
"Tidak perlu kak,kita naik pesawat pribadi aja"ucap Atali seketika membuat Arkana tersadar.
"Eh...pesawat pribadi,oh ia apa helikopter waktu itu milik mu?"tanya Italiana menoleh Atalia.
"Mm benar"ucap Atalia dengan tersenyum.
"Apa pesawat-pesawat di pelabuhan helikopter kemarin juga milik mu?"tanya Italiana dengan hati-hati,pasal nya ia fikir pelabuhan helikopter yang beberapa hari lalu membawa mereka itu adalah pelabuhan umum karna begitu banyak pesawat di sana dan juga banyak orang.
"iya"jawab Atalia dengan tenang meminum teh nya.
Seketika Italiana syok mata nya membola dengan sempurna,"a..a...apa..bagaimana mungkin,apa mafia punya Gaji?Sebera besar gaji nya?"tanya Italiana begitu terkejut apalagi mengingat pesawat-pesawat itu ada beberapa banyak,ia hampir kesusahan bernafas.
waktu itu Arkana sudah tahu kalau itu bukan lah pelabuhan umum,dan pesawat-pesawat di sana juga bukan pesawat umum,karna setiap pesawat umum memilki logo yang khas,tapi waktu itu ia tidak yakin kalau itu semua milik Atalia,ia hampir tak percaya dengan Atalia,tapi ia tak mengatakan apa-apa.
"Apa pertanyaan seperti itu perlu di jawab?"tanya Atalia dengan wajah seriusnya.
"tidak perlu-tidak perlu,tapi Seperti nya kau sangat kaya,tapi kenapa masih bekerja di perusahan STARG?"tanya Italiana dengan polos nya,ia sekarang merasa sangat tertarik tentang saudara nya itu.
''Itu karna gaji perusahan STARG besar"jawab Atalia lagi.
''eh,apakah gaji karyawan cadagan di perusahan Starg begitu besar?"tanya Italia dengan suara bergumam,sampai Atalia yang di dekat nya tidak mendengar nya.
"Sudah lah jangan banyak tanya lagi,pergilah istirahat ini sudah hampir jam 11"ucap Arkana mengakhiri perbincangan kedua adik nya itu.
"baiklah kak"ucap Italiana langsung menarik tangan Atalia pergi dari sana.
"ibu ayah adik,andai saja kalian masih hidup,kita pasti masih bisa berkumpul bahagia di sini,aku merindukan kalian"gumam Arkana menangis dalam hati,jujur ia sangat merindukan mereka dada nya begitu sesak.
***
"pa,aku tidak menyangka ternyata kakak ku ikut dalam pembunuhan yang sangat kejam itu,kakak ku tidak punya hati"tangis Qania di pelukan Justin yang saat ini berdebar bukan karna di dekat istri nya,tapi rasa takut yang membuat nya tak bisa tenang.
__ADS_1
"Sudah lah jangan membahas itu,aku mau tidur"ucap Justin mendorong Qania pelan dari pelukan nya,kemudian berbaring di tempat tidur.
Qania bingung dengan sikap suami nya itu,biasa nya jika ia sedih dan menangis pria itu akan menghibur nya sampai tertidur.
"Kakak sekarang pasti begitu hancur dan terpuruk,atau mungkin Atalia menghukum nya,tapi itu juga pantas"gumam nya was-was tapi juga khawatir dengan keadaan kakak nya itu.
Pagi hari Atalia dan Italia sudah bersiap dan akan berangkat,kedua nya sudah berada di pesawat yang berukuran tidak begitu besar namun begitu nyaman,dan hanya ada mereka berdua dan juga dua pilot serta seorang pramugari untuk melayani mereka.
"Bye kak,baik-baik di sini kami akan sering berkunjung"ucap Italiana melambaikan tangan nya sebelum masuk ke dalam pesawat.
