke?" ze
"Hm kau bisa pegang janjiku." ucap hui tu
"Baik diam dan lihat saja." setelah mengatakan itu Ze mengambil kantung air yang di milikinya.
Ze tak pernah lagi minum air biasa. karena semenjak memiliki batu dimensi ze selalu mengisi kantung airnya dengan air suci. Karenanya tubuh dan rohnya semakin kuat.
Ze menuang air pada tangannya lalu di cipratkan pada tanaman ceri ajaib itu. Setelahnya dia pura pura asik minum tanpa menghiraukannya.
"srek srek" suara ceri ajaib mendekat ze tetap mengabaikannya.
"srek srek" ceri ajaib menyenggol nyenggol kaki ze dan di abaikan.
"srek srek" di tariknya tangan ze dan di beri buah miliknya dan ze menolaknya.
__ADS_1
"glug glug tes" ze minum lagi dan sengaja meneteskan air itu dan di tangkap oleh ceri ajaib lalu di serapnya.
"Ah lebih baik aku pergi. Aku tak butuh lagi tanaman roh yang nakal." ucap ze lalu berjalan menuju pintu dan ceri ajaib menahan langkahnya menjulurkan akarnya.
"Aku tak mau memelihara tanaman yang suka membuliku." ucap ze cuek.
ceri ajaib tetap menempel pada kaki ze dan menjulurkan akarnya.
"Apa kau yakin meminta aku jadi tuanmu?" tanya ze dan ceri ajaib itu menggoyangkan daun daunnya naik turun tanda setuju.
Di tusuknya ujung jari ze dengan duri pada batangnya saat darah sudah menetes di tangkap oleh akarnya dan ikatan tumbuhan roh dan tuannya terjalin.
"kau sungguh keturunan dewi keberuntungan orang orang susah payah ingin memetik buah ceri ajaib ini dan kau pohonnya langsung jadi milikmu bahkan dia sendiri yang memohonmu untuk jadi tuannya.
Apa sebenarnya yang kau berikan kepada ceri ajaib ini hingga sukarela menjadi tanaman rohmu?" tanya hui tu penasaran
"Air suci tingkat tinggi kau sebut hanya? kau memang iblis tanpa rasa sukur." kesal hui tu
"lalu apa? apakah tak kau lihat di dalam sana aku memilikinya banyak hingga tak akan ada habisnya?" jawab ze santai.
"Baik kau menang." pastah hui tu
Ze menuangkan banyak air suci pada akar dan daun ceri ajaib. Tiba tiba ceri ajaib bercahaya terang tapi tak bergerak.
"Apa yang terjadi padanya?" tanya ze
"Dia akan berubah ketingkat lebih tinggi seperti kultivasi. Masukkan saja dalam batu dimensi saat dia telah selesai kau akan mendapat keuntungan yang besar.
__ADS_1
Setidaknya usia tanaman itu sudah 200 tahun dan baru kali ini aku melihat dia berubah pada tingkat se tinggi ini." jawab hui tu dan ze segera memasukkan cerri ajaib ke dalam batu dimensi miliknya itu.
"Ayo keluar tak ada lagi yang berguna di tempat ini." ucap hui tu.
Ze keluar bersamaan dengan jin hu dan ternyata liu yu telah lama di luar menunggu.
"Kau baru keluar juga ze kecil?" tanya jin hu dan ze mengangguk.
"kenapa putri tau jika ada harta berharga di dalam sana?" tanya liu yu penasaran
"Apa yang kau dapat di dalam sana?" tanya ze mengalihkan
"Beberapa batu sejati tingkat menengah dan tinggi, serta bola roh ini." jawab liu yu semangat menunjukkan apa yang di perolehnya.
"Apa gunanya bola roh itu?" tanya ze
"itu dapat melemahkan roh serta kultivasi lawanmu ketingkat terendah." jawab Jin hu.
"Sebaiknya putri menyimpan 1 ini." liu yu memberikan sebutir bola roh miliknya
"Simpan saja itu milikmu." tolak ze
"Aku masih ada 4 lagi. Lagi pula putri ada banyak musuh di sini." kekeh liu yu akhirnya ze menerima bola roh milik liu yu.
"Ze kecil ambil ini dan simpan baik baik untuk melindungimu. Aku merasa ada yang tak beres sebaiknya kau tak jauh jauh dari aku." ucap jin hu.
"Baik kak jin hu." ucap ze.
__ADS_1