"Kami pergi kak"ucap Atalia dengan senyum hangat,sebenar nya ia masih belum puas hidup bersama dengan saudara-saudara nya itu,ia ingin menghabiskan lebih banyak waktu dengan mereka,setetes bulir bening menetes dari pelupuk mata nya saat melihat Arkana melambaikan tangan juga,ia bisa melihat sosok sang ayah dari kakak nya itu.
Atalia menghapus air mata nya,membuka lebar mata nya agar mata nya tidak merah dan tidak mengeluar kan air mata lagi.
Saat pesawat sudah lepas landas dan terbang di udara,rasa sepi menjalar di hati Arkana.
***
"Aku dan Justin akan ke inggris"ucap kakek Jhon dengan serius.
"Untuk apa kalian kesana?apa menemui Atalia?"tanya nenek Jhon dengan suara lemah nya,duduk di samping suami nya itu.
"Iya"ucap kakek Jhon entah kenapa ia gugup.
Justin yang menuruni tangga dan mendengar itu terkejut,"untuk apa kita menemui Atalia ayah!"tanya Justin kesal.
"Aku sudah mengatakan nya tadi malam,kalau Kau harus meminta maaf pada nya!"ucap kakek Jhon tanpa menoleh ke arah Justin.
"Apa yang kau katakan ayah!!aku tidak akan pernah melakukan nya,kalau ayah mau meminta maaf ya sudah,ayah saja yang kesana aku tidak akan kesana!"ucap Justin dengan suara tinggi.
Kakek Jhon mengepal erat tangan nya,bayangan bagaimana Atalia menghukum orang-orang itu dengan kapak pistol,juga bagaimana perusahan orang-orang itu hancur,membuat nya ketakutan sendiri dan ia tidak ingin putra nya itu bernasib sama seperti mereka,dan juga tak ingin perusahan Jhon hancur.
__ADS_1
"Kau harus pergi dan minta maaf!"teriak kakek Jhon menatap tajam Justin.
Nenek Jhon bingung apa maksud suami nya itu dengan minta maaf ke inggris.
"Aku tidak mau tau kau harus ikut pergi dengan ku kalau tidak,keluar dari keluarga Jhon!!aku tidak mau punya keturunan yang penakut!!tidak gentelmen seperti mu!!"teriak kakek Jhon dengan sangat emosi.
Justin terkejut mendengar itu,ia mengepal tangan nya dengan kuat,"baiklah,aku akan ikut ke inggris dan minta maaf"ucap Justin menahan emosi nya.
Kakek Jhon tak berniat makan lagi,"ambil kan tas ku"ucap nya pada asisten pribadi nya yang tidak jauh dari sana.
"Kita berangkat sekarang"ucap kakek Jhon dengan suara tegas nya pada putra nya itu.
***
Sekarang Arkana sudah duduk di ruang kerja nya di dalam kerajaan itu,ia melihat properti-properti kerajaan yang sudah banyak terjual beberapa tahun terakhir,bahkan beberapa perusahan-perusahaan sudah pindah tangan,dan juga perusahan yang tersisa keuangan nya semakin menurun,bahkan perusahan nya di negara Italia lebih besar saat ini di banding kan perusahan kerajaan itu.
ketukan pintu membuat nya sedikit menoleh ke arah pintu,"masuklah"ucap nya pada pengawal itu.
"Yang mulia,kakek Jhon dari keluarga Jhon ingin berkunjung kemari,dan akan datang malam hari"ucap Pengawal itu dengan hormat menunduk di depan Arkana.
"Benarkah,kalau begitu suruh dapur istana untuk menyiap kan jamuan spesial malam ini"ucap Arkana berubah senang hati.
"Baiklah yang mulia,akan saya perinta kan"ucap Pengawal itu kemudian keluar dari ruangan itu.
"Kenapa kakek tidak mengatakan nya langsung pada ku jika ingin kemari"gumam Arkana berfikir.
***
like...
komen...
__ADS_1
vote...